Beranda > Kritik Kebijakan, Nasionalisme, Opini, Telekomunikasi > Jangan Gadaikan Bangsa Dengan Regulasi

Jangan Gadaikan Bangsa Dengan Regulasi

Banyak spanduk atau baliho bertuliskan judul diatas dan tulisan benrnada sejenis yang dipasang di seluruh kantor PT Telkom, saya tertarik menyimaknya ketika ternyata semua serikat karyawan (SEKAR) PT Telkom sepakat mencatumkan bentuk protes ini diseluruh kantornya. Yang paling besar adalah di kantor PT Telkom Jalan Japati Bandung. Yang menjadi pertanyaan saya sebenarnya apa yang terjadi dibalik sepenggal kalimat itu? Regulasi apa sebanrnya yang dibuat sehingga bangsa terjual? Dan kenapa yang mengusungnya PT Telkom bukan perusahaan yang lain? Apakah dalam hal ini PT Telkom dirugikan?

Swastanisasi industri telekomunikasi yang saat ini sedang gencar dikumandangkan pemerintah membawa angin segar bagi para investor, namun bagi PT Telkom dan PT Indosat yang sudah terlebih dahulu menggeluti industri ini sejak lama hal ini menjadi momok bagi pundi-pundi uang mereka, dan pasti berujung pada penurunan pendapatan karyawan. Jika pemerintah juga sadar kontribusi pajak dan deviden kepada pemerintah juga akan berkurang. Mengapa tidak, yang tadinya industri ini begitu gampang digarap oleh dua perushaaan besar, sekarang harus rela membagi kuenya dengan perusahaan-perusahaan baru yang bermunculan.

Terlebih pada sektor telekomunikasi selular. Saat ini sudah ada 10 perushaan selular yang meramaikan pasar indonesia. Kalau praktisi bilang, harus tercipta iklim persaingan agar perusahaan BUMN maju. Saya malah berpikir bukankah industri telekomunikasi adalah usaha yang mengatur hajat hidup orang banyak seperti yang tertuang pada pasal 33 UUD 1945. Jika kita menyadari bahwa ini adalah hajat hidup orang banyak seharusnya dimiliki pemerintah, dan jika dimiliki pemerintah tentunya akan dikelola oleh perusahaan pemerintah yang dalam hal ini PT Telkom dan PT Indosat. Namun lagi-lagi dipertanyaan saya kenapa justru banyak perusahaan swasta yang bermain.

Apakah para elit di negara ini tidak menganggap telekomunikasi adalah sektor fital? Tidak tahukah Anda bahwa Telekomunikasi berperan penting dalam proses penyelengaraan pemerintahan. Andai data-data negara disadap apa yang terjadi? Bahkan di beberapa daerah tertentu sebagian BTS perusahaan telekomuniasi dijaga oleh pasukan khusus kepresidenan (paspampres). Bagaimana pula jika data-data itu dapat dengan gampangnya diakses oleh negara lain? Indonesia akan terus menjadi negara pion. Dengan akses telekomunikasi pula makanya Amerika begitu gampangnya melontarkan kebijakan luar negerinya, karena Amerika ternyata menempatkan telekomunikasi sebagai andalan intelejen.

Mari kita lihat beberapa kebijakan yang diambil pemerintah beberapa waktu ini: 1) Penjualan saham pemerintah di Indosat kepada asing (dasar pemerintah bego’, sudah tahu penting kok dijual, ke investor asing lagi. Cara instan menambal anggaran, sementara sektor fital menjadi korban); 2)  tender SLI yang dimenangkan Bakri (mendingan masih swasta pribumi, apa yang terjadi bila dimenangi perusahaan luar. lagi pula sudah cukup kok dimiliki oleh dua perusahaan); 3) tender telepon desa (tertunda, padahal PT Telkom group sudah sangat siap, apa sebenarnya yang terjadi, apa karena perusahaan milik menkokesra yang notabene penyumbang dana kampanye terbesar SBY mundur dari tender ini?); 4) pembukaan kode akses SLJJ (wajar saja PT Telkom menolak, sudah capek-capek membangun jaringan kok sekarang begitu gampangnya diberikan ke orang lain, gratis lagi). 5) Swastanisasi warung telkom (wartel) (dari namanya saja jelas warung telkom, dimiliki oleh PT Telkom, perangkat dari PT Telkom, kok sekarang harus diserahkan ke orang lain); 6) penurunan tarif (masih polemik, tarif harus dituruni mengikuti perkembangan pasar); 7) dan terakhir vonis KPPU pada PT Telkomsel (anak perusahaan PT Telkom) (kok PT Telkomsel yang jadi korban, siapa suruh dijual ke singapura, lagi pula inikan masalah holding company kenapa dibebankan ke PT Telkomsel? Hanya karena para pengusaha asing swasta dekat pada pemerintah, atau karena pemerintah ingin dinggap bijaksana).

Dari sekilas kebijakan pemerintah diatas wajar saja jika SEKAR PT Telkom mengamuk. Serikat Pekerja PT Telkom di kenal sebagi serikat pekerja yang paling disegani, dengan aksi-aksi mereka yang sangat pemberani mengawal kebijakan perusahaan. Setiap rapat pimpinan (RAPIM) sampai kepada RUPS SEKAR PT Telkom selalu ikut berperan. Bahkan para independen auditor juga getar-getir jika mendapat penugasan di perusahaan ini.

Suatu saat pernah Pak Rinaldi Firmansyah (Dirut PT Telkom) dalam Kuliah umum dikampusku berkata: “Menjadi dirut BMUN itu serba salah, kinerja buruk dibilang ga bisa kerja, ujung-ujungnya dilengserkan. Sementara bila laba tinggi, dibilang kolusi dan korupsi. Makanya Dirut BUMN harus pintar menjaga stabilitas perusahaan”.

Saya tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi, karena saya tidak terjun langsung sebagai pengambil kebijakan BUMN. Tapi berdasarkan analisa saya pribadi kenapa harus disalahkan bila laba tinggi. Bukannya semakin tinggi laba semakin banyak kontribusinya ke pemerintah. Menurut saya lebih masuk akal menambal APBN dari pajak dan bagian laba BUMN, daripada harus menjualnya. Ini dapat dianalogikan seperti pengusaha angkot yang memiliki hutang memutuskan menjual angkot satu-satunya untuk membayar hutangnya. Setelah hutangnya lunas, sang pengusaha tidak memiliki penghasilan lagi. Lantas jika semua BUMN dijual pemerintah punya apa?

Kembali ke masalah diatas, dengan ini saya sampaikan dukungan moril saya kepada para pejuang Sekar Telkom, semoga setiap protesmu didengar pemerintah. Mari kita tegakkan keadilan di tanah air tercinta ini. Kembalikan aset bangsa kepada masyarakat indonesia bukan kepada negara lain. Sampai kapan pemerintah terus mengadaikan negaranya sendiri. Mari kita bangun nasionalisme kita dengan mencintai produk negara sendiri. Merdeka.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: