Beranda > Cinta, Puisi > Cemaraku

Cemaraku

Pusi ini kuberikan di hari natal kami pertama. kuberikan padanya sebuah pohon natal mungil nan indah. kuharap pohon natal dan cahayanya bisa menyejukkan hatinya dikala ku tak disampingnya.

KU terinspirasi oleh cemara akan cinta yang sedang kujalani
Aku tahu bahwa dalam menjalin hub ini, kami banyak merasakan suka dan duka
Kusadari bahwa kami masih harus menyesuaikan sikap kami masing2
Kami juga banyak mengalami terpaan masalah dan konflik.
Namun satu yang aku juga baru sadari bahwa disamping rumahku
Tumbuh pohon cemara yang sangat tinggi nan megah
Lagipula inilah saat natal yang ditunggu banyak orang
Saat ini pulalah kumenyatakan lukisan perasaanku
Sebagai hiasan di pohon cemaraku
Kuterinspirasi tuk menyimbolkan cintaku seperti cemara itu
Terukirlah sebuah sajak cinta dibuku diaryku:

Kuingin terang pohon ini terus bercahaya
Layaknya sayang kita yang terus membara
Seperti pohon cemara yang terus tumbuh menjulang tinggi
Ku pun berharap cinta kita kan terus abadi keesokan hari
Laksana cemara yang kokoh meski badai, topan menerjang
Ku pun berdoa semoga kasih kita tumbuh tegar berkumandang

Kategori:Cinta, Puisi
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: