Beranda > Change, Mimpi > Resolusiku di Tahun 2008

Resolusiku di Tahun 2008

Selamat tinggal 2007, 2008 telah ada dihadapanku. Tahun baru, tahun yang membawa harapan baru bagiku. Penuh visi dan impian baru. Membuka tabir baru akan langkah-langkah maju yang akan segera kuambil.

Sedikit melirik ke tahun 2007 ada beberapa pencapaian yang telah kuraih, hal yang paling utama menjadi kebanggaanku adalah aku dapat menunjukkan siapa aku sebenarnya. Bukannya aku tidak bisa mengenali siapa diriku, tapi selama tahun 2007 aku dapat membuktikan seperti apa diriku sebanarnya dimata semua orang, tanpa basa-basi, tanpa ada yang ditutup-tutupi dan tanpa ada kemunafikan. Hal ini kukatakan pencapaian besar karena ini menjadi gerbang utama untuk aku meraih semua harapanku dengan apa adanya diriku.

Bila kubaca kembali catatan awal tahun yang kutulis di awal 2007, aku semakin melihat bahwa tujuan jangka panjang yang ingin kuraih itu semakin terbuka lebar. Changed to change, itulah yang menjadi motto hidupku, aku ingin hidupku berarti bagi banyak orang, sehingga banyak orang yang diubahkan.

Pertama mengenai Karir, Telkomsel membawaku akan semangat tinggi untuk maju, karena perusahaan ini membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin maju. Melihat peluang ini akupun tak tinggal diam. Pernah terpikir oleh ku beberapa waktu lalu bahwa aku harus bisa meraih posisi puncak di Perusahaan ini, dan pernyataan ini ku ukir manis di Agenda kerjaku. Visi ini tidak hanya sekedar mimpi, harus ada komitment kuat untuk meraih itu. Dan hal itu sudah mulai kulakukan mulai dari sekarang dengan menunjukkan kinerja yang baik bagi perusahaan, demikian juga dengan attitude, disiplin, loyalitas, dan leadership. Hidup tanpa mimpi seperti masakan tanpa garam, biar mimpi menggelimangiku, selagi itu menjadi penyemangat untukku maju maka kan kubiarkan terus mimpi itu datang bergelimangan. Tahun ini gerak langkahku akan semakin kupercepat, akan kutunjukkan pada siapa saja di perusahaan ini kalau aku adalah orang yang layak diperhitungkan.

Mengenai studi, pergantian tahun ini bertepatan dengan masa ujian sisipan caturwulan kedua, dengan demikian sudah 3/8 masa studi kulalui. Targetku akhir tahun ini aku harus bisa menyelesaikan studiku, minimal sedang menyelesaikan tesis. Pendidikan master ini bukanlah sekedar meraih gelar saja, pendidikan master bisa semakin menunjukkan jati diriku akan konsentrasi pada long life education dan kemajuan. Bagiku hidup adalah belajar, jadi selagi aku hidup maka aku akan terus belajar. Banyak manfaat yang kurasakan dalam pendidikan ini: Pendikan ini semakin mengenalkanku akan praktek bisnis di dunia nyata, bagaimana lika liku para manajer dan gerak gerik bisnis beberapa perusahaan, demikian juga dengan berbagai pemikiran normatif yang semakin membukakan alam pemikiran idealisku, diskusi diskusi humaniora dan sosialis liberal membuat mataku terpelongo dan menyadarkanku bahwa kondisi bangsa ini masih jauh dari harapan founding father kita. Aku bersyukur kalau Tuhan izinkan aku mengecap pendidikan ini, sehingga banyak pengetahuan tambahan dan semakin menambah wawasanku.

Asmara, sedikit malu sih aku mengungkapkannya di tulisan ini. Namun bagaimanapun Resolusi yang kubuat harus secara keseluruhan dari segala aspek hidup. Ketika tulisan ini kubuat aku sudah 1 tahun 2 bulan menjalani hubungan asmaraku dengannya. Banyak hal yang bisa kami rasakan bersama baik suka dan duka. Semakin hari Tuhan semakin menunjukkan arah hubungan kami berdua, dan aku sangat bersyukur sekali Tuhan mempertemukanku dengan wanita seperti dia, wanita yang tulus iklas mencintaiku dan wanita yang mampu menjadi menara doa bagiku. Ku hanya bisa terus berdoa agar Tuhan semakin mendewasakan hubungan kami berdua, jaga kekudusan dan kesucian hubungan ini sampai kami dikuduskan di gerejaMU. Secara mental sebenarnya kami sudah siap untuk membina hubungan rumah tangga, namun masih terbengkalai dengan keluarga, karena masih ada kakak kami yang belum menikah. Maklum anak bungsu selalu menunggu. Hanya Tuhanlah kekuatan kami, hanya kepada Dialah kami berserah agar terus menyertai hubungan ini.

Dalam Hubungan Pribadi dengan Tuhan (HPdT), tahun ini aku harus memantapkan komitmentku. Hidup dilingkungan yang jauh dari Persekutuan sangat rentan dengan godaan dan tantangan, tanpa ada teman yang menjadi penolong dan Kehidupan persekutuan yang meneguhkan iman akan semakin mengantarkanku kepada gerbang dosa. Bersyukur meskipun selama 2007 aku jarang ke Gereja dan ke persekutuan karena tuntutan studi dan pekerjaan, namun ada sahabat doaku yang terus menjadi menara doa bagiku. Tuhan itu sangat baik Tuhan pindahkan aku ke Jakarta agar semakin banyak teman-teman persekutuan yang bisa menjadi sahabatku. Tahun 2008 ini aku akan mulai memikirkan fokus pelayananku, apakah ke Persekutuan Alumni, Pemuda Gereja, atau jenis pelayanan yang lain. Pada dasarnya aku siap Tuhan, kemanapun Engkau memintaku pergi.

Tak banyak yang menjadi target hidupku di tahun 2008 ini, yang kuminta kepada Tuhan hanya satu: Tuhan bisa memberikan hidupku semakin berkualitas, sehingga aku bisa menjadi saksi yang baik di dalam kehidupanku ini. Visi menciptakan Indonesia baru yang selalu menjadi anganku mudah-mudahan semakin bisa terwujud.

Kategori:Change, Mimpi
  1. justasimpleman
    Januari 11, 2008 pukul 5:32 am

    Good, teruslah bermimpi.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: