Beranda > Artikel bebas, Diary, Kehidupan, Kristen, Mimpi, motivasi > Ambisi: Change the World

Ambisi: Change the World

GWGWYa Tuhan, jikalau sekiranya mungkin tempatkanlah aku pada posisi yang sangat tepat buatku. Aku ingin hidupku menjadi kitab terbuka yang dapat di baca setiap orang. Aku ingin hidupku berarti bagi banyak orang. 

 

Ketika aktif di Persekutuan Mahasiswa Kristen di masa mahasiswa dulu aku teringat sekali dengan satu pernyataan yang dilontarkan seorang Pengkotbah : “Jika engkau ingin merubah dunia, ubahlah dulu negaramu; jika engkau mau mengubah negaramu, ubahlah terlebih dahulu kampusmu, jika engkau ingin merubah kampusmu ubahlah dulu dirimu sendiri”. Kalimat ini sungguh sangat menyentuhku. Hari demi hari kurenungkan kalimat ini, sampai suatu hari tepatnya tanggal 18 November 2005 kutorehkan penaku diatas diaryku sebagai suatu komitment bahwa aku akan membawa perubahan di dunia ini kelak. Aku harus belajar merubah diriku terlebih dahulu.

 

 ”Aku ingin sekali hidupku dapat berarti bagi banyak orang” Kalimat inilah yang kulontarkan ketika aku ditanya kenapa mau bekerja di Telkomsel ketika seleksi karyawan baru di Telkomsel. Interviewernya malah balik bertanya ”emang perusahaan ini tempat sumbangan apa?” aku jelaskan balik. ”Ya, mungkin dengan memperoleh gaji lebih banyak aku bisa berikan/bagikan ke lebih banyak orang lagi, lagi pula Telkomselkan perusahaan besar yang melayani banyak pelanggan (sekitar 20% penduduk Indonesia), tentu saya sangat bangga membantu banyak orang dengan bekerja di Perusahaan ini. Entah mungkin karena pernyataan inilah aku diterima di Perusahaan ini, namun benar hal itu kuutarakan dari lubuk hatiku. 

Pada saat diaryku ini kutulis aku sedang menganggur karena baru saja Wisuda, menanti panggilan kerja meneleponku. Dalam tulisan di diaryku itu ku tuliskan: ” Ya Tuhan, jikalau sekiranya mungkin tempatkanlah aku pada posisi yang sangat tepat buatku. Aku ingin hidupku menjadi kitab terbuka yang dapat di baca setiap orang. Aku ingin hidupku berarti bagi banyak orang” Kemudian angan mulai terbujur ke depan, segudang mimpi, angan-angan dan ambisi satu persatu mulai bermunculan. Kupungut satu persatu angan itu dan kutorehkan di diaryku dengan rapi: 

Mimpiku:

1.      Aku ingin punya jaringan bisnis yang tersebar merata diseluruh pelosok negeri. Bisnis yang bergerak dalam segala bidang yang menerapkan nilai-nilai kemanusiaan. Setiap unit bisnis akan memiliki kebebasan untuk berekspresi, damai & bebas memeluk keyakinannya. Setiap unit bisnis wajib memberikan perpuluhan 10% dari Laba Bersih sebelum pajak. Perpuluhan itu merupakan Corporate Social Responsibility (CSR) yang diberikan kepada kaum tak mampu. Rincian bisnis kutuliskan di bawah.

2.      Kudirikan pusat pendidikan dari SD sampai dengan Perguruan Tinggi yang merupakan tempat penempatan orang-oprang pintar dari seluruh pelosok Indonesia yang akan memimpin negeri ini kelak. Sekolah ini tidak memungut biaya apapun Operasional sekolah ini dibiayai oleh semua Group industri.

3.      Semua Transaksi Bisnis menggunakan Rupiah.

4.      Semua bahasa dan aksara yang digunakan adalah bahasa Indonesia.

5.      Strategi Pemasaran setiap unit bisnis menggunakan pola ”Membeli dengan Memberi”

6.      Karyawan lini bawah mengunakan anak jalanan (anjal) dan anak putus sekolah yang sebelumnya telah dididik dan dilatih di pusat pendididkan khusus bagi mereka.

7.      Pendirian Learning Center sebagai pusat pengembangan SDM bagi seluruh unit bisnis. Learning Center ini juga dapat bekerjasama bersama negara dan swasta lainnya untuk membantu mencerdaskan bangsa.

8.      Mendirikan Pusat Olahraga Tersendiri. Pusat Olahraga ini menjaring anak-anak berbakat dari seluruh pelosok negeri untuk dibina dan dilatih. Kelak Pusat Olah raga ini menjadi sumber penghasil banyak mendali emas Olimpiade.

9.      Menempatkan Pusat Binis di Pulau Sumatera & Indonesia Timur.

10.  Secara Periodik Memberikan bantuan beasiswa kepada Putra-putri Indonesia terbaik untuk melanjutkan studi ke negara – negara maju. 

Beberapa Proyek Raksasa Unggulan:

  1. Produsen Alat-alat angkatan udara, darat dan laut
  2. Produsen CEO bermoral tinggi
  3. Indonesia menjadi Negara maju
  4. Yayasan pengelola perpuluhan dari setiap unit bisnis/CEO yang ada. Dananya akan disalurkan pada sektor-sektor Vital. 

Bidang Usaha:

  1. Bank
  2. Telekomunikasi
  3. Pertambangan dan Eksplorasi BBM
  4. Transportasi darat, laut dan udara (Produsen & Jasa)
  5. Media
  6. Konstruksi
  7. Pertanian & Perkebunan
  8. Kehutanana Industri & Pariwisata
  9. Jaringan Rumah Sakit
  10. Pendidikan (Pengecualian karena gratis)
  11. Produsen bahan konsumerisme
  12. Perikanan dan kelautan
  13. Produsen hardware & Softwere komputer
  14. Pusat Pengembangan SDM (rent) 

Ya Tuhan. Sekiranya mungkin ijinkanlah mimpi ini menjadi kenyataan.

  1. Parna
    Oktober 30, 2007 pukul 7:46 am

    wah, mantap lae, kudoakan semoga mimpi lae tercapai.

  2. Anugerah
    Oktober 30, 2007 pukul 7:54 am

    Visi yang sangat luar biasa.
    jarang ada orang yang punya visi seperti ini. tetap semanagt bang dalam meraih visi tersebut.

    Abang harus erus berkarya agar Visi tersebut tercapai.

  3. Rossa
    Oktober 31, 2007 pukul 2:03 pm

    Pertama kali ada baiknya kalau aku memperkenalkan diri, namaku Rossa.

    Aku harus akui, aku terkesan dengan blog kamu ini. Hari ini, waktu aku berada di pesawat dengan tujuan Banda Aceh, aku membaca salah satu koran lokal di Medan, aku tertarik dengan beberapa artikel yang membahas tentang kondisi pemerintahan, politik, ekonomi, DPR, dan beberapa artikel yang cukup ringan untuk di baca. Lalu, aku merenung sejenak, mencoba menempatkan diriku dalam wadah yang cukup besar dalam negeri ini. Hatiku ciut waktu aku melihat tidak banyak yang bisa ku beri untuk bangsa ini. Hatiku berbicara padaNya, mampukah aku memberi arti bagi bangsa ini, aku menangis dan sedih, aku terus berbicara dalam hati padaNya. Lalu aku berkata dalam hatiku “Berdoalah senantiasa buat bangsa ini, dan bekerjalah dengan tekun dari setiap hal yang Tuhan percayakan dalam hidupmu dan bri yang terbaik dari dirimu buat orang2 di sekitarmu!” Aku bukan ingin memberi komentar apa pun untuk blog kamu, tapi aku merasakan, mungkin ‘sedikit’ dari apa yang kamu rasakan atau alami melalui artikel ini. Mari berjuang demi bangsa ini!

    Harry: Met kenal Juga Rossa. Mari Bersama membangun bangsa melalui talenta yang dipercayakan Tuhan kepada kita.

  4. Golda
    Januari 13, 2010 pukul 10:25 am

    Inspiratif banget pak. Terus berjuang untuk mencapai itu semua.

  1. Januari 9, 2008 pukul 9:06 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: