Beranda > Lingkungan, Opini, Pariwisata, Pendidikan, Traveling > Keep Bandung Beautiful Euy

Keep Bandung Beautiful Euy

Sudah hampir dua tahun boleh dikatakan saya menjadi penghuni Bandung, meski hanya sekedar kuliah sabtu minggu saja. Bandung memang mempesona, begitulah kesan saya pertama sekali menginjakkan kaki di Bandung ini: dengan udara segarnya, dengan keindahan alamnya, dengan pendidikannya, dengan wisata kulinernya, dengan kota mode dan entertainnya, dan tentunya dengan neng geulisnya🙂

Wajar saja bila setiap akhir pekan Bandung dipenuhi dengan kendaraan berplat Jakarta, apalagi semenjak jalan Tol Cipularang diresmikan, Bandung tak ubahnya tempat pelarian masyarakat ibukota yang haus akan hiburan. Kenyataan ini pula yang sekarang membuat Bandung menjadi kota yang sangat sumpek, kotor, tak tertata, dan lain sebagainya.

Bandung terkenal dengan kota sumber orang berpendidikan, banyak pejabat negara yang dihasilkan dari kampus-kampus di Bandung, namun sangat traumatis sekali bila Bandung tidak bisa tertata dengan baik. Padahal sebenarnya para ahli di banyak kampus ini bisa berkontribusi nyata menciptakan Bandung yang lebih nyaman.

Tak bisa dipungkiri lagi bahawa Bandung menjadi kota penyangga Ibukota, tak sekedar hanya area kota Megapolitan yang dirancang Sutiyoso dulu saja. Sekarang saja ada penduduk Bandung yang pulang pergi bekerja ke Jakarta. Itu artinya kenyataan ini harus menjadi pusat perhatian. Bila tidak Bandung akan terus tergerus menjadi kota yang sangat amburadul.

Sederhana saja. Sebagai kota besar seharusnya Bandung didukung dengan insfrastruktur Jalan yang lebar untuk menampung banyaknya kendaraan, kalau bisa didukung fly over untuk mengantisipasi kemacetan. Lain halnya dengan mal-mal yang dibangun menjamur bahkan sangat tidak mengindahkan tata letak kota. Coba lihat saja di prapatan jalan Jakarta dan Kiara Condong. Disana ada dua mall baru yang berdiri berdekatan, padahal persis disebelahnya ada pasar rakyat Cicadas dan pasar Kiara Condong. Mungkin masih teringat di benak kita beberapa tahun lalau Matahari Mall dibakar masyarakat didaerah sana. Dimanakah hati nuranimu wahai pemerintah. mau kau kemanakan nasib rakyat kecil yang berdagang disana.

Contoh lainnya mari kita lihat daerah Cihampelas. Disana berdiri Ciwalk yang sangat terkenal itu, banyak artis ibukota yang berkunjung kesana, persis disepannya berdiri Hotel megah yang sangat terkenal, demikian juga dengan banyaknya Factory Outlet yang berdiri disebelahnya, serta beragam toko-toko accecoris lainnya.  Boleh dikatakan didaerah inilah pusat entertain Bandung selain Paris Van Java. Namun apa yang terjadi, Jangan harap bisa lancar mengendari mobil didaerah itu, karena lebar jalan hanya mampu menampung dua jalur, itupun setelah diatur satu arah.

Pun demikian dengan jalan akses menuju kampus ITB dan Unpad Dipatu Ukur yang sangat kecil. Padahal kampus ini menjadi sumber keramaian kota ini. Dan yang paling menggemaskan sekali adalah tidak siapnya infrastruktur Jatinangor sebagi daerah alihan kota pendidikan dari Bandung. Kota Jatinangor bak kota dadakan tanpa perencanaan.

Sedikit kita berjalan ke daerah Dago dan Lembang, daerah ini dulunya terkenal dengan daerah yang sangat asri sekali. Namun apa daya daerah ini sekarang laksana kota vila dan cafe yang berdiri acak-acakan.

Dan yang paling menyedihkan adalah Bandung menyandang kota terkotor dari meneteri lingkungan hidup tahun lalu. Meski sekarang sudah tidak menyandang predikat itu lagi, tapi masih kita lihat tumpukan sampah ada dimana-mana.

Kondisi ini sangat dilematis sekali bila dibandingkan dengan jargon kota Bandung yang sering didengungkan “Keep Bandung Beautiful Euy..” Padahal Kenyataannya para ahli Planologi di seluruh negeri ini banyak diciptakan dari kota ini. Demikian juga para pejabat tinggi negeri ini banyak yang dibesarkan kota ini. Seharunya kesempatan itu bisa dimanfaatkan untuk menciptakan Bandung yang lebih nyaman lagi.

Beberapa hari yang lalu, ketika saya mengajak keluarga saya (termasuk abang saya yang sangat kritis) mengintari kota Bandung. Hanya satu kesimpulan yang mereka petik yaitu Kota Bandung sangat tidak tertata. Sangat jauh bila dibandingkan dengan kota Medan yang telah terencana dengan baik.

Pelebaran jalan sebenarnya bisa dilakukan, tinggal menunggu ketegasan pemerintah setempat, tata ulang pusat perbelanjaan pun sebenarnya bisa dilakukan, tinggal mengikuti cetak biru yang telah disusun sebelumnya. Hanya saja sebaiknya cetak biru itu tidak berubah-ubah, agar pembangunan dapat berjalan secara simultan. Relokasi pedagang kaki lima agar kota kelihatan rapi. Jalankan fungsi pengawasan melalui satpol PP untuk mencegah masyarakat setempat tidak berdagang sembarangan.

Saya yakin Bandung akan tetap beautiful, Saya masih berharap kelak Bandung akan menjadi tempat ku berkunjung untuk refressing. Suatu saat kelakpun aku berharap bersama anak-anak kelak bisa selalu mengujungi Bandung untuk liburan. Mari bersama-sama kita ciptakan Bandung yang tetap beautiful.

  1. Juli 8, 2008 pukul 8:41 am

    Semoga penguasa Bandung dan penduduknya dapat menjaga kelestariannya, memang Bandung salahsatu kota pilihan untuk dikunjungi.

  2. Juli 13, 2008 pukul 2:53 pm

    Bandung sekarang panas dan semrawut euy….

  3. Nana Simarmata
    Juli 16, 2008 pukul 8:34 am

    Bandung dulu beda banget dengan bandung sekarang…
    btw salam kenal ya ito

  4. Juli 16, 2008 pukul 2:00 pm

    hmmm… pandangannya boleh juga bro.
    saya ga akan komentar ttg kebersihan, tp saya ingin meluruskan pandangan anda ttg “infrastruktur”
    tapi, di bandung tuh ada beberapa daerah yang tidak boleh dirubah. misalnya cihampelas ato dago. perlu diinget, bandung kota wisata.. salah satu central wisatanya dago & cihampelas. saya kasih beberapa penjelasan :
    1. bangunan belanda dilarang dirubah, klo dibangun ya harus seperti itu
    2. jln cihampelas ga boleh diperlebar krn akan menghancurkan image nya. hrs babat pohon²an, dll

    pelebaran jalan di bandung tuh ga bisa sembarangan, apalagi bikin fly over… bandung dibagi 2 wilayah.. wilayah industri + perkantoran, wilayah wisata… wilayah perkantoran tuh dr alun² s/d daerah sukarno-hatta… daerah wisata = alun² s/d lembang
    wajar klo di dago banyak cafe, restoran dll… di dago DILARANG membangun perkantoran…

    hmmm… saya ga bisa cerita banyak disini… klo mau konsult, email : balqie@rock.com

    Harry: Terimakasih penjelasannya bro. Saya dan mungkin netter lainnya yang awam mengenai infrastruktur kota jadi tahu sedikit dari penjelasan Anda.

  5. Juli 21, 2008 pukul 9:18 am

    Bandung..?, jangan dilebarin lagi jalannya, jangan bikin flyover lagi, nanti bisa-bisa bandung tambah semrawut tidak karuan.

    Yang perlu dirubah adalah perilaku dan pengelolaan kotanya, supaya Bandung tetap ciamiik, geulis seperi mojang-mojangnya. Kalau saja ada transportasi yang oke, ngapain capek-capek nyetir sendiri, macet dan bikin stres. Tapi supaya bisa bikin sitim transportasi yang begitu oke, duiilaah, sulitnya bukan main… Ahlinya banyak, tapi kendalanya juga bejibun.

    Ayo rembuk rame-rame gimana menata bandung supaya oke, tidak macet, tetap nyaman untuk dikunjungi. Suatu saat, itu mungkin, asal semua mau bantu, bukan cuma Pemerintahnya. Walikota dan jajarannya cuma pelaksana, yang merumuskan dan mewujudkan ya warganya…

  6. Agustus 12, 2008 pukul 6:30 am

    kang Harry, memang ahli planologi itu jebolan Bandung semua, tapi mungkin ada banyak aturan tertulis dan tidak tertulis di Bandung untuk tidak sembarangan merubah tatakotanya. setahu aye, Bandung itu dirancang ama kumpeni buat tempat pelesir, jadi kalo sekarang jadi tempat tinggal ama pabrik, ya “agak” semrawut lah.
    omong2 saya belum sempat ke medan nih kang, jadi belum bisa kasih komparasi. have a nice week!

    Harry: Akhirnya bung Doni mampir juga ke blog ku yang tak seberapa ini. Gampang don, ntar lu ikut gw mudik ke Medan. gmn?? Beginilah don, kalau tata kota melenceng hanya karena mengakomodir kepentingan bisnis. Jujur don, di Banding Medan tata kotanya jauh lebih bagus, tapi,, (eh. ingat ada tapinya) lalu lintasnya kacau balau. Maklum orang medan ga ada yang takut sama polisi. Karena semuanya mengaku Polisi..he..he..he..

  7. Agustus 15, 2008 pukul 3:17 pm

    sy setuju dengan kebanyakan poin. terutama soal tata kota bandung. ironis sekali apabila ada jurusan planetologi di kota ini, tapi ngak ada ahlinya yg berguna. Atau malah mereka ngak diberdayakan pemerintah kota? Kota ini tumbuh ngak lazim, seperti binatang disuntuk steroid. tata kota amburadul, melebar ke segala arah bahkan di daerah resapan air di.dago atas ikut dibabat. kok pemkot bandung lebih mirip sekumpulan amatir ? tapi anehnya dada rosada ke pilih lagi jadi walikota.😦

    btw, makasih pak. ini salah satu posting terbaik tentang bandung yg pernah sy baca di blog🙂

    Harry: Thanks for the comment, just sharing my experience. Btw kapan-kapan saya bisa kan di desainkan web yang bagus?

  8. steve
    Desember 17, 2009 pukul 2:27 pm

    Menurut saya harusnya bandung udah lebih cepat maju dibanding daerah lain..
    namun menurut saya perlu pemkotnya belajar banyak dari kota2 besar di indonesia..padahal Bandung sangat dekat dengan jakarta (memungkinkan akses perkembangan kota yang cepat), yang justru KOTA MEDAN yang muncul menjadi terbesar ketiga di INDONESIA TERCINTA, padahal KOTA MEDAN Belum lagi memindahkan bandaranya ke KUALANAMU (Proses Pengerjaan Proyek)–>yang selama ini menghambat perkembangan kota..sementara bandung tidak ada yang menghambat..

    SUPAYA Bandung cepat maju , Mereka harus keluar dari Zona Nyaman yg notabene selalu dikaitkan dengan jakarta–>see MEDAN, yang teramat jauh dari Pusat pemerintahan RI, tapi bisa mandiri dan mengembangkan kota yg cukup pesat, dan bahkan akan diprediksi menjadi kota MEGAPOLITAN ke dua apabila KUALANAMU selesai…karena bangunan HIGHRISES (PENCAKAR LANGIT, APARTEMEN) yang mencapai lantai 100 sudah pada antri termasuk kalangan investor, dan bahkan BANDARA Medan akan menjadi termegah di Indonesia yang langsung dihubungkan dengan KERETA API sebagai sarana menuju KOTA MEDAN-BANDARA (pertama di indonesia, seperti singapura) yg akan menjadi pendaratan Pesawat2 BOENG…

    Demikian halnya BANDUNg harusnya mampu memanfaatkan situasi yang ada (DEKAT IBUKOTA)..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: