Beranda > Kristen, Rohani > Mari Kita Kembalikan Natal Kepada Makna Sebenarnya

Mari Kita Kembalikan Natal Kepada Makna Sebenarnya

Inilah topik yang di sampaikan Pdt Ara Siahaan pada perayaan natal perusahaan semalam. Arti natal saat ini sudah melenceng dari makna sebenarnya, orang lebih mengenal natal itu identik dengan pohon terang, baju baru, hura-hura, pesta pora, mabok-mabokan, dll. Saya pribadi juga sungguh sedih melihat fenomena ini. Teman-teman disekitar saya juga mengindikasikan hal serupa, hanya karena saya Kristen dan saya orang batak, beberapa langsung mengkavling saya dengan ucapan: “natalan nanti kita minum apa bos?” disatu sisi saya sangat kecewa sekali, namun apa daya anggapan mereka sudah seperti itu. Dengan kata lain selama ini kita mengartikan natal dengan mengembar ngemborkan palungannya, bukan bayinya. Padahal tanpa bayi, palungan itu tidak ada artinya. 

Natal pada hakekatnya adalah natal (natal = lahir), tapi kenapa kelahiran sampai dirayakan dengan mabok-mabokan ya? Bukan malah bersyukur atas kelahiran itu, Malah ada yang merayakannya dengan judi, dan pesta perempuan sampai dengan ngobat sekalipun. Betapa sedihnya Bapa ketika tahu banyak anak-anakNya yang sudah melenceng.

Pertanyaan yang sering juga dikemukakan mengenai natal adalah mengapa perayaan natal tidak pada tanggal 25 ya? Benarkah Yesus lahir tanggal 25 Desember? Bahkan Mike Mohede – Finalis Asian Idol yang menjadi bintang tamu semalam mengatakan “selamat natal ya, meski belum waktunya”. Apa yang salah dengan tradisi kekristenan? Tidak ada yang salah, meski di dalam Alkitab sekalipun tidak ada kalimat yang mengatakan Yesus lahir pada tanggal 25 Desember, namun perayaan natal sebelum dan sesudah tanggal 25 Desember sangat Alkitabiah sekali. Loh kok bisa? Di Alkitab tidak disebutkan tanggal kelahiran Yesus karena Tuhan minta kita merayakan kelahiran Yesus di hati kita masing masing setiap hari. Kalau kita sudah mengimani kelahiran Yesus sang juruselamat setiap hari, pasti tidak ada efek negatif perayaan natal yang seremonial setiap akhir tahun itu.

Mari kita kita cermati teladan Kristus yang lahir dengan kesederhanaan, dan penderitaan di dalam kehidupan kita sehari-hari. Banyak orang yang masih membutuhkan uluran tangn kita, masih banyak orang yang hidup digaris kemiskinan, yang hidupnya hanya bisa dicukupkan dari pemberian orang lain. Banyak orang yang stres sehingga menjadi gila, karena tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan dia dan keluarganya, dimanakah peran kita? Kristus lahir untuk kita semua, kita semua terdiri dari:

  • Semua manusia dari muda sampai tua

  • Semua manusia dari segala profesi

  • Semua manusia dengan segala suku bangsa.

Jadi selagi kita masuk kedalam ketiga kriteria itu, saya yakinkan sekali lagi bahwa Yesus lahir untuk Anda. Maka selayaknyalah kita mengikuti teladanNya, mari salurkan tangan kita kepada orang-orang yang membutuhkan. Adalah lebih berharga bila uang yang kita gunakan untuk pesta pora, mabok-mabokan, dan lain sebagainya itu, kita berikan kepada orang yang tidak mampu.

Mari kita kembalikan natal kepada arti yang sebenarnya.

Selamat natal

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: