Beranda > Budaya, Pariwisata, Traveling > Ooh Danau Tobaku….

Ooh Danau Tobaku….

Danau Toba

Saya punya satu mimpi, bahwa kelak Danau Toba akan menjadi Ikon Pariwisata utama Indonesia bahkan dunia. Yang terjadi selama ini adalah ada segelintir orang yang membiarkan keaadaan danau toba tetap seperti ini, atau bahkan semakin terpuruk.

O Tao Toba
(Nahum Situmorang)
Angka dolok natimbo, do manghaliangi ho;
O Tao Toba na uli;
Tapianmu na tio, i tong-tong dibahen ho;
dalan lao tu pulomi.
Haumana tung bolak, adaranna pe lomak;
di pangisi ni luatmi;
Pinahanna pe rarak, pandaraman pe bahat;
na humaliang topimi.
Reff: O Tao Toba, raja ni sudena tao;
Tao na sumurung na lumobi ulimi;
Molo huida rupami sian na dao;
Tudos tu intan do denggan jala uli.
Barita ni hinaulim di tano on;
Umpama ni hinajogim di portibi on;
Mambahen sihol saluhut ni nasa bangso;
Memereng ho, o Tao Toba na uli.

Sungguh indah lagu ini memang, andai keadaan Danau Toba saat ini masih seperti yang digambarkan Nahum Situmorang dalam lagunya itu.

Setiap pulang kampung ke Humbang ketika kecil aku selalu terkagum – kagum dengan Danu Toba, dengan keindahan alamnya, kebersihannya, dan tentunya para turisnya. Aku selalu menangis bila kami tak mampir sebentar saja di Danau Toba. Apalagi kami memang hidup dari Danau Toba ini, maklum kami (dan juga sebagian besar masayarakat Kab Tobasa dan Kab Batu Bara lainnya) dibesarkan oleh PT Inalum yang sangat mengandalkan debit air Danau Toba ini.

Keindahan alam Danau Toba ini sungguh tak diragukan lagi, bahkan para pengamat duniapun sepakat mengatakan Toba is amazing Lake. Tak anyar ketika tahun tujuh puluh sampai Sembilan puluhan Danau Toba menjadi primadona situs wisata Indonesia. Merangsang peningkatan pendapatan perkapita masyarakat sekitar, bermunculan usaha usaha baru, kemahiran berbahasa Inggris bagi pendidikan setempat, dan lain sebagainya.

Namun, semua itu tinggal kenangan saja, aku pun tak tahu kenapa bisa jadi seperti ini. Kalau dibilang karena PT Indorayon, ada benarnya juga, karena jelas dulu banyak kerusakan lingkungan yang disebabkannya, kalau dibilang masyarakat setempat yang membuatnya, ada benarnya juga karena dengan seenaknya masyarakat membangun keramba ikan dimana-mana sehingga kotorannya dan tampilannya sungguh mengganggu, belum lagi perambahan hutan untuk mengambil kayu dan membuat ladang oleh penduduk yang jelas jelas berakibat pada rusaknya ekosistem, atau karena pemerintah daerah setempat yang memang sengaja membuatnya seperti itu. Ah, kalau mencari kesalahan memang sangat gampang.

Tapi saya bukannya mau menyalahkan orang, tapi saya mengajak para pembaca untuk bersama-sama peduli pada ikon kebanggan masyarakat Sumatera Utara ini. Kalau bukan kita siapa lagi yang mau peduli.

Mari kita melihat multiplier effect dari kerusakan danau toba ini:

  • Bayangkan dampaknya apabila keadaan danau semakin jelek, otomatis pengunjung semakin sedikit, dampaknya lagi pendapatan masyarakat juga semakin berkurang, atau malah usahanya menjadi gulung tikar, lebih parahnya lagi daerah wisata akan lebih sepi.
  • Contoh lainnya apabila hutan rusak, otomatis daya serap tanah berkurang, kemudian terjadi longsor, dampaknya lagi tempat tinggal atau usaha masyarakat setempat bisa ikut kena longsor, alhasil masayarakat tidak mendapat penghasilan lagi.
  • Bila debit air berkurang karena kerusakan hutan ini, maka aliran air yang disalurkan ke Sungai Asahan juga akan berkurang, dampaknya sumber energi yang dihasilkan PT Inalum akan berkurang, akibatnya lagi daya listrik yang diberikan ke pemerintah akan berkurang juga, maka terjadilah kegelapan dimana-mana karena energi listrik berkurang, dampaknya lagi menyebabakan produksi PT Inalum berkurang, sehingga laba perusahaan yang akan disumbangkan ke pemerintah untuk pembangunan juga akan berkurang. Dan pasokan Aluminium untuk Industri di Indonesia juga akan menurun.
  • Dll.

Itu lah sebagian efek domino yang disebabaknnya, mari kita analisa kasus ini dari sisi rantai nilai (value chain) bahwa kerusakan danau toba ini berakibat pada semua segi kehidupan. Mari bersama-sama dari sekarang kita perbaiki lingkungan alam kita mulai dari hal hal kecil. Apakah dengan membuang sampah pada tempatnya, tidak menggarap hutan sembarangan, tidak membuang limbah ke danau, dlsb.

Saya punya satu mimpi, bahwa kelak Danau Toba akan menjadi Ikon Pariwisata utama Indonesia bahkan dunia, yang terjadi selama ini adalah ada segelintir orang yang membiarkan keaadaan danau toba tetap seperti ini, atau bahkan semakin terpuruk. Mimpi saya (dan mungkin kita bersama) itu hanya akan terwujud bila kita bersama-sama berjuang mewujudkannya.

Lihat juga Opini beberapa pakar mengenai Masa Depan Danau Toba

Penulis: Tambahkan Ide atau Opinimu mengenai danau Toba dan masa depannya melalui kolom komentar di bawah ini. Mari kita bangun daerah kita dengan peduli bertindak dan menyumbangkan pendapat.

  1. Ardan
    November 26, 2007 pukul 8:18 am

    Saya heran kenapa Danu Toba bisa jadi hancur begitu ya..
    Para Pejabat yang korup selalu dapat dana tuh dari PT Indorayon, makanya Hutan Tobasa semakin hancur

  2. Desember 4, 2007 pukul 12:43 pm

    Salut buat mereka yang masih berani bermimpi, ketika realitas bergerak makin jauh dari jalur impian. Tahun depan, Danau Toba tidak termasuk obyek unggulan kampanye wisata Indonesia Visit Year 2008.

    Salam kenal Lae. Tetap semangat!

  3. Desember 4, 2007 pukul 12:44 pm

    Lae, minta izin menautkan blogmu di blogku. Mauliate.

  4. Harry Andrian Simbolon
    Desember 5, 2007 pukul 4:41 am

    Oke lae. mauliate godang. blog lau pun akan aku tampilkan di blogku

  5. renty
    Agustus 7, 2008 pukul 7:15 am

    horas……….
    iya tuh gara2 indorayon semua hancur dan bau limbahnya juga kita hirup tiap pagi kadang bau kol busuk kadang bau kotoran, kampung saya dekat indorayon sunguh tidak mengenakkan, pemerintah tidak memikirkan lingkungan danau toba, lama2 tano batak bisa hancur, tano tobasa hancur tolong dong orang2 batak yang pejabat2 di perhatikan tanah kelahirannya, jangan di biarkan begitu saja

  6. Purwo Nur Hidayat
    September 18, 2008 pukul 12:51 pm

    Horas! Aku Purwo dari Jawa Tengah tepatnya yaitu dari Magelang, Danau Toba emang indah walaupun aku belum ke sana tapi pesonanya sampai ke sini. Kalau kalian benar-benar cinta ma Danau Toba jangan lupa dukung Danau Toba di ajang new7wonder, yaitu ajang cari keajaiban dunia yang bertemakan alam, Indonesia mewakilkan Pulau Komodo, gunung Krakatau, dan Danau toba. Supaya mengangkat derajat Indonesia di mata Mancanegara setelah Candi Borobudur dihapus dari 7 keajaiban dunia di mata Mancanegara, mari kita dukung Danau Toba. Apalagi skarang Danau Toba baru kesusahan masuk ke 50 besar padahal tanggal 21 Juli (kalo gak salah) pemungutan suara udah ditutup dan disaring menjadi 21 besar. Caranya gampang kok! tinggal kunjungi website resmi http://www.new7wonder.com, nah di situ ada pamflet gede yang bertuliskan New 7 Wonder Nature, klik aja, lalu kamu klik “live Ranking” yang bergaris bawah berwarna merah dalam menu yang telah tersedia. Kalau dalam daftar 77 besar tersebut terdapat Danau Toba, tinggal kamu klik kotak ijo “Vote” di sebelah kanannya . Lalu akan muncul halaman yang menyodorkan formulir untuk pendaftaran anggota New7wonder, tinggal isi aja alamat e-mailmu (bukan jalan panda lho!), duakali lho di kolom paling atas dan bawahnya. lalu kamu ajuin mana aja yang kamu pengenin jadi 7 keajaiban alam dunia, jangan lupa pilih “Asia” di “please select the continent” dan pilih “Lake Toba” di “please select the candidate” Paling atas dan di kolom kedua terserah pilih “Komodo National Park” atau “Krakatau Volcanic Mount” ingat caranya sama kayak yang tadi. Tapi ingat jangan pilih “Mulu Caves” ma “Sipadan Island” Karena itu milik Malingsia, kalo bisa kita rebut kembali Pulau Sipadan OK! “Bukit Timah Reserve….” juga karena iu milik Singraja yang sok kaya itu. Maaf ya kalo saat kamu buka new7wonder kelamaan, tapi demi cinta pada danau Toba, apapun dilakuin deh! Maaf ya kalo aku kasih komennya buaaaaaaaaaaaaaaanyak banget! Makasih atas perhatiannya. Horas Bah!

    Harry: Horas juga mas Purwo, Aku sudah vote beberapa bulan yang lalu kok mas. siapa lagi yang cinta budaya kita kalau bukan kita sendiri kan. Kalau ke Magelang saya sudah pernah mampir mas, mampir dong sekali-kali ke Danau Toba. Matur suwun mas.

  7. September 18, 2008 pukul 7:33 pm

    Horas,
    Salam Kenal Lae..

    Keindahan Danau Toba memang bernilai Universal,Kwalitas estetikanya bagiku sangat memukau dan punya nilai khusus. Tapi sungguh tak elok juga rasanya untuk menuntut orang atas pengakuan itu..krn toh masing-masing punya “selera” sendiri.

    Tapi bgiku TAO TOBA IS the BEST..
    soli Deo Gloria.
    Mauliate.

    Harry: Salam kenal juga lae. Sepakat lae TOBA IS THE BEST

  8. November 1, 2008 pukul 7:08 pm

    Horas tu hita sude na
    Danau toba adalah danau yg sangat indah sampai tak terbayangkan keindahannya.
    kita sebagai orang batak hrs menjaga kelestarian danau toba.
    Apalagi kepada Kita generasi mudah

    Harry: generasi muda kali ya lae

  9. aston situmorang
    Januari 9, 2009 pukul 2:17 pm

    horas…
    talestarihom ma ciptaan ni Op Nahun situmorang ..
    apalagi tu generasi penerus

  10. DEVI
    Maret 26, 2009 pukul 1:52 pm

    God Luck FOR TOBA DREAMZZ

    semoga toba jaya selalu

    horas..horas….horas….

  11. gracia gerina tobing
    November 16, 2009 pukul 5:19 pm

    maaf ya bagi semuanya,,,aku rasa bukan karena PT.INDORAYON atau PT.TPL (sekarang), tapi karena masyarakt di sekitar parapat saja yang putar otak atas hal ini. liat aja sendiri. keramba,sampah,sudah menyelimuti wilayah ini.. apakah itu karena PT.TPL ???? saya rasa tidak!!! selain itu,harga di sekitar objek danau toba ini, melampau tinggi sehingga banyak wisman dan wisdom jadi ga betah karena tidak ada harga neko. jadi,,,,,bukan karena PT.TPL,,tapi semuanya itu harus dari kita sendiri!!!

    buat ardan dan renty,,jangan langsung menghakimi,,,karena pendapat kamu sudah dibaca oleh manajemen pabrik ini. jangan asal menuduh kalau TPL bikin suap2an kayak gitu…dan buat renty,,TPL sudah tidak begitu yang kamu bilang tadi,,,malah kalau pabrik ini tak ada,, bisa dijamin pekerja bakalan penganguran dan perekonomian rakyat di sekitarnya bisa hancur…jadi berhati-hatilah dalam berbicara,,

    karena pepatah bilang ” mulutmu adalah harimaumu”

  12. Februari 25, 2010 pukul 7:04 pm

    maaf bagi semuanya…jika saya pernah mengejek teman atau menjelekkan teman… sebaiknya kita majukan toba!!!

  13. Februari 25, 2010 pukul 7:05 pm

    maaf ya teman,, dan bapak semuanya…kemarin saya hilaf..!!

  14. halimah silalahi
    Oktober 17, 2010 pukul 7:54 pm

    saya putri kelahiran P.Siantar dan sudah 24 tahun di propinsi Riau. ketika SMP kami berjalan kaki dari P.Siantar ke danau Toba. Berada di camping ground Parapat sungguh seperti di negeri Impian, tetapi ketika pulang beberapa tahun lalu saya tidak menemukan lagi daerah hijau tempat kami camping, sudah menjadi lahan gundul… menyedihkan. Setiap ada kesempatan wisata saya selalu menawarkan ke Danau Toba. Tetapi komentar negatif… terlalu banyak, terutama kerambah yang merusak pemandangan. Bagaimanapun saya tetaplah putri yang masih punya ompung di Samosir. Bagaimana agar semua kembali seperti dulu ? Kita semua harus saling bahu membahu. setuju… horas, horas…

  15. Desember 1, 2010 pukul 8:39 am

    memang sungguh prihatin melihat kondisi Danau Toba saat ini, begitu banyaknya perubahan yang bisa mengurangi keindahan Danau Toba.. untuk pemerintah setampat tolong supaya keramba yg ada dipinggir pantai di larang, karena mengurangi keindahan, bahkan merusak air dan pemandangan… KEMBALIKAN KEINDAHAN DANAU TOBAKU….!!!!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: