Beranda > Kisah Nyata, Pendidikan, Telekomunikasi > Anak Medan Berjaya di Belantara Jerman

Anak Medan Berjaya di Belantara Jerman

Jarang-jarang ada pemuda punya segerobak prestasi, bahkan di Jerman pula. Pemuda itu adalah Harianto Wijaya, asal Medan, Sumatra Utara. Usia Ian demikian panggilannya baru 25 tahun. Namun sebentar lagi ia meraih gelar doktor informatika di Jerman. Bahkan, dua temuannya di bidang teknologi informatika telah dipatenkan di sana.

Sebelumnya pada juli 2000. Ian menjadi orang asing pertama yang memperoleh green card di negara diesel itu. Dengan izin khusus itu, ia boleh bekerja sekaligus membawa keluarganya bertempat tinggal di Jerman. Berbeda dengan green card versi Amerika Serikat, yang diberikan bagi semua lapisan, izin khusus di Jerman itu hanya dianugrahkan kepada orang asing yang punya skill tinggi di bidang hi-tech.

Karya pertama Ian yang dipatentkan itu dimilikinya bersama Pro. Dr. Ing. B. Walke, dosen pembimbingnya semasa kuliah di Rheinisch Westfalische Technische Hochschule (RWTH), Aachen. Temuannya merupakan terobosan baru di bidang wireless local area network. Dengan
temuan itu, berbagai sistem komunikasi yang berbeda standar dapat dioperasikan pada frekuensi dan tempat yang sama, tanpa saling mengganggu. Temuan itu juga dilengkapi kemampuan Multi-Hop, yang menjadikan jangkauan pengiriman data yang lebih jauh.

Adapun paten kedua dimilikinya bersama Siemens, salah satu perusahaan seluler besar di dunia. Temuannya berupa feature atau algoritma yang dipakai oleh wireless modem hardware untuk melakukan scanning (pemindaian) terhadap channel frekuensi tertentu. Dengan temuan itu, kondisi interfensi terhadap sistem komunikasi lain bisa diketahui. Dari hasil pemindaian itu pula, wireless modem dapat memilih modulasi yang paling optimal untuk kondisi channel frekuensi tadi. Hasilnya, wireless modem dapat menjamin quality of service optimal untuk program aplikasi-aplikasi yang menggunakan wireless medium (udara) sebagai medium pengirim data.

Sayangnya, Ian enggan menyebutkan nilai jual patennya itu. Ian yang saat ini sudah delapan bulan menempuh program doktor, hanya memberikan sekadar gambaran. Pada paten kedua, misalnya, bila Siemens menjual lagi kepada vendor lain, diperkirakan harga jualnya bisa ratusan ribu DM, atau miliaran rupiah.

Saat ini, Ian sedang menggarap proyek yang bertujuan memadukan keunggulan dua sistem Hiperlan/2 dan IEEE 802.11. Selama ini Hiperlan dikenal sebagai wireless mobile communication system terbaik, yang menjamin kualitas untuk aplikasi suara, data dan video bagi pengiriman lewat udara. Sistem ini bahkan jauh lebih baik dari tandingannya IEEE 802.11 (wireless ethernet), yang distandarisasi di AS. Sayangnya, Hiperlan perlu complexity circuit hardware yang rumit, sehingga ongkos produksinya relatif tinggi.

Untuk kerja 65 jam per minggu pada proyek ini, Ian beroleh penghasilan sekitar US$ 43 ribu per tahun. Angka ini tergolong kecil. Sebab, ia peroleh tawaran dua kali lipatnya dari perusahaan Amerika.

Sumber : Tempo

  1. Mei 26, 2008 pukul 6:32 pm

    wahhh hebat2 jg yah lae anak medan
    ayooo terus berkarya dan berkarya

    Lae sekedar saran nih lae
    dikarenakan aku malas selalu buka dan harus ingat url
    karena itu aku saran kan ke lae bikin subscripe feed donk lae
    pake feedburner
    jadi tiap kali lae posting artikel akan di dikirim lewat email

    jadi aku bisa tau kalo lae posting artikel terbaru

    seperti blog aku yang baru (malas pake buat web karena pake hostingan gratisan)
    willyarsenius.blogspot.com dan xander-freeware.blogspot.com

    coba aja lae biar bs aku liat terus blog lae jika ada posting artikel terbaru
    soalnya karya/artikel lae bagus2

    thanks

  2. Harry Simbolon
    Mei 27, 2008 pukul 2:13 pm

    @ Willy

    Terimakasih banyak lae atas usulnya. nanti aku coba sempatkan meng-creatnya ya.

  3. Juni 4, 2008 pukul 9:41 am

    Wah hebat betul . Anak Medan yang lain gimana, ada yang mau nyusul nggak ya .

    Salam !
    dari:
    Anak Medan juga.

    Harry: Salam kenal juga ya. horas

  4. putri sanggabuana
    Juli 30, 2008 pukul 7:51 am

    Harianto wijaya adalah dosen saya sekarang…
    Dia memang hebat!!!

    Chayo pak har, atau ian biasa panggilannya…

  5. Halak kita
    Agustus 25, 2008 pukul 12:48 pm

    Mantap tumang
    Torus son ma lae, i ca boi, tapi unang lupa bona pasogit.
    Tapi jangan masuk dunia politik da lae, asa unang luntur kepintaran lae. Terus lah berkarya, Andai aku Presiden Lae kusuruh pulang kampung dan kukasih jaminan hidup seumur hidup sampai anak dan cucu lae…jadi lae bisa konsen berkarya. Horas

    Harry: he..he.. bisa aja lae ini. mauliate sudah mampir ke blog ku ini lae. Aku doakan lae jadi presiden nantišŸ™‚ horas…

  6. INO
    Januari 8, 2009 pukul 4:51 pm

    Ada yg tau bagaimana menghubungi Harianto wijaya. Krn kami akan mengcreate sebuah program inspirasi yg akan menghadirkan beliau..
    Thx..

    Rgds
    /inoe

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: