Beranda > Diary, Pariwisata, Traveling > Laporan Perjalanan ke Lampung

Laporan Perjalanan ke Lampung

Maaf aga sedikit narsis

Menyetir sendiri Jakarta – Sumatera kali ini adalah pengalaman pertamaku. Apalagi yang dibawa adalah pacar dan calon kakak iparšŸ™‚

Perjalanan dimulai dari sukabumi jam 7 malam. Biasanya nyampe di Bekasi cuma butuh 3 jam, namun kali ini sungguh luar biasa, karena banyaknya orang yang liburan (harpitnas) dan jeleknya jalan Sukabumi – Ciawi membuatku harus sabar diperjalanan selama 7 jam.

gajahAku tidak habis pikir jalan lintas Ciawi – Sukabumi sudah sangat rusak parah, tapi tetap dibiarkan begitu saja. Lintasan ini adalah daerah industri, banyak pabrik besar berdiri seperti: Aqua, Yakult, Pocary Sweat, Ades, Garmen, dll, banyak truk dan tronton yang lewat, belum lagi truk-truk pasir yang menjadi kambing hitam akan kerusakan jalan itu. Kalau ada pembaca yang pernah masuk ke Sukabumi lewat Cianjur dan terus sampai ke Bogor pasti tahu parahnya jalan ini, coba bandingkan jalan itu tidak jauh beda dengan jalan yang menghubungkan kampung Oppungku ke pasar pakkat di Tapanuli sana. Pertanyaan langsung terbesit di benakku, tidak adakah pejabat yang melewati jalan ini?

Untung aku membawa teman kantorku yang sangat kocak, sehingga kepenatan selama kemacetan itu bisa sedikit terobati dengan banyolan yang dibuatnya.

Dari Bekasi setelah beristirahat 3 jam, setelah menjemput si dia perjalan kami lanjutkan kembali jam 6 pagi. Dugaanku kalau semakin siang pasti jalanan akan semakin macet. Untung sepanjang tol Bekasi – Merak memang sangat sepi, hanya di jalan tol merak kami harus pelan-pelan meski sepi karena jalan sangat jelek sekali. Aku hanya heran saja kok jalan tol bisa jelek ya? Padahal tarif tol naik terus, kenapa tidak ada perawatan? Memasuki daerah Merak antrian mobil yang mau menyebrang ternyata mencapi 2 KM. Kemujuran ternyata berpihak kepada kami, pas antian mobil kami, pak polisi meminta kami masuk ke lintasan baru, sehingga kami cepat sampai ke loket pembayaran penyeberangan. Dari loket pembayaran kami harus mengantri sekitar satu jam lebih menunggu kapal berikutnya menyandar.

kapalAda yang seru selama kami menunggu itu. Kami bertemu pelatih Sriwijaya FC – Rahmat Darmawan yang kebetulan mobilnya ada di belakang kami. Kami juga sempat berfoto-foto di tepi laut, melihat anak – anak yang memungut uang yang dilempar oleh penumpang dari atas kapal, membeli kaca mata, dll. Pokoknya sebisa mungkin perjalanan kami menyenangkan. Apalagi mobil kami juga diliput oleh kameramen beberapa televisi nasional.

Dugaanku semula ternyata benar, kapal sangat penuh sekali, bahkan membuka pintu mobilpun sangat susah, alhasil kami tidak bisa pergi ke atas kapal. Jadilah selama 3 jam diatas laut kami berada didalam mobil, makan, tidur, dan bercanda di mobil.

Welcome to Sumatra Island. Perjalanan kami lanjutkan lagi menyusuri propinsi Lampung, jalan disini sangat bagus sekali, tetapi hanya sampai di daerah Panjang saja, selebihnya jalan rusak parah. Yang menarik adalah sepanjang pejalanan banyak ilalang yang sedang berbunga seperti musim semi, Indah sekali. So romantic.

Selama di Lampung, bertemu dengan kawan-kawan, ke gereja bareng, maen billiard, ke pantai pasir putih, wisata alam Bumi kedaton, dll. Weekend ke Lampung sungguh menarik sekali.

Kami berangkat dari Lampung pada hari Minggu, kali ini perjalanan pulang kami sungguh sangat lancar.

Oh my beautiful Lampung, I’ll come back for you.

  1. Maret 27, 2008 pukul 7:57 pm

    wahhhh ga bilang2 lagi dikau lae kalo ke medan
    padahal kemarin sudah kukasih tau kalo lae ke medan singgah ke rumah
    wahhh payah jg ingatan lae ku ini

    btw yang mana calon inang itu
    hihihii

    Harry: tenang lae, kalau aku ke medan lagi pasti aku jumpai lae.

  2. Maret 27, 2008 pukul 8:03 pm

    sorry salah rupanya kukira lae ke medan hihii
    maklum lae dah jam 3 pagi nih agak ngantuk mataku

    Harry: wah kasihan dong itoku itu lae tinggal sampe jam 3 pagišŸ™‚

  3. Fitri
    April 1, 2008 pukul 5:49 am

    waahh… abang… jadi pengen liburan bareng pacar juga.. xixi tp kok oleh2 nya ga nyampe yaa…hehe

    Harry: refresing sekali-kali fit. bosen di depan komputer mulu. sayang gajahnya ga bisa dibawa. kalau bisa itu yang kukasih sam mu fit. he..he..

  4. yeyen
    Januari 10, 2010 pukul 9:47 am

    kalo ke lampung lg cobalah wisata kuliner, ada bakso soni, ada somay loki, ada kampung sea food, ada nasi goreng gila..empek2, tekwan, kapal selam…
    makanan di lampung tidak ada duanya….yummmy

  5. septi
    Juli 18, 2010 pukul 8:10 pm

    wah enak banget jalan2 ke lampung,,..
    pasti ketemu sama kembaran ku,..
    hehehe,,..

    klo ke lampung jangan oleh2 khas lampung,,..
    apa ya namax q lupa,…
    pokoknya enak banget,,…

  6. femi junita sari
    Juni 18, 2012 pukul 6:30 pm

    Hm….enak banget naik gajah …..
    Jadi kepingin juga nie

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: