Beranda > Bisnis Manajemen > Employee Empowerment

Employee Empowerment

Tulisan ini telah dimuat di majalah Signal Edisi November 2007 

Karyawan adalah Asset Perusahaan, tanpa karyawan operasi perusahaan tidak mungkin berjalan, maka selayaknyalah karyawan menempati prioritas utama dalam perusahaan.

TEKNOLOGI yang digunakan oleh masyarakat menuntut kualitas pekerja tertentu untuk dapat mengoperasikan teknologi tersebut secara efektif. Pada gilirannya, tipe pekerja menentukan cara pengelolaan yang mampu menjadikan pekerja tersebut memanfaatkan secara optimum kompetensi mereka dalam mengoperasikan teknologi tersebut untuk menghasilkan value bagi customers. Pemberdayaan karyawan dilakauakan di dalam organisasi perusahaan  dengan fokus ke penambahan value added bagi customers. Untuk kepuasan cutomer-lah pada dasarnya pemberdayaan kayawan ditujukan.  Smart Technology Pergeseran teknologi yang digunakan oleh masyarakat merupakan pemicu timbulnya kebutuhan untuk memberdayakan karyawan, agar seluruh sumberdaya yang dikuasai oleh organisasi dapat dimanfaatkan secara produktif di dalam menghasilkan produk dan jasa bagi customer. Sejak pertengahan abad ke dua puluh, masyarakat mulai meninggalkan hard automation ke smart technology di dalam memenuhi kebutuhan produk dan jasa. Menurut sifat dasarnya, smart technology hanya produktif di tangan knowledge workers. smart technology hanya dapt dioperasikan oleh pekerja yang menguasai perangkat lunak yang digunakan untuk menjalankan perangkat keras. Namun penguasaan perangkat lunak belum juga memadai, pekerja harus menguasi pengetahuan untuk menciptakan produk dan jasa melalui smart tecnology tersebut.  Karakteristik smart technology yang menuntut pemekerjaan knowledge workers agar produktif  tersebut memerlukan pemberdayaan karyawan sebagai pendekatan pengelolaan sumber daya manusia yang pas dengan teknologi tersebut. Pendekatan pemberdayaan karyawan akan memberikan keleluasaan bagi knowledge workers dalam memanfaatkan pengetahuaannya untuk menciptakan produk dan jasa yang mampu menghasilkan value bagi customer. Di samping itu, pemberdayaan karyawan memberikan keleluasaan kepaada knowledge workers untuk akses ke pusat informasi perusahaan, sehingga memampukan nmereka mengambil keputusan dalam merespon dengan cepat perubahan kebutuhan customers.  Knowledge Workers Siapakah knowledge workers? Knowledge workers adalah pekerja yang memiliki keterampilan tinggi; disamping itu mereka mempunyai pengetahuan tinggi yang diperoleh dari pendidikan formal, dan kemampuan untuk belajar serta untuk memperoleh tambahan pengetahuan. Knowledge workers adalah orang yang memanfaatkan pengetahuaannya untuk memeberikan nilai tambah dengan menggunakan smart technology tersebut.  Oleh karena pemanfaatan smart technology semakin meluas di masa depan, knowledge workers akan semakin dominan di dalam menghasilakn produk dan jasa bagi customer. Dengan demikian intelectual assets menjadi kekayaan terpenting organisasi perusahaan di masa depan. Pemberdayaan karyawan merupakan pendekatan pengelolaan sumberdaya manusia yang pas dengan karakteristik pekerja yang akan dominan di masa depan. Di samping itu, pemberdayaan karyawan adalah pas dengan karakteristik pekerja yang tidak dapat diawasi pekerjaannya melalui supervisi sebagaimana yang diterapkan kepada pekerja dalam hard automation eraParadigma Pemberdayaan Karawan Pemberdayaan berarti memampukan (to enable), memberi kesempatan (to allow) atau mengizinkan (to permit) , yang dapat diartikan baik melalui inisiatif sendiri atau dipacu oleh orang lain. Pemberdayaan karyawan berarti memampukan dan memberi kesempatan kepada karyawan untuk merencanakan, mengimplementasikan rencana, dan mengendalikan implementasi rencana pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya atau tanggung jawab kelompoknya. Ditinjau dari sudut pandang manajer, pemberdayaan karyawan merupakan proses pemberian kesempatan kepada karyawan untuk memampukan diri karyawan dalam merencanakan dan mengendalikan implemntasi rencana pekerjaan yang menjadi tanggung jawab karyawan. Perwujudan pemberdayaan karyawan menyangkut dua pihak: 1.      manajer yang bertanggug jawab untuk menjadikan karyawan berdaya, dalam arti karyawan dapat dipercaya dan diandalkan oleh manajer untuk melaksanakan pengambilan keputusan yang sebelumnya dilaksanakan oleh manajer. 2.      karawan yang bertanggungjawab untuk menjadikan dirinya berdaya, dalam arti dapat menumbuhkan kepercayaan di dalam diri manajer bahwa ia dapat dipercaya untuk melaksanakan pengambilan keputusan yang sebelumya tidak pernah dilakukannya. Oleh karena itu, dalam menerapkan pemberdayaan karyawan yang perlu dibangun adalah mindset manajer dan mindset karyawan. Untuk dapat optimum, manajer perlu mengubah mindset mereka di dalam memandang karyawan, agar pas dengan smart technology yang digunakan oleh organisasi, serta karakteristik pekerja dan pekerjaan mereka. Perwujudan Pemberdayaan Karyawan ke Dalam Sistem Manajemen Organisasi pada dasarnya merupakan wealth creating intitution. Oleh karena itu, setiap anggota organisasi pada dasarnya memiliki tanggung jawab untuk menambah nilai (value adding role). Knowledge workers bertanggung jawab untuk mengunakan knowledge yang mereka kuasai dengan smart technologi yang disediakan oleh organisasi untuk memproduksi produk dan menyediakan jasa yang menghasilkan value bagi customer secara effective.  Dengan demikian knowledge workers melaksanakan perannya sebagai penbambah nilai, sehingga organisasi perusahaan  dapat berfungsi sebagai wealth-creating institutionTerdapatnya empat perubahan organisasi  masa depan yang dilandasi oleh mindset pemberdayaan karyawan:1.      Struktir organiasi menjadi lebih datar. Oleh kareana pemanfaatan shared database memungkinkan organisasi melakaukan information sharing diantara anggota organisasi, smart technologi memberikan kesempatan kepada karyawan untuk akses ke pusat informasi organisasi perusahaan.2.     Kembalinya fungsi dasar organisasi sebagai  destabilizer. Sebagai destabilizer, organiasi harus secara sistematik melakukan pendobrakan terhadap segala proses dan sistem yang mapan, untuk digantikan dengan sistem dan proses yang mamapu menghasilakn produk dan jasa yang lebih berkualitas, lebih dapat diandalkan, lebih cepat, dan lebih cost effective.3.     Deskripsi jabatan menjadi tidak diperlukan. Jika pekerjaan knowledge workers bersifat kreatif, perubahan akan senantiasa terjadi di dalam organiasi masa depan. Oleh karena itu, sulit atau hapir dapat dikatakan tidak mungkin membuat job describtion untuk karyawan semacam itu.4.     berkembangnya jaringan organisasi untuk memenuhi kebutuhan customers yang semakin kompleks. Organiasi bisnis masa depan akan memfokukan aktivitasnya ke core competency-nya saja. Sebagai akibatnya, aktivitas yang bukan menjadi kompetensi unggulannya diserahkan kepada mitra bnisnisnya. Pengelolaan Knowledge Workers Oleh karena knowledge workers memeiliki karakteristik pekerjaan yang sagat berbeda dengan pekerjaan pekerja yang mengoperasikan teknologi hard automation. Terdapat tiga konsep dalam menerapakan knowledge workers ini:1.      Subsidiarity dan peran manajer. Dalam Subsidiarity, control dilakukan setelah peristiwa terjadi. Manajer meletakkan kepercayaan kepada individu atau kelompok selamanya, kecuali jika mereka terbukti tidak dapat dipercaya. 2.     Wewenanag. Karir personnel tidak lagi berupa tangga peran menuju ke jenjang yang lebih tinggi, namun berupa reputasi yang berkembang dari keberhasilan seseorang dalam menjadikan berbagai hal terlaksana dengan baik. Pengaruh – bukan wewenanag – yang mendorong maju organiasi masa depan3.     Leadership for everybody. Dalam organiasi masa depan, setaip karyawan adalah leader. Dengan portensi leadership-nya, karyawan menggunakan kompetensi dan keterampilan dalam menerapkan knowledge-nya untuk mengahasilkan value bagi customer. Organiasi masa depan berubah menjadi responsibility-based organization – suatu organisasi yang setiap anggotanya bertanggungjawab dalam menjadikan organisasinya sebagai wealth-creating institution.  Sumber daya manusia perusahaan memiliki potensi yang menunggu untuk dikembangkan dan difokuskan, sehingga pengetahuan yang dimiliki oleh sumber daya manusia dapat secara produktif dimanfaatkan untuk menghasilkan value terbaik bagi customers.  Pemberdayaan karyawan akan berhasil jika dilaksanakan melalui pembentukan mindset yang semestinya, baik di dalam diri manajer maupun didalam diri karyawan. Di dalam diri manajer perlu ditanamkan keyakinan dasar bahwa : (1) karyawan adalah manusia, (2) orang pada dasarnya baik, (3) birokrasi membunuh inisiatif, (4) tugas manajer adalah menyediakan pelatihan, teknologi, dan dukungan bagi karyawan. Disamping itu, manajer perlu menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan kerendahan hati. Di lain pihak, dalam diri karyawan perlu ditanamakan keyakinan dasar bahwa: (1) pemberdayaan karyawan hanya terwujud berdasarkan kepercayaan yang tumbuh dalam diri manajer terhadap karyawan, dan (2) kepercayaan manajer terhadap karyawan  tumbuh karena kompetensi dan karakter yang dibangun dalam diri karyawan. Di samping itu, dalam diri karyawan perlu ditanamankan nilai-nilai: kejujuran, integritas, mental berlimpah, dan kesabaran dalam mewujudkan visi.  

Kategori:Bisnis Manajemen
  1. antibatakislam
    November 11, 2007 pukul 11:26 am

    😀

  2. antibatakislam
    November 11, 2007 pukul 11:26 am

    :p

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: