Beranda > Kritik Kebijakan > Global Warming atau to Warm the Globe

Global Warming atau to Warm the Globe

Climate ChangeBanyaknya kasus illegal logging, apapun itu alasannya semuanya itu disebut maling kayu. Yang lebih edannya lagi sepertinya pemerintah membiarkan hal itu terjadi. Malah mendukung upaya itu karena UUD (ujung-ujungnya duit).

Indonesia sangat bangga bisa menjadi tuan rumah pada konferensi perubahan iklim dunia atau yang dalam bahasa kerennya kita sebut dengan climate change atau global warming. Segala persiapan fisik dilaksanakan dengan rapi, Pulau Bali laksana pulau yang sedang disewa khusus untuk kegiatan ini. Semua Hotel Close for booking. Aparat keamanan membuat Bali full service bagi para peserta konferensi ini. Meski ada publikasi video yang menjelekkan oknum di Bali melalui Youtube sekalipun, toh Bali sepertinya adem ayem saja.

Namun di balik kebanggan itu, seharusnya kita bercermin dulu pada diri sendiri. 80% pemanasan global disebabkan oleh kebakaran hutan, dan kebakaran hutan ini mayoritas terjadi di Indonesia, Indonesia bak pengeksport produk baru yang bernama asap. Sampai ada celetukan yang mengatakan jika jadi berperang melawan Malaysia bakar saja hutan di Sumatera dan Kalimantan otomatis roda perekonomian Malaysia mati total. Kalau saja produk ini ikut dihitung dalam neraca pembayaran pasti neraca perdagangan kita selalu surplus. he.he..

Banyaknya kasus illegal loging (bahasanya terlalu manis, saya lebih sepakat menyebutnya maling kayu karena memang maling kayu) yang mengatasnamakan tanah adat, pengelolaan pertanian, membuka lahan baru, pengelolaan HPH, demi industri Pulp yang untungnya untuk negara juga, dll. Apapun itu alasannya semuanya itu disebut maling kayu. Yang lebih edannya lagi sepertinya pemerintah membiarkan hal itu terjadi. Malah mendukung upaya itu karena UUD (ujung-ujungnya duit). Jadi dengan kata lain Indonesia sebenarnya sedang melakukan upaya to warm the Global itu sendiri. Tidak disadari bahwa maksud lain dari diadakannya konferensi ini di Indonesia adalah menohok Indonesia sendiri.

Coba semua HPH yang ada diaudit, saya yakin semua pemilik HPH melakukan penyimpangan. Namun sampai sekarang saya tidak melihat upaya kearah itu. Pemerintah sepertinya membiarkan segala kasus pengerusakan hutan yang terus menerus bergantian. Meski ada beberapa kasus yang telah ditangani, namun ujung-ujungnya hasil akhirnya di pengadilan sama dengan nol (bahasa TK nya nol besar). Contoh nyatanya adalah kasus Adelin Lis lalu.

Mengantisipasi global warming yang sekarang ini menjadi isu hangat dunia sampai mengantarkan Rudd menjadi PM Australia (dan tidak segan-segan mendirikan kementerian khusus yang menangani pemanasan global ini) tidak hanya sekedar menyalurkan dana ke negara dunia ketiga, transfer teknologi, transfer knowledge worker dan expert worker seperti yang sedang dibicarakan dalam konferensi ini. Hal nyata yang perlu kita lakukan dapat dimulai dengan cara sederhana saja. Pertegas aturan hukum, Basmi mafia peradilan, kembalikan polisi ke Hutan (Polhut kok di kota) dan tindak tegas para maling itu (bahasa medannya ninja). Jangan gara-gara dia Brigjend seperti kasus di Kalimantan beberapa waktu lalu lantas kita ciut. Atau jika hal inipun sangat sulit dilakukan kita dapat melakukan pembelajaran kepada masyarakat sekitar agar tidak merambah hutan, pembelajaran dapat dilakukan dengan pelatihan kewirausahaan, Hidroponik, pemanfaatan lahan, konservasi, dll. Saya tahu bahwa masyarakat setempat mau diajak merambah hutan karena mereka tidak punya uang, maka dari itu bekali mereka dengan cara mencari uang yang halal.

Kembali ke konferensi ini, jikalau sekiranya nanti dana, tenaga ahli, ilmu telah ditransfer ke negera berkembang termasuk Indonesia jangan sampai dipangkas lagi oleh pejabat. Kalau itu masih saja terjadi bagimana nanti hutan bisa hijau, yang ada hutan semakin terbakar agar lebih banyak bantuan yang datang. Dasar edan.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: