Beranda > Diary, Kehidupan > SMA Yang Menelurkanku

SMA Yang Menelurkanku

gwDengan NEM (Nilai Ebtanas Murni) yang pas-pas-an dari SMP yang juga pas-pas-an aku mencoba memasukkan lamaranku ke SMA Negeri di Tebing Tinggi, yang konon katanya sekolah yang banyak menghasilkan orang sukses. Pada formulir pendaftaran tertulis 3 pilihan SMA, maka aku pilihlah secara berurutan SMA 2, SMA 1. & SMA 3.

Ku memilih SMA 2 karena waktu itu aku masih yakin bahwa SMA ini lah yang the best di Tebing Tinggi. Tapi ga tahu kenapa ketika formulir itu aku bawa ke rumah dan di baca orang tuaku. Langsung digantinya urutan pertama dan kedua pilihanku itu. Jadilah SMA 1 menjadi pilihan pertamaku. Mau tak mau aku harus mengikuti karena dialah yang membayar uang sekolahku kelak. Mau kutolak matilah aku nanti, bisa ga sekolah. 

Pun pengumuman tiba, tak kusangka namaku berada diurutan ke 39 berdasarkan NEM tertinggi yang diterima. W..O..W.. pikirku.. aku ingat sekali urutan ke 40 nya adalah Teresia Natalia Putri (alumni Psikologi USU), dan yang tak kusangka lagi ternyata 40 urutan teratas langsung didaulat masuk menjadi kelas unggulan. W..O..W..  sekali lagi kataku aku menjadi orang terbodoh kedua di kelas ini sekaligus orang ke 39 terpintar di sekolah ini diantara empat ratusan siswa baru lainnya. 

Tak anyar setiap pelajaran yang kuikuti aku hanya menjadi penonton budiman, namun mau ga mau aku harus belajar. “Sampai kapan kau mau jadi komentator Harry, jadi Player dong”, kata hatiku berbicara demikian. Rapor Cawu I keluar dan kulihat aku berada diurutan belasan. “ternyata aku ini ga bodoh amat kok” pikirku demikian. 

Sungguh masa SMA adalah masa yang sangat Indah. Disinlah aku mengenal rokok, judi, obat, dan tentunya Cinta. Namun disini juga aku mengenal Tuhan melalui perjumpaanku denganNya. Sungguh mengagumkan perjalan hidupku ini. 

Hanya sekali ku kelipkan mataku aku bisa mendapatkan wanita… W..O..W..  lagi…. apakah ini yang dikatakan cinta monyet????? Apalagi ketika aku sudah menjadi senior, sangat gampang mendapatkan adik kelas…. maklum senior ga pernah salah.. 

Masa SMA kuikuti dengan berbagai kegiatan ekschool: OSIS, Pramuka, Taekwondo, PMR, PKS, dan yang terakhir Persekutuan Siswa Kristen. Belum lagi kursus dan bimbingan. Pokoknya setiap hari aku selalu nyampe malam di rumahku karena semua aktivitasku semua itu. Namun meskipun aku sibuk toh pelajaranku tidak pernah kutinggalkan. 

Kelas yang sangat mengagumkan dengan masing-masing keunikannya. Kuingat takkala wali kelasku bu Elfrida kami masih bisa bermain undi uang – tuokkah namanya?? (maaf aku lupa namanya, maklum sudah lama tinggal di luar Sumatera), namun ketika wali kelas kami bu Xina.. (eh maaf bu Sitanggang) mau ga mau kami harus lebih ekstra lagi.. kalau tidak habislah nanti tanganku dilibasnya. tapi teuteupppppppp kok nilai matematikku masih 9. 

Ada Tingkep sang ketua kelas yang bisa diajak nego, sanggam si bandel namun berpikir  filsuf, Andreas si pintar namun lugu, donal – jayen sang pendatang baru, si Brilian Hamid yang sekarang jadi tukang listrik, kalau dia koleps listrik seluruh Riau bisa mati lampu. Si Rokon yang selalu ngomong jorok. Dodi si Playboy. Oh yang lebih lucu lagi si Hendrik, yang sedikit aneh karena sifatnya susah ditebak, namun ternyata sering ngintip CD-nya si Putih – Rida. Belum lagi si Yasser yang sok cool, padahal…. gw tahulah yang ada di pikirannya. dan masih banyak lagi wnita-wanita penghibur lainyya. he..he – emangnya basket ada cheerleader  nya. Ahhhhhh… pokoknya lucu deh… 

Dikelas tiga, ada Paul (sekarang di BRI Parapat) Chris Luis (selenge’an yang tak jelas sekarang dimana) dan Joko (diterima di Kedokteran USU, tapi ga tahu bisa lulus ga ya). Kami berempat inilah yang menjadi teman sejoli, kadang bandel, kadang sok rohani. 

Namun tak kusangka kebandelanku ini hanya bertahan sebentar saja, ketika kelas 3 si Harry berubah nama menjadi si pendeta dengan tampilan yang sok coolnya… ya…. beginilah panggilan Tuhan Itu. Aku terlibat di PSK SMA  takkala aku hampir meninggalkan SMA. Namun aku masih harus tetap bersyukur dengan segala yang pernah terjadi di hidupku sekarang ini. 

Namun siapa sangka sekarang ini alumni SMUNSA yang satu ini bisa bertahan hidup di perantauan, bahkan telah menginjak beberapa negara tetangga. Apalagi karena SMUNSA aku bisa melanjut ke S2 seperti sekarang ini. Oh so amazing sekolah yang telah berhasil menelurkanku seperti sekarang ini.

  1. py
    November 3, 2007 pukul 2:51 pm

    ye….sok dikagumi wanita…………….. :]
    syukurnya dah bertobat ya mas……
    Jesus bless you

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: