Beranda > Artikel bebas, Nasionalisme, Pariwisata > 2008: Tahun Pariwisata Indonesia

2008: Tahun Pariwisata Indonesia

 Visit Indonesia 2008

Akhirnya pemerintah sadar juga kalau selama ini cuek dengan kebudayaannya sendiri, akhirnya pemerintah tahu diri juga melihat banyak kebudayaan Indonesia yang dicaplok negara lain, bahkan pulaupun sudah diperdagangkan seperti kasus jual beli pulau di internet beberapa waktu lalu. Dan kesadaran itu akhirnya diwujudkan dari peresmian tahun 2008 sebagai tahun pariwisata Indonesia.

Meski menurut saya pribadi, kebijakan ini sangat lambat dan terkesan kurang persiapan, terbukti hanya Sumatera Selatan saja satu satunya provinsi yang ikut meramaikan ajang ini, dapat dilihat dari program pariwisata mereka. Padahal Indonesia dari Sabang sampai Merauke adalah negara yang paling kaya sekali dengan kebudayaan dan pariwisata. Apakah pemerintah daerah juga masih moh (ga mau) atau acuh tak acuh pada kebudayaan daerahnya sendiri? Atau hanya pusing memikirkan Politik dan birokrasi pemerintahan. Seberapa sibuknya kah sampai kebanggaan daerahnya sendiri saja lupa.

Ketika mengikuti Induction Program di perusahaan tempat saya mencari makan saat ini dua tahun silam, Rini Hasan – psikolog ternama yang menjadi narasumber saat itu – mengatakan bahwa hanya dua jenis industri yang masih akan terus booming di masa yang akan datang, yaitu Telekomunikasi dan Pariwisata. Ketika dunia semakin global dan ujung bumi yang satu dengan ujung bumi yang lain hanya dianggap sebagai small village dimana masyarakat akan terus berpergian dan membutuhkan komunikasi tanpa batas, maka pantaslah kedua industri ini akan terus menjadi primadona.

Dan beberapa hari lalu, ketika saya berusaha untuk membuat tautan pariwisata daerah diseluruh indonesia di blogku ini (seperti tertampil di side kiri) saya jadi bingung sendiri, berusaha saya cari di google maupun di yahoo, tetap saja susah menemukan web promosi wisata yang asli dikembangkan oleh pemerintah daerah setempat, yang ada hanya web swasta yang memang ingin mendulang uang. Lagi-lagi hanya Sumatera Selatan yang concern, tidak tahu apakah hanya pada momen wisata tahun ini saja atau seterusnya. Kalaupun ada seperti situs promosi seperti di SUMUT – tanah kelahiran saya – masih kurang di tata dengan baik, kalau bahasa sederhananya orang awam pun bisa buat website seperti itu. Memang benar bahwa kepeduliaan pariwisata daerah tidak dapat hanya diukur dari publikasi di Internet, tetapi dari sini kita bisa melihat seberapa besar perhatian mereka pada dunia pariwisata.

Indonesia sangat kaya pesona alam dan pariwisata, apabila diukur dari melimpahnya potensi sumber daya alam dan budaya yang ada, Indonesia dengan core product wisata yang beragam mulai dari seni budaya yang melimpah, beratus-ratus ribu keanekaragaman hayati dari laut hingga eksotisme daratan yang spektakuler tersebar merata di pulau-pulau Indonesia, serta adanya produk mix seperti world heritage site, culture based tourism, tropical beaches and spa, museum and galleries, adventure style holiday, hingga special interest seperti ecotourism dan menjamurnya shopping mall terbaik se Asia di Jakarta. Maka layaklah Indonesia menyandang posisi sebagai negara terkaya dan terindah diseluruh dunia.

Beranjak dari keingintahuan saya akan potensi wisata di Indonesia, saya mencoba mengumpulkan beragam kekayaan pariwisata Indonesia dari berbagai daerah (bila tidak ada disini Anda dapat menambahkannya sendiri) sebagai berikut:

Nangro Aceh Darussalam: Mesjid Agung Aceh, Pegunungan Lauser, Pantai Sabang, Kepulauan Simelue, dll

Sumatera Utara: Berastagi, Nias, Danau Toba, Tuk-Tuk, Ambarita, Makam Raja Sidabutar, Pantai Sibolga, Kota Tua Barus, Parapat, Bahorok, Taman Wisata Iman, Pantai Cermin, dll

Sumatera Barat: Jam Gadang, Kota Sejarah Bukit Tinggi, Danau Singkarak, Pantai Air Manis, Ngarai Sianok, dll

Jambi: Taman Nasional Kerinci, Candi Muaro, dll

Riau: Kemilau Emas, Hutan Wisata Wana Bakti, Candi Muara Takus, Danau Zamrud, Isatana Kerajaan Siak, dll

Kepulauan Riau: Wisata Kota Batam, Bintan, Wisata Bahari Dan Alam Kepulauan Natuna, Tanjung Balai Karimun, dll

Bengkulu: Pantai Panjang, Museum Bengkulu, Pantai Nala, Bukit Kaba, dll

Sumatera Selatan: Jembatan Ampera, Benteng Kota Besak, Bukit Siguntang, Punti Kayu, dll

Bangka Belitung: Pantai Parai Tenggiri, Wisata Hutan Tropis, Situs Kota Kapur, Pesta Adat Mandi Belimau, dll

Lampung: Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Way Kambas, Pantai Pasir Putih, Pulau Anak Krakatau, Situs Batu Brak, Danau Ranau, dll

Banten: Pantai Tanjung Pasir, Anyer, Istana Kaibon, Kampung Badui, dll

Jawa Barat: Kampung Desa Cinangneg, Kebun Strawbery Lembang, Taman Bunga Nusantara, Kota Tua Bandung, Perkebunan Teh Selabintana, Puncak, Pangandaran, Gunung Gede Pangarango, dll

DKI Jakarta: Gereja Portugis, Sunda Kelapa, Monumen Nasional, Museum Sejarah Jakarta, Ancol, Kepulauan Seribu, dll

Jawa Tengah: Candi Borobudur, Candi Prambanan, Goa Kreo, Arga Merapi Merbabu, Candi Dieng, dll

Yogyakarta: Malioboro, Kaliurang, Pantai Parang Tritis, Sendang Sono, Kesultanan Yogyakarta, Istana Air Taman Sari, dll

Jawa Timur: Gunung Bromo, Wisata Candi, Pemandian Watugede, Singo Ulung, Kapan Sapi Madura, dll

Kalimantan Selatan: Pulau Kembang, Makan Lambung Mangkurat, Danau Riam Kanan, Pasar Terapung, dll

Kalimantan Timur: Pantai Manggar Segarasari, Bukit Bangkirai, Taman Bakapai, dll

Kalimantan Tengah: Betang, Barito, Tanjung Puting, dll

Kalimantan Barat: Tugu Katulistiwa, Pantai Camar Wulan, Tanjung Dato, Keraton Kadariah, Rumah Betang, Gunung Palong, dll

Sulawesi Selatan: Pantai Bira, Pesona Tanah Toraja, Pantai Losari, Danau Matano, Bantimurung, dll

Sulawesi Tengah: Kota Tua Donggala, Souraja, Kadidiri, Teluk Palu, dll

Sulawesi Barat: Kerajaan Mandar, Wisata Maritim Polewali Mandar, Palippis, dll

Sulawesi Tenggara: Pulau Buton, Bone, dll

Gorontalo: Pentadio Resort, Benteng Otanha, Danau Limboto, Lombongo, Cagar Alam Panua, Taluhu Barakati, dll

Sulawesi Utara: Wisata Laut Bunaken, Cagar Alam Tangkoko, Bukit Kasih, Minahasa, Watu Pinawetengan, DANAU LINOW – LINOW LAKE, Danau Tondano, Desa Pulutan, dll

Bali: Gianyer, Kute, Sanur, Tanah Lot, Nusa Dua, Gunung Batur, Tanjung Benoa, Jimbaran, Ubud, Uluwatu, Bedugul, Singaraja, Kintamani, dll

NTT: Pantai Alor, Wisata Terumbu Karang, Pantai Lasiana, Taman Wisata Camplong, Taman Nasional Gunung Mutis Dan Kampung Boti, dll

NTB: Taman Nasional Rinjani, Lombok, Pantai Sasaka, dll

Maluku: Pantai Natsepa, Tugu Dolan, Gunung Sirimau, Pulau Pombo, Tanjung Setan, Masjid Wapaue, dll

Maluku Utara: Pantai Tagalaya, Panai Dorume, Telaga Biru, Pulau Dodola, dll

Papua: Taman Nasional Lorentz, Puncak Cartenz, Dan Danau Habema, Taman Nasional Wasur, Taman Nasional Teluk Cenderawasih, dll

Irian Jaya Barat: Pulau Raja Empat, Pantai Pasirp Putir Monokwari, Kaimana, Teluk Wondama, dll

Ingin sekali rasanya mengunjungi semua tempat yang saya tuliskan di atas. Mudah-mudahan bisa kesampaian.

Mohon maaf jika masih ada object wisata daerah yang masih belum terpampang di sini, namun bagi pembaca yang peduli saya tantang untuk menambahkannya dengan mengisi kolom komentar di bawah ini. Dengan demikian saya bisa tahu kalau Andapun juga peduli dengan pariwisata negeri ini.

  1. cinta papua
    Januari 16, 2008 pukul 2:31 am

    wah keindahan Sentani belum masuk tuh

  2. asimpleman
    Januari 16, 2008 pukul 2:10 pm

    di Sumut ada yang kurang tuh
    a beautiful tongging

  3. lestarikan budaya
    Januari 16, 2008 pukul 2:18 pm

    Curup in Bengkulu is my beautiful city

  4. Linda Martina
    Januari 16, 2008 pukul 2:34 pm

    Salut aku sama abang ini. yang sangat mencintai budaya bangsanya sendiri. Andai semua rakyat Indonesia seperti abanag ini, aku yakin Indonesia akan menjadi negara maju.

    Akupun sadar kalau aku sudah sangat melupakan budayaku sendiri di

    Salam, dari tanah dayak

    Harry: Aku juga yakin Lindapun juga bisa mencintai dan melestarikan budayanya juga.

  5. Hidup Tapanuli
    Januari 16, 2008 pukul 5:21 pm

    Masih banyak yang kurang tuh lae di Tapanuli, jangan-jangan laepun sudah lupa dengan budaya daerah sendiri:
    Salib kasih di Tarutung
    Makam Sisingamangaraja
    Muara
    Taman Eden di Laguboti
    Simarjarunjung
    Haranggaol
    dll

    Harry: Wah sori lae, ternyata masih banyak kekayaan wisata di Tapanuli yang belum tercatat ya.

  6. Beverly Hill
    Januari 17, 2008 pukul 1:19 am

    Pelabuhan Ratu di Jawa Barat Belum masuk tu bang harry.
    Wisata pantai yang paling indah ada disana, pemandangan alam yang seger, dukungan fasilitas yang memadai seperti penginapan, surfing facility, dan tentunya cewek cewek Sunda yang geulis-geulis. Kalau mau wisata mistik disana juga lengkap. ada lokasi pertapaan soekarno yang sekarang dijadikan sekretariat presiden. di Samudera Beach Hotel Juga Ada kamar yang katanyta tempat mangkalnya Nyi Roro Kidul.. iiiiiiii serem..

    sekarang sudah banyak Bule berdatangan kesana.

    Harry: Sepakat sekalai Bung Beverly Hill, karena sayapun bekerja di Sukabumi. Ayo kunjungi Pelabuhan Ratu, sungguh sangat mempesona, seperti pantai Sanur

  7. hasian
    Januari 17, 2008 pukul 5:06 am

    Met kenal lae. Bagus tulisannya. Semoga Lae bisa mengunjungi semua tempat wisata itu.

    Harry: Met kenal juga lae, mudahan-mudahan tercapai lae.

  8. Siegrev
    Januari 17, 2008 pukul 6:29 am

    Betul itu bang. Alor Adalah daerah yang paling indah menurutku, jadi kangen aku sama kampung halamanku itu.

  9. Berry Ronald
    Januari 17, 2008 pukul 8:37 am

    Saya juga heran dengan para elit di negara kita ini, tidak ada yang memperdulikan pariwisata daerahnya. bisa kita lihat kalau baru datang ke Indonesia atau satu provinsi, tidak ada satupun leaflet atau brosur panduan wisata di bandara-bandara atau lokasi wisata. berbeda sekali dengan negara lain seperti Thailand dan Malaysia. Padahal sebenarnya ini bisa menjai andalan PAD daerah ybs, dan secara langsung dapat membangun taraf kehidupan mamsyarakat setempat. wahai para pemimpin mari kita kampanyekan pariwisata di negara kita ini.

    Harry: Sepakat aku dengan pendapat bung Berry ini, ayo kita kampanyekan dari sekarang, minimal dari diri kita sendiri.

  10. Januari 24, 2008 pukul 2:28 pm

    Sebuah usaha yang bagus Lae. Pasti akan lebih afdol kalau diiringi tawaran paradigma baru : berhentilah hanya menjual keindahan panorama alam!

    Singapura nggak punya satu pun panorama yang cantik, tapi turis yang berkunjung ke negara itu lebih banyak dibanding jumlah turis ke Indonesia. Apa yang dijual Singapura ? Wisata belanja dan Wisata Kesehatan.

    Horas

  11. Januari 24, 2008 pukul 2:30 pm

    dalam rangka blog trade nih Lae, aku sudah pasang linkmu di blog aku. Mauliate.

    MERDEKA

    Harry: mauliate Lae.

  12. Februari 15, 2008 pukul 2:48 am

    Ternyata Lae, Danau Toba yang keelokannya kita banggakan itu tidak masuk dalam daftar obyek wisata yang akan dipromosikan ke seluruh dunia, melalui Visit Indonesia Year 2008. Dago inang sarge….

    Harry: iya lae, aku juga sangat kecewa dengan kebijakan pemerintah ini. jangankan pemerintah pusat, Gubernur Rudolf Pardede saja cuek banget dengan kondisi danau toba sekarang ini. kalau bukan dimulai dari kita untuk peduli.. siapa lagi dong…..

  13. April 5, 2008 pukul 8:59 am

    Assalamualaikum
    bang, kayaknya di Bangka Belitung masih banyak lagi tuh yang belum masuk. masa cuma itu doang

  14. Harry Simbolon
    April 7, 2008 pukul 8:48 am

    @ Romlah
    Sori, berarti aku yang kurang kenal daerah Bangka. Tulislah semua Obyek wisata yang ada di bangka disini biar semakin banyak masyarakat Indonesia yang mengenal Bangka

  15. Jimmy Am
    Juli 12, 2008 pukul 6:17 am

    sudah saatnya budaya dan obyek wisata di papua dan papua barat harus di prioritaskan oleh tong pu pejabat yang duduk di eksekutif maupun legislatif…karena sampai kapan papua mau maju kalau pejabat kerjanya ngga becus…
    dengan visit indonesia years 2008 ini bagi aku program yang sangat positif sekali, dan kiranya program ini jangan hanya dilaksanakan di tahun 2008 ini saja kalau boleh setiap tahun dilaksanakan, sehingga budaya dan obyek wisata yang masih tidur ini bisa dikelolah dan dijaga dengan baik………………….

    Harry: Sepakat bro Jimmy, Jika saya berdiskusi dengan teman-teman di/dari Papua, ternyata Papua memiliki potensi wisata yang sangat dasyat, hanya pemerintah daerah dan pusat belum memeperhatikan potensi ini.

  16. kenic
    November 23, 2008 pukul 10:05 am

    selamat pagi
    dengan ini saya ingin meminta izin kepada anda untuk menyadur artikel dari weblog anda ini,untuk sekedar melaksanakan tugas akhir…
    atas izin yang di berikan saya ucapkan terimakasih

    Harry: Silahkan mas Kenic, tapi kalau bisa tulis sumbernya ya.

  17. Januari 23, 2013 pukul 7:49 pm

    Wow, banyak banget daftar wisatanya. . .

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: