Beranda > Artikel bebas, Kehidupan > Bertarung Dengan Kesibukanku

Bertarung Dengan Kesibukanku

Keluh kesah ini terjadi ketika kepenatan pekerjaan yang terus menghantuiku, sehingga langsung alam melankolisku berkata demikian.

JUJUR saja aku katakan bahwa pekerjaanku memang super sibuk. Awalnya aku masuk Telkomsel terasa sangat santai karena banyak waktu luang, namun lama kelamaan aku mulai merasakan ritme kerja yang memang sangat pantas bagiku.. sepertinya aku sudah gila kerja (work alcoholic). Sampai di Kantor jam 8 pagi pulang jam 8 malam. Jiwa kerja kerasku yang sudah tertananam dari kecillah salah satu fakctor pendukungnya, kiamat rasanya bila sedetikpun aku tidak ngapa-ngapain. Lebih baik aku mengerjakan hal lain, atau sekedar membalas email-email yang masuk..Pekerjaanku adalah sebagai staff finance & administration, namun pada kenyataannya aku terjun hampir ke semua lini: sales, loyalty, customer service, dll. Awalnya sih aku terkejut dengan tuntutan pekerjaan yang harus aku lakukan, awalnya sedikit jengkel, karena bos baruku selalu bertanya kepadaku mengenai segala sesuatu. Namun lama kelamaan baru aku sadari bahwa perusahaan maju karena sinergi & integrasi. ”kamu harus bisa menguasai semua bidang jika karirmu ingin cepat naik, jangan terpaku dengan job des saja” itulah sepenggal kalimat yang pernah dilontarkan bosku. Bener juga sih, karena itulah aku jadi semangat & terus menikmati pekerjaanku ini.Belum lagi aku harus membagai waktu dan perhatianku antara pekerjaan dengan Studi. Maklum aku juga sedang menyelesaikan studi master di Unpad Bandung. Aku berusaha menikmati setiap titik kehidupan yang kujalani ini. Meski kadang terasa lelah, namun aku harus kuat. ”ayo harry, kejar impianmu yang begitu banyak itu” ya, bisikan kalimat inilah yang terus terdengar di telingaku. Maklum dengan tipe futureristik, aku memiliki banyak impian dan angan ke depan.Apakah karena aku masih muda, makanya aku seperti ini, bagaimana jika aku berkeluarga kelak, memiliki istri & anak-anak yang butuh perhatian. :Itu perkara nantilah” sepintas ku berpikir. Namun mau tidak mau aku juga harus menjagi tubuh yang tercipta dari tanah ini tuk tetap fit di masa-masa yg akan datang, mau ga mau aku harus memikirkan masa depanku.. maukah aku bertubuh renta sementara anak-anakku masih sangat ingin bermain denganku?? Tentu aku tidak mau hal itu terjadi padaku.Namun diatas semua itu aku masih bisa mensyukuri setiap hal yang terjadi didalam hidupku ini. Rasa syukur inilah yang membuatku bisa melalaui semuanya ini. Terimakasih Yesus. Engkau sungguh baik dalam hidupku.. ajar aku untuk selalu bersyukur…
Sukabumi, 23 Mei 2007

  1. Oktober 23, 2012 pukul 1:54 am

    I have fun with, cause I found just what I
    used to be having a look for. You have ended my four day lengthy hunt!

    God Bless you man. Have a nice day. Bye

    Barbara

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: