Gigihnya Sang Agen Asuransi Itu

27 08 2008

Siang itu telepon di meja ku berbunyi: “Pak Harry, Ada tamu ingin menemui Bapak” ujar security ditempatku bekerja. Tanpa banyak Tanya akupun turun ke bawah menemuinya. ternyata tamu itu adalah tetanggaku yang selama ini ku kenal sebagai agen asuransi. Awalnya aku tidak percaya kalau dia seorang agen, karena perawakannya yang sudah setengah baya, juga dengan penampilannya yang tidak mengikuti trend mode lagi. Karena selama ini menurutku sales atau agen asuransi itu biasanya wanita-wanita cantik atau Pria-pria keren.

Bapak Nano, anggaplah itu namanya. Akupun kemudian mengundangnya ngobrol diruang tamu sambil kusuguhkan secangkir teh hangat. Setelah ngobrol lama baru aku tahu kalau dia adalah pensiunan salah satu perusahaan asuransi BUMN, tepatnya di bagian inkaso. Karena kinerjanya bagus, dia diminta perusahaan tempatnya dulu untuk membantu mengejar target kantor cabang. “Ya beginilah pak, kalau sudah tua, dari mana lagi saya cari uang, keahlian dan pengetahuan saya hanya di asuransi saja” begitulah ujarnya dengan nada miris. Namun ketika mulai masuk sesi prospek (menawarkan produk asuransi) ia berkata dengan semangat yang menggebu-gebu seperti calon legislatif yang berkampanye saja.

Satu hal yang membuatku simpatik dengan pak nano ini adalah karena kegigihannya itu. “kemaren saya baru saja dapat tiga nasabah dari toserba di depan kantor bapak, sekarang saya datang lagi kesana, siapa tahu ada lagi yang berminat. Karena saya pikir dekat dengan kantor bapak, makanya saya mampir ke sini, siapa tahu dari kantor bapak saya bisa dapat tambahan nasabah”, ujarnya menjelaskan alasannya menjumpaiku. Setelah ngobrol lama dengannya akupun mendapat ilmu baru mengenai perencanaan keuangan masa depan, dengan berbagai macam produk asuransi yang disodorkannya kepadaku, wawasankupun semakin luas apalagi dalam bisnis asuransi.

Dalam pertemuan itu pak nano bercerita pengalaman serunya kepadaku: “dulu pernah saya memprospek seorang pedagang kaki lima, namun ia selalu tidak tertarik, dengan alasan uang makan saja pas-pasaan apalagi untuk bayar premi. Setelah saya jelaskan berulang-ulang akhirnya dia mau juga, malahan dia rela meminjam dari rentenir untuk membayar preminya, sekarang dia bisa mengantarkan  semua anaknya lulus sekolah” ujarnya dengan sangat bangga.

Dan yang  paling mengharukan lagi adalah ceritanya yang berikut ini: “dulu saya pernah memprospek seoarang bapak, namanya pak Maman, dia selalu bilang ga punya uang, apalagi anak-anakanya banyak dan butuh biaya untuk menghidupi keluarga, namun saya terus berkunjung kerumahnya, meski saya tahu dia tetap tidak akan mau bergabung, namun saya pikir hal yang utama adalah menjaga hubungan baik. Suatu saat saya berkunjung kerumah pak maman bertepatan dengan hari pernikahan anaknya. Setelah ngobrol lama dan menyantap hidangan maka saya selipkan sedikit mengenai produk asuransi, gayungpun bersambut, dia mengajak ku menghitung jumlah uang yang ada di kotak amplop yang diterimanya dari undangan yang datang, setelah itu dia menyuruhku membawa semuanya untuk dijadikan premi. Saat itu air mata saya langsung menetes sendirinya. Perjuanganku akhirnya berhasil, dan dihargai sebesar uang pernikahan anakknya”. Mendengar cerita itu, aku pun terdiam dengan sendirinya.

Dari cerita-ceritanya itu, saya menyadari bahwa banyak sisi humanis yang ada dalam dunia bisnis, bisnis tidak hanya sekedar uang, uang, dan uang. Terkadang dalam bisnis yang ada di benak kita adalah keuntungan, namun dari sini saya belajar bahwa pengalaman hidup adalah kunci utama dalam kesuksesan. Karena pengalaman itu sendirinlah yang menjadi pelajaran buat kita.

Tanpa banyak pikir panjang, aku pun meminta pak nano untuk meninggalkan beberapa brosur penawaran asuransi, “biar saya saja pak yang menawari kepada rekan-rekan saya di kantor ini. Nanti kalau ada yang berminat, saya datang ke rumah bapak” demikian ujarku dengan nada simpatik.


Tindakan

Information

14 tanggapan

27 08 2008
idiotz

nah, bisnis kadang memang banyak sisi humanis yang tidak banyak terungkap.

Harry: iya mas, aku juga banyak belajar dar hal ini. thanks sudah mampir ke blog ini. blog punya mas juga bagus

28 08 2008
lintongnababan

Saya pernah mengalami seperti yang di alami pak nano, hanya saja Produck kami berbeda. Saya cargo,pak Nano Asuransi.
tapi pengalaman tsb menjadikan saya bisa mwujudkan Impian jadi kenyataan. Gagal dan sering di tolak orang menjadikan saya mengenali kelemahan dan kekuatan saya.

Dari pengalaman itu saya menjadikan satu motto ” Semakin sering saya Gagal, semakin saya dekat dengan kesuksesan” semakin sering saya ditolak semakin besar peluang saya diterima”

Harry: Aku doakan semoga lae Sukses Selalu

29 08 2008
oli

wah cerita itu mengingatkan saya waktu dulu selagi jadi agen asuransi…

Harry: Pernah kerja di Asuransi juga lu ternyata li. Kenapa ga jadi Sales di Tselnya ya. (atau minimal TPR lah) he..he..

29 08 2008
Singal

perjuangan hidup yang dapat dijadikan contoh…

30 08 2008
zulfikar

mengharukan. beda dengan yang ada di http://ardianto.blogsome.com/2008/08/13/di-mana/ hehehe

3 09 2008
yusnita

Hidupp tiaaaada mungkin tanpa perjuangan tanpa pengorban….

14 11 2008
Agus Hendra C

Luar biasa Pak Nano,
Pak Nano punya saran / tip untuk saya karena saya baru jadi agen asuransi part time
menjalan bisnis asuransi, terima kasih sebelumnya

30 01 2009
max jimmy pasaribu

suatu kisah yang sangat menyentuh hati atas ketabahan yang seperti itu, saya adalah seorang agen asuransi juga dengan semangat yang hampir sama saya selalu mengerjakan pekerjaan saya dengan tekun. walau penuh ketidak pastian saya selalu mengerjakannya. harapan saya adalam memberi kebaikan kepada semua orang, dengan memberikan program asuransi bagi mereka, saya sangat percaya bila suatu hari terjadi resiko dan klaim si nasabah saya selesaikan dengan baik maka dia akan merasakaan niat baik saya. dulu saya bekerja dengan motivasi “komisi” yang akan menjad pendapan saya.

tapi seiring dengan waktu saya mendapati banyaknya nasbah yang kecewa oleh perusahaan asuransi yang dia percaya. ditinggalkan oleh agen asuransi mereka, klaim susah, prosedur yang parah , dlldalam mata mereka masih ada benci untuk personil asuransi seperti saya.

sejak saat itu saya punya komitmen baru dalam bekerja sabagai agen asuransi, yaitu mencintai, melayani dan melindungi. saya akan selalu menjadi teman mereka dan membela mereka di perusahaan asuransi, memperjuangkan hak2 mereka, dengan semangat yang menyala didalam hati saya terus bekerja, dimana yang membutuhkan asuransi sebenarnya adalah orang yang keadaan ekonomi yang sulit, merupakan pangilan jiwa saya untuk bekerja dibidang asuransi. terimakasih salam kenal buat teman2 semua. silahkan mampir di situs saya

20 06 2009
gusper nandes

Menarik sekali memang perjuangan Pak Nano di atas, diusianya yg sudah tk muda lagi, masih terus memberikan yg terbaik yg dimilikinya, ini kisah yang sandat inspiratif sekali+buat sy khususnya. Sebagai perkenalan singkat, sy jg seorang agen asuransi (prudential), kalau boleh sedikit sharing dari pengalaman saya sbg seorang agen: saya memanggilnya Teteh, ibu beranak 1 yg berumur lk 35 tahun, tinggal persis bersebelahan di kamar kos ku di bilangan Matraman Jakarta Timur, sedangkan ia sendiri, buka warung kecil2an di pasar palmeriam lk 250m dr tempat kos kami, sebagai seorang agen, kadang sy pulang sudah malam sekali dari tempat prospek. Ketika teteh ini bertanya, gus, kamu kerja dimana, dg singkat aku jawab di asuransi Prudential, hanya sebatas itu, aku waktu itu berpikir (ini salah satu jeleknya saya), teteh ini hanya jualan kecil2an di pasar, kalaupun aku tawarkan, apa dia mampu untuk membayar premi bulanan, ah..ga salahnya juga, aku coba jelaskan tentang rekening 2in1 (investasi plus proteksi), pas aku jelaskan ini, dia langsung interest, dia langsung ingat sama anak tunggalnya yg dia titipkan di kampung, “berarti, dgn program ini, sy bs jg buat mempersiapkan biaya kuliah anak saya ya”, katanya polos, setelah aku siapkan uilustrasinya, dia langsung tanda tangan, sampai sekarang, setiap bulannya, aku mampir ke warungnya utk meng-collect uang premi, krn sesuai pengakuannya sendiri, ia jarang berururusan dgn bank, boro2 tansfer premi, ke bank 1xsetahun saja, sudah untung katanya..sampai sekarang, dgn rutin dia nabung 10 ribu sehari..satu pesan moral yg aku petik sendiri dari pengalaman pribadi saya ini, siapun kita-termasuk agen asuransi_bukanlah peramal, kita ga pernah tau, kemampuan seseorang, kita ga pernah tau kekuatan cinta seperti apa yg dimiliki oleh seseorang, sampai2 ia rela, menyisihkan sebagian uangnya, untuk masa depan anaknya, walaupun mesti menyisihkan sebagian dr uang dapurnya, subhanallah..setiap bulan aku datang ke warungnya_untuk aku bantu transfer ke PRU_yang ada dalam pikiranku, begitu besarnya cinta ibu ini kepada anaknya, begitu besarnya, keinginannya untuk mempersiapkan biaya kuliah anaknya,_yg katanya, setelah besar ingin jadi dokter.
………..Pesan ku kepada teman2 sesama agen, jangan pernah membeda2kan prospek, krn kt ga pernah tau, bisa jadi seseorg yg kt anggap tdk prospek, tapi sebenarnya, mrk adalah prospek..hanya sj, mungkin selama ini, informasi ini tdk pernah sampai ke tangan mereka..semoga, kita semua, bisa menjadi tangan2 Tuhan, untuk kebaikan orang lain..untuk anda yang ingin konsultasi seputar unit link, program pensiun dan pendidikan berbasis proteksi, dan pilihan jenis invetasi lainnya, bisa melaui saya, gusper nandes, gusper.nandes@yahoo.co.id, HP 081399637117, 02192217011

24 06 2009
Mulya

Betul sekali, tugas Agen adalah memberikan pelayanan terbaik bagi nasabahnya dengan sepenuh hati. Senang sekali membaca kisah Agen Asuransi yang simpatik seperti ini.

4 07 2009
Nuryani

Salut buat Pak Nano. memang harus begitu ya Pak. Gigih. Tidak sia-sia perjuangan Pak Nano

3 08 2009
Feri

(…saya menyadari bahwa banyak sisi humanis yang ada dalam dunia bisnis, bisnis tidak hanya sekedar uang, uang, dan uang) wah, saya begitu terharu membaca sisi feminis anda, btw jabatan anda di kantor apa nih?

23 09 2009
Evie

Aku lg cari bacaan yg bisa memotivasi aku untuk yakin menjadi seorang Agen Asuransi. Any recommend? Thanks b4.

Harry: Banyak tersedia di Internet kok mbak kisah kasih rekan-rekan yang pernah berkecimpung di Asuransi, silahkan browsing aja.

25 09 2009
agus kartono

saya sangat terharu dengan kegigihan pak nano saya sebagai agen ingin sekali seperti pak nano yang mempunyai tekad

Tinggalkan komentar