Beranda > Artikel bebas, Kata Bijak, Tips > Tips Membangun Kepercayaan Diri

Tips Membangun Kepercayaan Diri

“Kalau mereka bisa sukses, saya pun bisa sukses”

Inilah kata-kata yang sering dikatakan oleh orang yang cemerlang dalam hidupnya. Apabila menghadapi masalah atau jalan buntu, mereka tidak mudah berputus asa karena berkeyakinan bahwa kalau orang lain bisa berbuat sesuatu atau sukses mengapa mereka tidak bisa.

Rujukan mereka ialah orang yang cemerlang yang telah membuktikan kehebatan diri. Tetapi bagi orang yang lemah masih ada tiga kemungkinan. Pertama mereka tidak ada rujukan mana- mana orang yang cemerlang. Keduanya kalau ada pun rujukan orang yang cemerlang, mereka merasakan mereka tidak mampu atau layak untuk sukses seperti itu. Atau ketiganya rujukan mereka ialah rekan orang lemah sendiri.

untuk merasionalkan kelemahan atau kemalasan mereka, orang ini akan berkata “kalau si dia itu sudah berusaha pun masih gagal, buat apa kita berusaha bersungguh-sungguh” .

Membangun Kepercayaan diri

Bagi sebagian kita yang punya masalah rendahnya kepercayaan- diri atau merasa telah kehilangan kepercayaan diri, mungkin Anda bisa menjadikan langkah- langkah berikut ini untuk proses latihan:

1. Menciptakan definisi diri positif.

Steve Chandler mengatakan, “Cara terbaik untuk mengubah sistem keyakinanmu adalah mengubah definisi dirimu.”

Bagaimana menciptakan definisi diri positif. Beberapa cara yang bisa kita lakukan adalah:

· Membuat kesimpulan yang positif tentang diri sendiri / membuat pendapat yang positif tentang diri sendiri. Positif di sini artinya yang bisa mendorong atau yang bisa membangun, bukan yang merusak atau yang menghancurkan.

· Belajar melihat bagian-bagian positif / kelebihan / kekuatan yang kita miliki

· Membuka dialog dengan diri sendiri tentang hal-hal positif yang bisa kita lakukan, dari mulai yang paling kecil dan dari mulai yang bisa kita lakukan hari ini.

Selain itu, yang perlu dilakukan adalah menghentikan persepsi diri negatif yang muncul, seperti misalnya saya tidak punya kelebihan apa-apa, hidup saya tidak berharga, saya hanya beban masyarakat, dan seterusnya. Setelah kita menghentikan, tugas kita adalah menggantinya dengan yang positif, konstruktif dan motivatif. Ini hanya syarat awal dan tidak cukup untuk membangun kepercayaan diri.

2. Memperjuangkan keinginan yang positif

Selanjutnya adalah merumuskan program / agenda perbaikan diri. Ini bisa berbentuk misalnya memiliki target baru yang hendak kita wujudkan atau merumuskan langkah-langkah positif yang hendak kita lakukan. Entah itu besar atau kecil, yang penting harus ada perubahan atau peningkatan ke arah yang lebih positif. Semakin banyak hal-hal positif (target, tujuan atau keinginan) yang sanggup kita wujudkan, semakin kuatlah keinginan kita. Kita perlu tahu bahwa pada akhirnya kita hanya akan menjadi lebih baik dengan cara melakukan sesuatu yang baik buat kita. Tidak ada yang bisa mengganti prinsip ini.

3. Mengatasi masalah secara positif

Semangat juga bisa diperkuat dengan cara memberikan bukti kepada diri sendiri bahwa kita ternyata berhasil mengatasi masalah yang menimpa kita. Semakin banyak masalah yang sanggup kita selesaikan, semakin kuatlah motivasi diri. Lama kelamaan kita menjadi orang yang tidak mudah menyerah kalah ketika menghadapi masalah. Kerana itu ada yang mengingatkan, begitu kita sudah terbiasa merasa pasrah atau kalah, ini nanti akan menjadi kebiasaan yang membuat kita seringkali bermasalah.

4. Memiliki dasar keputusan yang positif.

Kalau melihat dari cara hidup secara keseluruhan, memang tidak ada orang yang selalu yakin atas kemampuannya dalam menghadapi masalah atau dalam mewujudkan keinginan. Orang yang sekelas Mahatma Gandhi saja sempat goyah ketika tiba-tiba kenyataan berubah secara tak terduga-duga. Tapi, Gandhi punya cara yang bisa kita tiru:

“Ketika saya putus asa maka saya selalu ingat bahwa sepanjang sejarah, jalan yang ditempuh dengan kebenaran dan cinta selalu menang. Ada beberapa kejahatan dan pembunuhan yang sepertinya menang tetapi akhirnya kalah. Pikirkan ucapan saya ini, “SELALU”. Artinya, kepercayaan Gandhi tumbuh lagi setelah mengingat bahwa langkahnya sudah dilandasi oleh prinsip- prinsip yang benar.

5. Memiliki model / teladan yang positif

Yang penting lagi adalah menemukan orang lain yang bisa kita contoh dari segi kepercayaan dirinya. Ini memang menuntut kita untuk sering membuka mata melihat orang lain yang lebih bagus dari kita lalu menjadikannya sebagai teladan atau idola. Demikian pentingnya peranan orang lain ini, ada yang mengatakan bahwa kita bisa memperbaiki diri dari dua hal:

a) pengalaman peribadi (life experiencing) dan

b) duplicating (mencontoh dan mempelajari orang lain).

 

  1. Maret 11, 2008 pukul 5:13 pm

    wahhh bagus kali artikelnya lae
    berguna banget bagiku lae
    izin copy yahh Lae
    hihihi

    Harry: ok

  2. maraden simbolon
    Maret 19, 2008 pukul 7:46 am

    mauliate abang artikel muna i, kiranya bertambah mantap lagi. horas

    Harry: Horas pra..

  3. Monk
    Agustus 15, 2008 pukul 5:54 am

    wuih…ini yg jarang orang baca…

    gimana caranya handle diri sendiri..dan ga gampang putus asa..

    thanks bos atas info yg berharganya…

  4. September 17, 2008 pukul 7:46 am

    terima kasih bapak telah membantu siswa-siswi kami untuk percaya diri, dari materi bapak saya dapat menambah pengetahuan untuk memotivasi mereka

    Harry: Saya senang sekali pak, kalau tulisan saya membantu bermanfaat bagi orang lain. Terima kasih atas feedback nya pak

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: