Beranda > Diary, Karir, SDM > Posisi staff, Gaji GM

Posisi staff, Gaji GM

Beberapa orang yang tidak mampu akan tersisih dengan sendirinya menjadi staff abadi, hanya beberapa orang pilihan saja yang akan terus beranjak meraih posisi-posisi managerial.

BEBERAPA hari yang lalu saya menghadiri meeting di kantor Jakarta. Sebelum memasuki ruangan meeting saya bertemu dengan rekan kerja yang sudah lama tidak berjumpa di depan lift. Namanya pak xxxx, orangnya sudah cukup tua, dapat dilihat dari rambutnya yang sudah hampir memutih semua. Pertama kali ketemu ketika dia diundang membawakan presentasi program perusahaan ke kotaku, aku sudah mengira bahwa dia adalah pejabat, minimal manager lah. Tapi setelah kucek di data karyawan ternyata dia hanya seorang staff. Terkejut juga sih aku. Meski sudah tua ternyata gaul juga dia, seperti tidak ada penghalang meski berbeda usia jauh.

Obrolan singkatpun dimulai, ujung-ujungnya sampai ke masalah karir. Tercetus olehku: “kapan nih pak dapat posisi empuk?” inikan sudah empuk, jawabnya. “Ya minimal menjadi seperti dia lah, sembari menunjuk pimpinannya yang kebetulan sedang lewat.” jawabku demikian. “Untuk apa posisi empuk, kalau kita mah biar staff tapi bergaji General Manager (GM)” sambil ketawa dia mengatakannya. Akupun juga ikut tertawa lepas.

Singkat kata pembicaraan aku sudahi karena sepertinya meeting sudah hampir dimulai. Setelah perbincangan itu perkataannya masih terus kupikirkan. tercetus dipikiranku bahwa menurutku ternyata ada dua pemikiran karyawan mengenai karir, yang pertama, gaji memadai didukung dengan karir yang terus menanjak, dan kedua, toh gaji juga akan naik dengan sendirinya meski posisi masih itu-itu juga, karena penilaian usia kerja yang proporsional dengan pendapatan karyawan. Nah yang kedua inilah yang tepat pada temanku itu.

Apa mau dikata, persaingan yang semakin ketat di dunia usaha sekarang ini menuntut masing-masing karyawan memiliki competitive advantage dan skill khusus untuk dapat bertahan dan memenangkan persaingan tersebut. Beberapa orang yang tidak mampu akan tersisih dengan sendirinya menjadi staff abadi, hanya beberapa orang pilihan saja yang akan terus beranjak meraih posisi-posisi managerial.

Bagi yang masih muda sepertiku, jalan pasti masih terbentang lebar untuk meraih angan tersebut, namun bagi yang sudah berumur, pasti hanya berpasrah saja menunggu rejeki menghampirinya. Maklum segala usaha sudah dilakukan toh belum juga beranjak dari posisi sekarang. Namun keyakinanku: usia tidaklah menjadi penentu, selagi kita masih bisa berkarya dan menunjukkan hasil kerja kita, maka kesempatan itu pasti akan datang dengan sendirinya. Banyak kok kita jumpai justru di usia tualah ia berada dimasa keemasannya. (HAS)

Kategori:Diary, Karir, SDM
  1. Februari 22, 2008 pukul 5:22 am

    Setuju dengan tulisan appara….

    Sekali-kali buka http://www.santrov.multiply.com ya appara, kasih comment.. Horas,,, dan selalu berkarya…

    Harry: Sudah sering ku buka Appara usernameku di multyply harryas Blognya bagus. btw selamat ya atas kelahiran si Jagoan Kecil

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: