Beranda > Artikel bebas, Opini > Wajib Militer, Kenapa Baru Sekarang?

Wajib Militer, Kenapa Baru Sekarang?

tentaraWacana Wajib militer yang sedang diusulkan menjadi undang-undang saat ini masih menuai banyak pro dan kontra. Sebagian berpendapat tidak perlu, belum mendesak, belum ada hepeng, anggaran nol, namun sebagian lagi mengatakan: justru Indonesia terlambat, ini adalah proses pembelajaran bela bangsa, menanamkan nasionalisme, dll.

Salah satu pernyataan didalam RUU yang sangat menuai polemik itu adalah: “Semua Warga Negara Indonesia (WNI) yang berumur 18 tahun ke atas (sampai 45 tahun) dan sudah mempunyai pekerjaan tetap, wajib mengikuti latihan militer. Sedangkan WNI 18 tahun ke atas tapi belum mempunyai pekerjaan tetap, apalagi belum bekerja, tidak diwajibkan ikut”.  Mau tahu apa pendapat saya? Answer: Wah ternyata saya masuk dong. Asik… bisa maen perang-perangan, tidak harus pergi maen pinball lagi nih. Sekarang senjatanya asli, ada pelurunya lagi. Tembak… duar… duar….. he.he.he mungkin sebagian orang juga akan berpendapat begini kali ya. Just kidding, hanya respon sekejab.

Wacana ini menurut saya sangat bagus, “Setidaknya melalui wajib militer akan ditanamkan rasa patriotisme dan nasionalisme, hingga terbentuk karakter rakyat yang disiplin,” kata tokoh nasional Letjen TNI (Purn) Dr (HC) Mashudi.  Mashudi menjelaskan, paling tidak sudah tiga generasi di Indonesia pasca-kemerdekaan belum merasakan wamil untuk bela negara, hingga Indonesia dapat dikatakan tertinggal jauh misalnya dari Singapura. Menurut dia, Singapura sudah menerapkan wamil sejak tahun 1976, sementara Swiss telah memberlakukan wamil bagi rakyatnya sejak 200 tahun lalu, dan Amerika Serikat (AS) juga telah lama memberlakukan wamil. Dengan demikian, katanya, kecintaan kepada Tanah Airnya akan tertanam, demikian pula disiplin akan terpelihara. Dikatakannya, bilamana Indonesia sejak dahulu telah melakukan pola wamil ini, setidaknya konflik di Tanah Air, seperti, NAD dapat diredam, karena munculnya rasa nasionalisme dan patriotisme untuk mempertahankan keutuhan NKRI.

Saya sepakat sekali dengan pendapat bapak itu. Andai saja dari dulu Wamil ini diterapkan pasti Sepadan dan Ligitan tidak hilang, mungkin Aksi ganyang Malaysia yang didengungkan Bung Karno pun pasti terwujud, atau Timor-Timor tidak akan lepas dari Indonesia, dan segala aksi separatisme tidak perlu terjadi. Meski menurut saya terlambat, namun saya masih bersyukur kalau pemerintah masih memikirkan hal ini. Pemikiranku sederhana saja. Saat ini aku dan lingkunganku bersama semua rekan-rekan disekitarku bisa melihat dengan jelas betapa rasa nasionalisme itu sudah pudar di kalangan kaum muda yang kelak memimpin bangsa, kaum muda lebih berpikir hedonisme, tidak ada lagi yang peduli dengan masalah kebangsaan, maka wajar saja jika kebudayaan bangsapun ditinggalkan.

Aku mencoba membayangkan ketika aku memegang senjata nanti, seperti maen pinball, tapi agak serius, karena senapannya ada pelornya. He..he.. dengan rasa patriotisme, akan ku bela negara tercinta ini dari segala musuh sampai titik darah penghabisan (berusaha memeragakan para pejuang 45 dulu, tapi dengan senapan, bukan dengan bambu runcing). Ketika Wamil diterapkan maka pastilah anak-anak orang kaya dan anak pejabat yang selama ini seenak perutnya itu bertingkah akan menjadi prajurit, wah enaknya jika bisa memerintah mereka nanti (optimis jadi komandan. He.he..).

Wamil mengajarkan kita banyak hal akan kebangsaan dan nasionalisme, ketika wacana ini benar diterapkan, saya yakin jikapun dilakukan survey, maka konsep kebangsanaan dan nasionalisme para anak muda akan berubah drastis. Anak muda tidak lagi disibukkan dengan gang motor, pesta narkoba, dll. Mereka akan belajar menghargai bangsa, untuk menghargai bangsa maka secara tidak langsung mereka akan belajar menghargai sumber daya alam dan manusia, itu berarti mereka akan menghargai diri mereka sendiri.

Perang… grak…..

Merdeka……..

Kategori:Artikel bebas, Opini
  1. Lambe
    Desember 11, 2007 pukul 8:40 am

    Wah asik nih. mudah-mudahan jadi. agar semua pemuda lebih memeikirkan negaranya. tapi jikalau jadi anggarannya jangan dikorup ya.

  2. Meymey
    Desember 13, 2007 pukul 2:26 pm

    Perempuan ikut juga ga ya?

  3. Harry Andrian Simbolon
    Desember 14, 2007 pukul 1:29 am

    Saya juga belum tahu detail RUU ini mey, tapi berdasarkan pernyataan ini, kemungkinan besar berlaku unutk semua (pria dan wanita.

  4. nusantara
    Januari 7, 2008 pukul 3:11 pm

    oi boss masalahnya emang ga sesimpel ini sebenarnya!!!
    patriotisme atau nasionalisme memang penting banget,tapi kalu kayak gini itu mah namanya tetap buang buang duit,60 jeti buat anggaran satu orang diambil dari APBN,mending lw kasih ke mak gw supaya dia bisa bikin toko bukanya warung kecil kecilan.
    emang bener di singapur tuh metode ini sangat sangat berhasil,kenape???masalahnya di singapur tuh ga ada orang yang tinggal di sungai ciliwung,maksud gw kalo lw mo liat tingkat kemakmuran rakyat kita dengan rakyat disana kita tuh selevel dada tiarap buat dia,moral dan kemakmuran di singapur tuh udah berjalan se iringan,kalo lw maksa program ini yang ada hanyalah buang buang duit,rakyat kecil pade tereak tereak karena nasib ga berubah berubah dan yang ada orang orang gede hanya sibuk baku hantam dengan ilmu bela diri militer yang baru di kasih mpu dephan,bukanya maskin berkurang,gerakan separatis semakin mudah muncul,orang moralnya belum baek udah diajarin nembak pala orang otomatis yang timbul sarang sarang teroris baru.gw mah ogah,kasih gw 60 juta aja deh nanti gw bikinin peternakan ayam,paling ga masih ngasih banyak telor dari pada banyak kepala kena bedil

  5. Mei 9, 2008 pukul 4:05 am

    hmm.. da wacana wajib militer, bagus biar pemuda pada DISIPLIN.paling tidak rasa nasionalisme akan tumbuh kembali,rasa kebersamaan,gotong-royong,peduli sesama.perlu diingat para pejoang tempoe doloe bisa mengusir penjajah karena adanya rasa kebersamaan,persatuan,dan kesatuan.walaupun berbeda suku,agama.. tidak menghalangi mereka untuk bersatu mengusir penjajah !!! apakah kita harus terjajah dulu baru bersatu ??? MERDEKA !!!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: