Beranda > Artikel bebas > Menulis, Hobi lama yang belum digarap

Menulis, Hobi lama yang belum digarap

Ya… menulis… dulu aku sangat senang menulis sajak atau prosa. setiap aku berada dimana saja dan jika suasana itu mengiring alunan bayangku, maka akupun terpedaya untuk mengungkapkan wacanaku atas kondisi itu pada secarik kertas. itulah sebabnya kemanapun aku pergi, pasti kuusahakan mebawa kertas dan pena..

KETIKA SMA dulu. pernah kukumpulkan syair-syair ciptaanku.. tapi akhirnya hilang tak berbekas setelah dipinjam teman sekelasku dan tak kembali…. ya aku ingat sekali namanya Citra Dewi…. tapi ya… sudahlah… apa daya kalau memang sudah hilang… toh darahku tetap bisa mengucur deras menghasilkan puisi-puisi yang lebih bagus lagi….

Dulu pernah kubukukan juga pengalaman nyataku berkiprah dalam organisasi kepanduan…. kalau ku bilang inilah naskah ilmu pengalaman yang pertama dan terbesar pernah aku kumpulkan… setelah melanglang buana kemana-mana, mendaki gunung, mengarungi lembah, menjelajah rimba, sosialisasi di perkampungan kumuh & baru, dll. pengalaman itu kukumpulkan dalam sebuah buku dan menjadi buku panduan bagiku tuk mengajarkan ilmuku bagi rekan-rekan sesama organisasi kepanduan. Namun lagi-lagi buku itupun raib sangkin seringnya buku itu berpindah tangan dan tak kutahu kemana jejaknya. Padahal di buku itu juga tertulis rencana jangka panjangku mengenai kehidupanku ini.

Namun lagi-lagi akupun meyakini kalau selama darahku terus bisa mengucur aku pasti akan bisa menghasilkan tulisan lagi..

Ketika akau mengarungi dunia mahasiswaku sempat kutenggelam dalam rutinitas kemahasiswaaanku, dengan buku teks kuliah, tugas, organisasi kampus, dll. sampai aku meninggalkan hobi mendasarku ini. Sampai ketika aku dikirim kampusku untuk pertukaran mahasiswa ke UGM Yogyakarta selama satu semester… gairah menuliskupun semakin kencang… semakin banyak buku-buku sastra yang kulahap, kuikuti beberapa seminar & pelatihan jurnalistik.. ku abadikan kisah studiku dalam secarik kertas.. sampai pernah juga tulisanku habis dikritik teman kampusku di UGM karena terlalu ekpose. namaun begitulah darah penulis yang tak pernah lekang dengan sinisme.

sekarang di dunia kerjaku ini. mampukan aku seproduktif dulu lagi????
dengan segala rutinitas pekerjaan yang luar biasa menumpuk, sempatkah akau menggoreskan penaku lagi???

Namun lagi-lagi akupun meyakini kalau selama darahku terus bisa mengucur aku pasti akan bisa menghasilkan tulisan lagi..

Kategori:Artikel bebas
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: