Beranda > Cinta, Diary, Kehidupan > Catatan Awal Tahun

Catatan Awal Tahun

Awalnya sih aku ingin menikah muda. Namun aku sudah membangun tekat sejak awal bahwa aku harus bisa meraih cita-citaku kedepan

SELAMAT datang tahun 2007. Di awal tahun ini resmi umurku 23 tahun, 3 bulan, 16 hari. Umur yang masih relatif muda memang. Namun selama itu pula aku sudah melalui banyak hal. Suka dan duka. Tahun 2007 membukakan satu tabir baru dalam kehidupanku ini. Diawali dengan kedatangan orang tuaku untuk bertahun baru di Sukabumi.

Sungguh suatu kebanggaan bagiku mampu mengundang orang tua & kakak-kakakku datang kesini. Aku bisa menunjukkan kalau didalam keluarga simbolon ada kemajuan sedikit. Untuk sekedar diketahui bahwa dalam adat Batak biasanya orang tua akan sangat sungkan bertamu ke rumah anaknya jika belum berkeluarga.

Diawal tahun ini pula aku resmi berumur 6 bulan di PT Telkomsel. Perusahaan yang kunaungi sekarang ini. Aku sungguh bersyukur kalau Tuhan bisa menempatkanku di perusahaan ini. Tidak hanya karena aku mendapatkan gaji yang relatif besar bagiku seorang. Namun juga menjadikanku mampu mengekspresikan bakat dan talentaku dalam memanage perusahaan. Di Telkomsel SO Sukabumi aku diberikan kebebasan mengekspresikan diri sebagai STAFF KEUANGAN DAN ADUM. Namun demikian kalau aku boleh menoleh kebelakang, sangat sulit memang memulainya. Inilah salah satu titik lemahku. Aku susah memulai. Banyak penyesuaian-penyesuaian yang harus terjadi, adaptasi, perubahan pola pikir, perubahan gaya bicara. Kemampuan menyelesaikan masalah. Dan yang paling penting penyesuaian akan budaya setempat. Namun meskipun banyak penyesuaian yang aku alami aku masih akan tetap bersyukur karena aku masih bisa menjadi diriku sendiri. Begitu juga dengan hubungan asmaraku.

Meskipun aku sudah berteman lama dengan kekasihku, namun di awal tahun ini hubungan asmara kami baru resmi menginjak 2 Bulan 7 hari. Maklum selama ini hanya sekedar teman tapi mencoba mesra. Heeeeee. Kami berdua sudah sepakat untuk mengikat komitment bersama bahwa kami serius dalam menjalin hubungan ini. Rencana demi rencana kedepanpun sudah sering kami diskusikan, bahkan masalah yang sangat privasi sekalaipun sudah menjadi bahan perbincangan kami sehari-hari.

Memang umur yang masih sangat muda ini belum bisa menjadi jaminan untuk kami berpikir lebih matang ke depan. Namun kami berdua yakin dan percaya ketika komitment kami tidak hanya sekedar kandans di tangan kami berdua tapi kami ungkapkan sebagai komitment bersama dihadapan Tuhan. Semoga Tuhan berkenan. Awalnya sih aku ingin menikah muda, mengingat keinginan kelak menyekolahkan anak tinggi-tinggi. Hingga masih ada waktu untuk mencari uang untuk anak sekolah kelak. Namun waktu berbicara lain. Meskipun aku sudah memiliki calon pasangan hidup. Namung kedewasaan berpikir ikut  mencampuri pemikiran awalku. Aku harus mandiri dulu untuk start point memulai kehidupan rumah tanggaku. Dan tentunya dituntut suatu kedewasaan matang yang sampai saat ini aku rasa masih perlu aku pelajari lagi.

Diawal tahun ini juga, karir pendidikanku terus terbuka ketika aku diterima menjadi calon mahasiswa di Program Magister Akuntansi Universitas Padjajaran Bandung. Berat memang menjalain pekerjaan sambil berkuliah. Namun aku sudah membangun tekat sejak awal bahwa aku harus bisa meraih cita-citaku kedepan. Aku pikir kesempatan terbuka lebar kedepan. Dengan financial yang memadai, kondisi fisik yang masih fress, tanggungan belum ada. Ini merupakan suatu opportunity besar bagiku untuk melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya. Selama dua tahun kedepan aku sudah merencanakan strategi perkuliahan yang seobjektif mungkin. Sembari menggali ilmu pergaulan dan bisnis real ditengah kancah pergaulan kota Bandung. Harry Andrian Simbolon, SE., M.Ak., Ak., CPMA., BAP., CIA. Wah keterlaluan memang. Sepertinya ga akan mungkin tercapai. Namun inilah target jangka panjang pendidikanku dalam 6 tahun kedepan. Kalau secara logika M.Ak bisa kuselesaikan 1,5 tahun, Ak 1,5 tahun, CPMA ½ tahun, BAP ½ tahun, dan CIA ½ tahun. Total 4.5 tahun, dengan deviasi 1.5 tahun saya pikir target ini masih sangat logis. Semoga Tuhan memberkati planingku ini. Hanya mungkin yang menjadi kendala paling berat adalah financial.

Rencana jangka panjangpun kemudian terbentang lebar. Aku sangat ingin kembali ke dalam lingkungan akuntansi dan audit. Semoga jenjang pendidkanku ini membuka jalan kearah tersebut. Sungguh tahun 2007 mambawa satu harapan cerah didalam hidupku ini. Menjadi seorang Harry Andrian Simbolon yang lebih dewasa, lebih bijaksana, lebih arif. Adalah target jangka menengahku. Meskipun salah satu penelitian mengatakan bahwa perubahan diri hanya bisa dicapai 2 % saja, namun aku yakin selagi aku punya niat dan tekat kuat untuk maju dan menjadi lebih baik, aku yakin aku pasti bisa. Prinsipku: Hidup ini harus ada target dan tujuan agar hidup ini lebih terasa bermakna dengan usaha dan perjuangan meraihnya.

Kategori:Cinta, Diary, Kehidupan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: