Beranda > Bisnis Manajemen, Karir, Kisah Nyata > Tetap Berjalan di Belantara Cacian dan Makian

Tetap Berjalan di Belantara Cacian dan Makian

Dalam kehidupan ini tidak hanya kata-kata manis yang akan sering kita terima, cacian dan makian adalah makanan yang akan kita terima, dalam menggapai mimpi banyak orang yang telah sukses bisa menjadi seperti itu karena siap dan telah menerima cacian dan makian.

“Sinting kamu!”, antara lain adalah perbendaharan makian yang harus kita terima begitu mengambil pilihan atau melakukan sesuatu yang tidak dikehendaki orang-orang dekat kita. Barangkali kita kehilangan warisan karena menikahi pasangan yang tidak disukai orang tua atau dikucilkan dari lingkungan kantor. Dalam tugas-tugas manajerial di kantor, saya pernah menerima sedikit cacian ketika dalam mengaudit mengambil kebijakan yang tidak populer dan membuka kejahatan seseorang. Strategi dan kebijakan/langkah baru yang coba diambil disambut dengan cemoohan. Apalagi sebagai orang baru, “Sok tahu dan sok bisa” menjadi kosa kata yang harus kita akrabi. Makian-makian seperti sebongkah tahi kerbau yang dilemparkan di muka kita.

Mutasi, pengurangan tunjangan, bahkan pemecatan adalah ancaman yang menunggu di depan mata sewaktu kita memilih untuk memperjuangkan apa yang benar, memperbaiki kekeliruan dan menegur yang salah. Tidak seorangpun menyukai itu. Kita umumnya lebih suka mendapat tepuk tangan, kocek yang selalu penuh, warisan banyak serta posisi yang enak dengan menjadi orang patuh dan menjadi orang yang diam di hadapan ketidakberesan.

Untuk hidup sepenuhnya, menyeberangi arus makian dan bisik-bisik karena mencintai kebenaran. Menjadi sukses dan berhasil pasti perlu, tapi lebih baik lagi jika kita hidup sepenuhnya, yakni dengan menjadi pecinta dan pelaku kebenaran. Mencintai kebenaran bagaikan mendaki ke puncak gunung; makin naik ke atas kita makin merasa sendiri, kuatir, takut jangan-jangan akan jatuh. Akan tetapi, segera sesudah sampai di puncak kita mengalami kebebasan yang paling penuh….berdiri memandang ke bawah dengan leluasa.

Semoga anda tidak pernah kapok untuk mencoba hal-hal baru di lingkungan anda, menjadi kritis dan berpandangan jauh ke depan meski harus banyak dicaci maki. Kelak ketika anda berhasil membuktikan pilihan anda, makian-makian tadi berganti menjadi samudera senyuman dan penerimaan, lengkap dengan permintaan maaf orang banyak.

Kalau anda belum pernah dimaki, ada dua kemungkinan. Satu, anda adalah orang yang paling penakut di dunia ini. Kedua, anda sebenarnya sudah dimaki, tapi karena sudah membuktikan pilihan anda, anda tidak dimaki lagi. Maka anda orang yang paling berani di dunia ini.

Jadi terkadang cacian dan makian akan sering kita dengar jika kita ingin menggapai sukses jika anda yakin dan percaya bahwa yang anda lakukan adalah tepat, teruslah berjalan dan hadapi cacian dan makian tersebut, maka suatu saat cacian dan makian tersebut akan berubah menjadi pujian. ayo terus berjuang mari kita membuat langkah awal dalam menggapai mimpi dengan menerjang cacian dan makian.

“mendapat pujian membuat orang terlena dan lemah, mendapat cacian membuat orang sadar dan berubah kuat”

Oleh: Erwin Arianto
Dikuitp dari Milis Management

 

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: