Beranda > Pendidikan > Kuliah Versi Wisata Kuliner

Kuliah Versi Wisata Kuliner

dagoHari ini ada yang aneh pada kelas perkuliahan kami, biasanya berada di kelas, dengan meja dan kursi, serta infocus dan laptop, yang setiap hari kami lihat sampai bosen melihatnya, namun kali ini kami kuliah tidak di kampus lagi. Sang dosen sangat cerdas menggiring kami semakin memahami silaby perkuliah dengan pendekatan alam.

Dago Pakar, tepatnya di café lisung, pemandangannya sangat indah sekali, kamipun terkejut ketika sang dosen ternyata membawa kami kesini. Bagi sebagian teman berpikir ada-ada saja nih dosen masa kuliah di tempat rekreasi sih, namun bagi sebagian yang lain (termasuk saya) happy dengan perkuliahan kali ini. Aku menyebutnya Kuliah Versi Wisata Kuliner. Pemandangan dari atas café sungguh indah sekali, dari atas kami bisa melihat Kota Bandung, apalagi kali ini kuliahnya sampai malam, jadi kami bisa melihat keindahan lampu yang menghiasi Bandung tentunya didampingi dengan sajian makanan ala Sunda yang sangat lezat.

Meski perkuliahan berada di tempat wisata, toh keliahaian sang dosen menggiring mahasiswa memahami materi sungguh tepat sasaran. Tahukan Anda mata kuliah apa yang diajarkan? PERPAJAKAN, ya mata kuliah Perpajakan. Dulu ketika studi S1 matakuliah ini adalah penyakit bagi banyak mahasiswa karena sungguh membosankan dengan dalil hukum dan angka yang jika salah sedikit saja pasti salah semua. Namun keangkeran matakuliah ini bisa sirnah seketika dengan kepiawayan sang dosen mengajar dengan metode belajar yang sangat sederhana. Sungguh cerdas nih dosen, mampu menciptakan suasana perkuliahan yang sangat menarik. Aku berpikir sejenak, Andai semua dosen di Indonesia sekreatif ini, maka aku yakin pendidikan di Indonesia akan mengalami percepatan yang sangat dasyat.

Dulu ketika kuliah di UGM, ada beberapa dosen yang menjadi favoriteku, juga disebabkan karena pendekatan mengajarnya yang sangat atraktif dan kreatif. Bagaimana mungkin dosen membawa walkman dan speaker ke dalam kelas dan memutarkan lagu Pop Indonesia yang lagi ngeteren ketika tahu mahasiswanya lagi pusing. Ada contoh yang lain, dosen memesan Pizza Hut Delivery dan dibagikan kepada mahasiswa ketika perkuliahan berada di jam lapar, atau dosen yang mengajar laksana fren, ya gu-gue elu-elu, tapi belajar tetap focus ye. Dan masih banyak lagi daftar beberapa dosen yang masuk dalam catatanku. Dari semua pendekatan mengajar yang dilakukan dosen-dosen tersebut, saya melihat bahwa mahasiswa sungguh menikmati perkuliahan, meski matakuliahnya angker sekalipun. Kunci pertama dalam mengajar adalah membuat si mahasiswa tertarik dengan perkuliahan sehingga dia juga akan tertarik dengan materi kuliah. Happy adalah kunci awalah kita untuk focus. Ini yang sering dilupakan para dosen.

Cara mengajar seperti ini yang perlu ditiru oleh banyak dosen arogan di Indonesia. Saya tidak mengerti kenapa dosen masih mengajar dengan cara ortodox? Seperti mendengar ceramah ustad di masjid atau khotbah pendeta di geraja yang monoton, monolog, dan tentunya sangat membosankan. Apakah takut tersaingi jika mahasiswa bertanya lebih tahu dari sang dosen? Apagunanya lu jadi dosen kalau lu juga bego’. Dosenkan ga perlu menjadi orang yang paling tahu, tapi dosen hanya sekedar mendeliver ilmu yang dimilikinya sesuai dengan silaby yang sudah disepakakti. Kalau ga tahu ya dipecahkan bersama. Jangan sok jago lah. Justru dosen bias mendapatkan feed back dari hasil diskusi.

Adalah Bondan Winarno sang pelopor pembududayaan objek wisata kuliner ini. Dan saat ini hampir disetiap kota, wisata jenis ini lagi ngetren, terutama Bandung sebagai sang motor. Jika beberapa dosen jeli memandang kondisi dan kesempatan maka selayaknya lah dia juga ikut meramaikan wisata ini. Ga salah kan kalau dosen membuka bisnis kuliner ini dikotanya dan membawa para mahasiswanya kuliah disana. Selain meraimaikan pariwisata, juga tepat sasaran dengan tujuan pendidikan.

Atau janganlah harus wisata kuliner, field trip study ke perushaan-perusahaan atau pabrik saja jarang sekali dipraktekkan dikampus-kampus kita. Sehingga para mahasiswa hanya tahu text book doang, tidak tahu praktek ilmunya di lapangan. Inilah yang menyebabakan beberapa alumni baru kita kalah bersaing di bursa lapangan kerja internasional.

Ada yang salah dengan system pendidikan kita. Inilah yang perlu kita benahi bersama, semoga masukan ini bermanfaat.

Kategori:Pendidikan
  1. Lazarusardi
    Desember 5, 2007 pukul 5:17 am

    Wajar Saja. Dosen di Indonesia kan hanya mencari uang saja. motivasi untuk memajukan bangsa jarang sekali.

  2. Desember 5, 2007 pukul 10:12 am

    Wah metode ini sudah lama diterapkan di USU waktu S1, saya kira bukan hal baru.

    Justru di UGM, banyak dosen yg malas ngajar. Hanya Pak Bambang Sutopo dan Prof. Adhi yg rajin, yg saya tahu.

    Jangan memvonis orang dari oknum.

    Jangan sok hebatlah Lae.

  3. Harry Andrian Simbolon
    Desember 6, 2007 pukul 1:51 am

    maaf lae. aku menulis berdasarkan pengalaman pribadi, bukan berdasarkan study empiris.

    Ini memang bukan metode baru, aku hanya mengungkapkan kekagumanku saja. Topik Utama Blog ini adalah CHANGE. jadi ketika ada visi perubahan pasti aku menuliskannya.

    Semoga sukses lae S3nya.

  4. Desember 7, 2007 pukul 1:44 am

    Bolon…aku jadi inget waktu SMA. Aku bikin nangis guru gara2 aku protes dengan gaya mengajar dia yang satu arah. Walhasil dia dia mogok ngajar di kelasku dan aku pun dipanggil guru BK untuk minta maap..hwaaaaaa

  5. Harry Andrian Simbolon
    Desember 7, 2007 pukul 2:18 am

    Wah hebat juga lu ternyata Thea. Pemberani dan tangguh.

  6. Desember 7, 2007 pukul 11:50 am

    Halo bro… salam kenal bah. Makin jarang soalnya ada orang batak yang tetap eksis ngeblog. tulisannya asik2. All about new issue. Salute!!!

    Horas
    http://all4freecomplex.blogspot.com
    kompleks serba gratisan

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: