Beranda > Fair Play, Nasionalisme > Buktikan Merahmu Indonesia

Buktikan Merahmu Indonesia

SEA GamesJika kamu tidak senang dengan hilangnya Sepadan dan Ligitan atau tidak suka dengan perlakuan semena mena majikan Malaysia terhadap para TKI, atau kepada pasukan Rela yang membabi buta, maka buktikanlah di lapangan bahwa Indonesia lebih hebat dari Malaysia, permalukanlah malaysia melalui setiap kemenangan pertandingan yang ditonton oleh jutaan orang di belahan dunia ini.

PERHELATAN SEA Games 2007 akan berlangsung dalam waktu dekat ini di Thailand menjadi ajang pertarungan sengit kehebatan negara, seluruh negara negara Asean saling mengklaim bahwa mereka telah mempersiapkan atlet-atlet terbaik untuk menjadi juara. Indonesiapun tak kalah malu, Menteri pemuda dan olah raga berjanji memberikan bonus 200 juta rupiah bagi setiap atlet yang memboyong mendali emas dan 100 juta bagi yang membawa mendali perak. Uang sebesar ini memang cukup menggairahkan, bandingkan ketika Yayuk Basuki memboyong emas pada SEA Games 10 tahun silam yang hanya mendapat ganjaran 1 juta rupiah.

Meski saya tidak tahu dari mana sumber dana itu (bayangkan jika satu team sepak bola dengan 20 pemain berhasil menyabet emas, otomatis Adiaksa harus mengeluarkan kocek sebesar 4 milyar rupaih, belum lagi cabang olah raga lainnya) Namun dari sini sudah dapat dipastikan perhatian lebih pemerintah pada kesejahteraan atlet di banding beberapa tahun silam.

Dunia olah raga adalah dunia yang fair dan sportif. Segala keegoisan negara akan luluh lantah diatas arena olahraga. Bahkan negara besar Amerika sekalipun harus mengakui keunggulan Italia pada Piala Dunia lalu, atau Inggris yang mengaku negara besar dan asal muasal Sepak bola, harus rela tidak lolos pada putaran final Euro.

Dalam konteks Asia Tenggara, pada perhelatan SEA Games ini, dapat menunjukkan siapa sebenarnya yang layak menjadi jagoan Asia Tenggara. Kelihaian diplomasi Singapura benarkah akan sebanding dengan kehebatan para atletnya; Kejelian Malaysia mencuri berbagai budaya Indonesia apakah dapat terwujud dengan kemampuannya mencuri angka dalam pertandingan; Kehebatan rezim Militer di Myanmar dan Thailand apakah juga dapat dibuktikan dengan kekeuatan mereka melakukan gempuran dan serangan di lapangan. Bagaimana dengan Filipina yang rakyatnya sangat suka melakukan Kudeta, apakah atletnya juga bisa melakukan kudeta kemenagan poin di bawah penilaian wasit. Yang lebih menjadi perhatian adalah Vietnam, negara baru dengan percepatan pembangunan yang begitu pesat, apakah mampu menunjukkan jati dirinya di ajang SEA Games ini. Dan paling akhir Timor Leste, mampukan dia menunjukkan bahwa Timor Leste bukanlah negara sempalan.

Ajang SEA Games menjadi alat yang dapat membuktikan kekuatan negara. Jika kamu tidak senang dengan hilangnya Sepadan dan Ligitan atau tidak suka dengan perlakuan semena mena majikan Malaysia terhadap para TKI, atau kepada pasukan Rela yang membabi buta, maka buktikanlah di lapangan bahwa Indonesia lebih hebat dari Malaysia, permalukanlah malaysia melalui setiap kemenangan pertandingan yang ditonton oleh jutaan orang di belahan dunia ini.

Saya sedikit kecewa dengan pernyataan Menpora yang hanya menargetkan Indonesia pada peringkat ketiga atau keempat. Saya ingat apa yang Joel Osteen – pengarang buku best seller asal Houston – katakan bahwa kamu menjadi apa yang kamu pikirkan. Saya kawatir bahwa Indonesia benar benar menempati peringkat ke tiga atau malah ke empat. Kenapa tidak berani bertengger pada urutan pertama? Masih takutkah dengan kegaranagan rezim Junta Thailand yang menjadi tuan rumah? Atau takut dengan semangat Vietnam, atau gentar dengan negara yang mengaku serumpun tetapi pencuri itu?.

Tapi apapun itu rencana dan strateginya, lapanganlah yang membuktikan kehebatan Indonesia. Mari buktikan bahwa Indonesia adalah negara yang kuat dan mampu menjadi pemenang. Butikan bahwa Indonesia tidak hanya bisa mebuat anak saja sehingga menjadi negara berpenduduk terbanyak ke empat di dunia, tapi mampu melahirkan atlet hebat di dunia. Buktikan bahwa pernyataan Indonesia negara terkorup salah melalui praktek fair play di arena SEA Games. Buktikan bahwa meskipun Presiden kita plin plan mengambil kebijakan, namun atlit kita sigap dan cepat mengambil keputusan strategis di lapangan.

Mari bangkit Indonesiaku, doaku menyertaimu, selamat berjuang.

  1. Rumahorbo
    November 30, 2007 pukul 5:06 am

    Saya pesimis Indonesia bisa juara, karena proses pembinaan atlet selama ini masih jauh dari sempurna, atlet bak robot yang begitu gampangnya di remot sesuai keinginan pemerintah. bagaimana bisa sukses kalau merekapun belum nyaman menjadi atlet, nyaman dari segi kesejahteraan dan prestise.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: