Beranda > Artikel bebas, Opini, Sosial Politik > Kontroversi Sakit Penyakit Suharto

Kontroversi Sakit Penyakit Suharto

Akhir akhir ini seluruh media baik cetak maupun televisi bahkan radio-radio diseluruh Indonesia menempatkan Pak Harto sebagai ikon dagangan mereka, mengapa tidak, Suharto sekarang ini sudah mengalahkan ketenaran para selebritis top lainnya. Bahkan ifotaiment pun dipenuhi denga berita sang peguasa orde baru ini. Dengan demikian sekarang  selain menjadi mantan Presiden, Suharto sudah menjadi artis tenar.

Kalau saat ini juga dilakukan survey: siapa orang yang paling ngetop saat ini, pastilah Suharto. Bahkan karena sakit penyakitnya ini semua sejarah beliau dibongkar habis, sampai masa kanak-kanaknyapun tak ketinggalan dikupas habis. Sementara ditoko-toko buku Biografi Suharto laris manis, bahkan langka dipasaran. Di Toko buku besar malahan buku-buku itu yang tadinya sudah digudangkan atau tinggal menunggu lelang malah menjadi best seller, malah naik cetak lagi. Lebih parah lagi Suhartopun sekarang ini jadi tokoh idola di Lapo Tuak (kedai minum orang batak).

Apa yang menjadi sihir sehingga seluruh Indonesia sekarang menceritakan Suharto? Apakah ini pertanda bahwa Suharto masih menjadi pahlawan bagi kebanyakan masyarakat Indonesia? Ketika keadaan sosial ekonomi Indonesia Indonesia sekarang ini dirasakan kebanyakan orang lebih jelek dari pada masa orde baru, pastilah orang beranggapan: “lebih baik pada masa Suharto dulu ya”.

Tapi bagaiamanapun dicaci dan dicercanya Suharto, tetap saja masih banyak yang mencintai Suharto, bahkan yang paling edannya lagi ada partai baru yang belum lama ini mendeklarasikan dirinya menamakan Partai Karya Pelita Suharto dan Partai Orde baru. Apakah dengan memilih partai ini lantas kehidupan sosial ekonomi senyaman masa Suharto dulu? Belum tentu? Ini hanyalah sekolompok orang yang ingin mendulang ketenaran dan kesuksesan dibalik nama penguasa orde baru itu.

Kembali ke sakit penyakit Suharto, banyak orang bertanya kenapa ya kok belum mati-mati juga, kan sudah sekarat? Sebagian orang menjawab; “ya iyalah, belum buang hajat, masih banyak pesugihan didalam tubuh Suharto yang belum dibuang, bahkan masih meminta tumbal”. Dasar edan memang, tapi hal ini tidak bisa dipungkiri, karena memang kedua presiden kita terdahulu Sukarno dan Suharto sangat dekat dengan hal-hal mistis. Bahkan semalam saya menonton tayangan di satu statison televisi nasional yang mengupas habis kegiatan mistis Suharto sampai ke goa-goa di pedalam jawa. Bahkan konon katanya disetiap sudut istana presiden ada tumbal yang ditanam Suharto untuk mengamankan pemerintahannya, dan di masa Megawati karena sang ayah Sukarno tumbal itu masih aman, namun di masa SBY banyak terjadi bencana dan malapetaka karena SBY tidak dekat dengan pesugihan. Ya namanya juga mitos, silahkan percaya atau tidak percaya. Bagaimanapun hebatnya kekuatan mistis Suharto itu, toh sekarang Suharto sudah tak ada apa-apanya, terbaring tak berdaya menunggu ajal memanggil.

Lantas bagaimana dengan doa-doa seluruh masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang mendoakan kesembuhan Suharto? Bahkan Apel pagi di beberapa Pemda diselingi dengan doa khusus untuk kesehatan Suharto. Yang lebih parahnya lagi para politisi dan ulama sengaja berbondong-bondong datang ke RSPP dengan membawa segeromboloan massa hanya untuk mendoakan Suharto, apa ada udang di balik bakwan? Ya, kalau berdoa dari hati dan di dalam rumah sajakan ga apa-apa kenapa musti harus dilihat banyak orang, dan dilakukan ditempat umum lagi, sengaja ya.. karena di RSPP banyak wartawan menunggu. ha.ha..ha.. edan memang. Saya hanya mengatakan. Maut ada ditangan yang maha kuasa, serahkan saja kepada-Nya.

Namun meskipun begitu secara pribadi saya berterima kasih buat perjuangan Pak Harto mamajukan Bangsa Indonesia ini sedari dulu. Dengan program Pelita dan Repelitanya banyak hal positif yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia, coba bandingakan dengan kepemimpinan nasional saat ini, mana ada presiden yang memiliki perencanaan pembangunan sematang Pak Harto. sehingga sekarang ini yang terjadi lain presiden lain program, ganti mentri ganti kebijakan. apalagi ganti bupati/walikota/kadis, dll

Namun diluar permasalah ini, mari kita lihat bangsa ini: angan masih terbentang, ladang masih sangat luas dikerjakan, Indonesia masih membutuhkan banyak tenaga untuk memegang cangkul dan mengerjakan ladang itu. Mari kita lihat masa depan demi kemajuan tanah air kita tercinta ini. MERDEKA

  1. Yosevandy
    Januari 25, 2008 pukul 4:27 am

    Horas Lae Bolon,
    Ya Begitulah Zaman Modern ini. Semua hal bisa diputarbalikkan, yg dulunya dianggap penjahat HAM, sekarang jadi Pahlawan. Yang tadinya salah seorang Bapak Bangsa, sekarang…??? Banyak anak SD ga kenal sama sekali. Semua itu karena peran media (koran,Tv) sebagai Media Propaganda yang sempurna. SCTV, RCTI, MetroTv siapa yang punya? Masih ingat Piala Dunia di Jerman Kemaren? Dengan Berapi-apinya Si Putri Mantan Penguasa Indonesia itu muncul di layar TV(walaupun cuman beberapa episode saja, karena banyak diprotes mania bola.Tau apa dia ttg Bola! Tujuannya cuman mau narik simpati rakyat lagi, karena TV nya Dia yang udah bayarin Hak siarnya).

    Belum buku-buku sejarah yang isinya udah dipermak abis. Akibatnya generasi yang sekarang-sekarang ini ga tau fakta yang sebenarnya. Tapi ya udahlah…Mustahil dia dan konco-konconya bisa diadili berdasarkan hukum dan pemerintahan yang sekarang.

    Tapi kalo pemerintahan yang sekarang dan nanti ga ada niat, Bapa Nabadia I ma annon na Manguhumi oppung na Reot i.

    Harry: Bah, mauliate lae nungga ro to blog ku na roa on, sehat do lae? Molo maniak bola manang na aha pe topik na ikon boi di hubungkon to bola, ate le? nga boha kabar tes PNS i? adigan mulak to jakarta muse?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: