Beranda > Bisnis Manajemen > LEADERSHIP

LEADERSHIP

Dalam Organisasi masa depan dibutuhkan Leader dengan atribute baru.

Untuk mengarungi lingkungan bisnis yang kompleks dan turbulen, perusahaan memerlukan banyak leader dalam menjalankan organisasinya, tidak cukup hanya memilki leaders yang berada di jenjang atas organisasi. Turbulensi lingkungan bisnis yang dihadapi perusahaan menuntut kemampuan leaders perusahaan untuk senantiasa meng-update mindset seluruh personel perusahaan dan melakukan penyesuaian atas struktur dan proses sistem pengendalian manajemen yang digunakan untuk menjalankan bisnis perusahaan.  

Dalam organisasi pada umumnya sering kita jumpai seseorang yang memegang posisi leadership tidak menghasilkan kinerja bagi organisasi yang dipimpinnya. Timbul pertanyaan: ”sebenarnya kinerja macam apa yang diharapkan dari leader?” Banyak penyebab yang menjadikan leader tidak menghasilakn kinerja bagi organisasi yang dipimpinnya, pertama, kemungkinan leader tidak memahami kinerja yang diharapkan dari posisinya sebagai leader. Kedua, kemungkinan leader tidak memahami peran leadership yang disandangnya. Ketiga, kemungkanan leader tidak memiliki leadership skill yang diperlukan untuk menghasilkan kinerja leadership. Keempat, kemungkinan leader tidak memiliki semangat untuk memfokuskan dan mendorong usahanya dalam menghasilkan kinerja leadership.

Managership versus Leadership 

Dalam organiasi masa depan, misi, visi, core belief, core values, komunikasi, inovasi, fleksibilitas, dan dorongan dari dalam diri merupakan komponen yang sangat dibutuhkan organiasi untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya (going concern) dan berkembang. Dibutuhkan eksekutif dengan atribut baru, seorang leader yang bertindak sebagai fasilitator, bukan yang otokratis; seorang yang mampu menghargai ide orang lain, bukan yang mempertahankan idenya sendiri. 

Kinerja manajerial – kinerja yang dituntut dari seseorang yang memegang posisi manajerial – adalah berbeda dengan kinerja leadership. Kinerja manajer adalah berkaitan dengan bottom line – untuk menjadikan organiasi sebagai wealth creating institution – lembaga yang mampu menghasilkan financial returns memadai melalui penyediaan produk dan jasa secara cost effective bagi customer. Kinerja leadership – kinerja yang dituntut dari seseorang yang memegang posisi leadership – adalah berkaitan dengan top line – menjadikan organiasinya sebagai misssion focused, vision directed, philosophi driven, dan value based institution. 

Leader adalah orang yang memiliki kemamapuan untuk menciptakan visi yang mengandung kewajiban untuk mewujudkannya, yang membawa orang lain ke tempat yang baru, yang memiliki kemamapuan untuk mewujudkan visinya ke dalam kenyataan. Leaders memiliki kemampuan menarik orang lain untuk secara bersama-sama mewujudkan visinya. Apa yang dilakukan oleh leader adalah menginspirasi orang lain, dan memberdayakan orang lain untuk mewujudkan visinya. Leader menarik orang lain, bukan mendorong orang lain. Sehingga Leaders lebih dekat dengan istilah teladan.  

Kinerja Leadership 

Orang yang memegang posisi leadership perlu memahami kinerja apa yang dituntut daripadanya untuk dapat memenuhi persyaratan peran, kompetensi, dan usaha yang diperlukan dalam menghasilkan kinerja tersebut. Secara singkat leader organisasi dituntut untuk menghasilkan perubahan yang diperlukan agar organiasi mampu bertahan hidup dan berkembang di dalam lingkungan bisnis yang dimasukinya.  Dan oleh karena lingkungan bisnis global sekarang ini sangat turbulen, organisasi sangat memerlukan leader untuk menciptakan perubahan-perubahan yang diperlukan oleh organiasi, agar organisasi mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis. Bahkan, oleh karena perubahan di lingkungan bisnis global telah mengalami perubahan menjadi pesat, radikal, konstan, dan pervasif, leader dituntut untuk membangkitkan leadership potensial semua anggota organisasi, sehingga organisasi memiliki banyak leader untuk mampu secara responsif menghadapi perubahan atau menciptakan perubahan yang diperlukan. 

Kinerja leadership pada dasarnya adalah untuk menjadikan organiasi yang dipimpinnya sebagai mission focused, vision directed, philosophy driven, dan value based institution. 

Mission Focused Institution. Organisaisi adalah suatu institusi yang dibentuk untuk tujuan khusus. Dengan demikian organisaisi hanya akan efektif jika dipusatkan untuk melaksanakan suatu tugas. Diperlukan misi yang jelas untuk mencapai tujuan tersebut.. Hanya dengan misi bersama yang jelas dan terfokus, masing-masing angota organiasi akan terikat bersama dalam suatu general way, sehingga menjadikan organisasi menghasikan output yang bermanfaat bagi cutomer organiasi tersebut. 

Vision Directed Institution. Tanpa general way yang akan dituju  di masa depan, misi organisaisi yang telah ditetapkan tidak akan membawa organiasi ke arah manapun. Oleh karena itu diperlukan visi yang memberikan gambaran umum arah yang akan dituju. Where there is no vision, the people perish. Peribahasa ini berlaku sanagt tepat bagi setiap personell organisasi.

Philosophy Driven Institution, Untuk berhasil dalam perjalanan mewujudkan visi, organisasi harus memiliki semangat besar, karena semangat inilah yang menjadi gudang energi yang dibutuhkan untuk mendorong mereka maju dalam mewujudkan visi organisaisi. Semangat besar hanya akan timbul dalam diri orang jika orang tersebut memiliki: (1) keyakinan kuat tentang kebenaran visinya, (2) keberanian dalam melakukan eksplorasi terhadap daerah yang belum dikenal sebelumnya.

 Value Based Institution. Organisasi perlu memutuskan nilai-nilai yang dijunjung tinggi di dalam melakukan pemilihan alternatif, Core value yang dipilih oleh organisasi akan memberikan panduan umum didalam melakuakan pemelihan alternatif tersebut. Tanpa core value yang ditetapkan oleh organisasi, para personnel akan menggunakan value-nya masing-masing di dalam pengambilan keputusan, sehingga dapat mengakibatkan masing-masing anggota organisasi mengerjakan apa saja. 

Vallue Adding Role 

Untuk mampu menghasilkan kinerja sebagaimana digambarkan diatas, leader perlu menyadari perannya. Peran adalah tanggung jawab, perilaku, atau kinerja yang diharapakan dari seseorang yang bertanggug jawab tas posisi tertentu. Jika didalam peran seseorang tidak terdapat perilaku yang diperlukan untuk menghasilakn kinerja tertentu, orang tersebut tidak akan berperilaku sebagaimana yang diperlukan, sehingga akibatnya tidak akan menghasilkan kinerja sebagaimaan yang diharapkan. Peran leader untuk memungkinakan organisasi sebagai mission focused, vision directed, philosophy driven, dan value based institution tersebut ternyata dapat dicapai melalaui penerapan dari falsafah budaya bangsa Indonesia sendiri, yakni: (1) ing ngarsa sung tulada – path finding, (2) ing madya mangun karsa – aligning , dan (3) tut wuri handayani – motivating and inspiring.  

Key Sucses Faktor – Keberanian 

Pada akhirnya bagi setiap leader yang ingin berkinerja leadership yang baik harus memiliki keberanian. Tanpa kebenarian konsep leadership ini hanya menjadi isapan jempol belaka. Semangat besar hanya dimiliki jika orang memilki keberanian dalam melakukan eksplorasi terhadap daerah yang belum dikenal sebelumnya. Visi pada dasarnya merupakan suatu yang diciptakan, konsisi baru yang belum pernah dialamai sebelumnya. Keberanian untuk memasuki konsisi yang belum pernah dialami  sebelumnya ini merupakan penentu keberhasilan orang untuk mewujudkan visinya.  

”Those who lose riches lose much; those who lose courage lose all.” Mengapa orang yang kehilangan keberaniaannya berarti kehilangan segalanya? Orang yang tidak memiliki keberanian berarti tidak yakin akan kebenaran visinya, orang yang tidak memiliki kemampuan untuk mengambil posisi, orang yang tidak mampu mewujudkan core value-nya dalam tindakan, dan orang yang tidak mampu mempertahankan prinsip yang diyakini kebenarannya. Dengan demikian, sesungguhnya orang yang tidak memiliki keberanian akan kehilangan visi, core belief, dan core value-nya, sehingga orang tersebut kehilangan segalanya.

Kategori:Bisnis Manajemen
  1. demsa
    Desember 1, 2007 pukul 8:01 am

    aku sudah baca artikelmu tapi ga ada yg cocok dg aku butuhkan, bisa cariin artikel tentang manajemen dan kepemimpinan dalam pelayanan kesehatan/keperawatan? hari senin aku buka lagi blogmu ya. oh ya, kapan kam jadi kejakarta bisa dalam minggu ini, penting banget, tolong ambilkan SK revisi dg ibu meni bagian kepegawaian lantai 4 depkes RI jl. HR Rasuna Said. penting banget, please……….tk

  2. Harry Andrian Simbolon
    Desember 2, 2007 pukul 2:20 am

    ok Boz. komando siap dilaksanakan.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: