Beranda > Diary > Pertemuan Yang Tak Kunjung Usai

Pertemuan Yang Tak Kunjung Usai

Cerita ini tepatnya terjadi sebulan yang lalu, takkala aku bertemu dengan teman-teman masa kecilku di Bandung – kota yang sangat jauh sekali dari tanah kelahiranku di Tanjung Gading Asahan, di utara Pulau Sumatera sana.

Herbert & Ade, ya mereka lah kedua temanku itu. Herbert memang sejak kuliah sudah di Bandung, dan sekarang bekerjapun di Bandung, sementara Ade Kuliah di Yogjakarta dan kebetulan sedang mencari kerja di Bandung. Kalau aku sudah setahun ini selalu ke Bandung setiap akhir pekan untuk mencari gelar (he..he.. gelar atau ilmu?)

Sudah lama sih aku tahu kalau si Herbert ada di Bandung, tetapi tidak ada cara untuk berkomunikasi dengannya, sementara setahuku si Ade kuliah di Yogya, dan tidak tahu sudah kelar belum kuliahnya. Tetapi anehnya justru si Ade lah yang bisa mempertemukan kami bertiga di Bandung.

Jadilah kami bertiga janjian di salah satu pusat perbelanjaan di bandung – BIP. Seperti biasanya aku selalu datang duluan jika sudah janji, disusul Ade, sementara Herbert harus kerja dulu setengah hari baru bisa menyusul kami. Sambil menunggu Herbert kami berdua sudah asik bercerita (kalau bahasa Medannya markombur) mulai dari keadaan keluarga, lowongan kerja, cara test kerja, dll asik memang komburnya.

Ketika Herbert datang cerita makin menjadi-jadi saja, karena anak ini agak sedikit bocor mulai dari mantan pacar, cewek2 idola, perkuliahan, masa-masa bandel, dlsb. Sangkin asiknya bercerita kami hars berpindah tempat empat kali. (maklum lama sudah tidak bertemu).

Setelah sekitar 4 jam di Mc-D – tempat pertama kali – Kami harus berpindah ke food court karena sekedar ingin mencicipi kopi panas, di Mc-D kami hanya sekedar bercerita masa kanak-kanak kami sampai pada masa remaja kami. Di food court kami mulai merencanakan bisnis partnership – seperti businessman saja. Setelah dua jam minum kopi dan perut mulai terasa lapar kami berpindah ke rumah makan padang tak jauh dari situ (tadinya sih pengen cari lapo, tapi tak ada kendaraan kesana). Disini pembicaraan kami lanjutkan lagi dengan topik yang sudah meluas entah kemana. Mungkin karena sudah terlalu lama di rumah makan padang ini si pelayan dengan secara halus mengusir kami, padahal jam masih menunjukkan pukul 10 lebih (kurang ajar juga nih rumah makan, pikir kami). Kami pun haru mencari lapak baru. Akhirnya kami memilih warung kopi pinggir jalan, sambil minum kopi dan makan kacang pembicaraan sudah sampai ke dunia politik, hukum, ekonomi, politik, pokoknya entah sampaai kemana-mana saja, seperti pengamat segala bidang ilmu saja.

Waktu sudah menunjukkan pukul 1 malam, dan belum ada tanda-tanda bubar dari diskusi para pengamat publik ini🙂 Akhirnya karena mungkin terlalu banyak minum kopi dan kacang jadi perutku mulai mulas maka kami akhirnya bubar jalan. Kalau saja perutku tidak bermasalah, mungkin sampai pagipun markombur kami belum juga beres.

Menarik memang sudah hampir 8 tahun kami tak bertemu, dan secara tak sengaja bertemu, maka wajar sajalah berbicara ngalur ngidul, panjang lebar, sampai entah kemana. Bagaimanapun teman masa kecil itu sangat berkesan. Beginilah teman dan persahabatan itu, hanya waktu dan kesempatan yang menjadi pemisah dan penghubung kami.

Kategori:Diary Tag:, ,
  1. April 5, 2008 pukul 2:42 am

    Indah memang appara kalau mengenang masa lalu…… saya juga merindukan bebarapa sahabat yang sudah kurang lebih sejak 1997 tidak ketemu, lebih kurang 11 tahun. tetapi kontak lewat dunia maya masih terjalin dengan. Entah kapan akan bisa bertemua langsung. Yang pasti semua sudah dengan masing-masing pasangannya, anak-anaknya heheheheh. Horas ma appara

  2. Harry Simbolon
    April 7, 2008 pukul 2:24 am

    benar pra. apalagi kalau masa lalunya sangat menarik.
    Bersyukur ada internet yang bisa menjadi media komunikasi. Aku malah punya lebih banyak kawan lagi karena internet.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: