Beranda > Bisnis Manajemen, Fair Play, Telekomunikasi > Outletkan Seperti Pelacur…

Outletkan Seperti Pelacur…

Di lokasi tempatku bekerja sekarang ini sedang melaksanakan program pengecetan pada counter-counter HP (kita sih menyebutnya outlet). Program ini sih biasa kita lakukan, maklum saja persaingan bisnis telekomunikasi yang sangat hebatnya mengharuskan kita melakukan itu hanya sekedar untuk menanamkan brand awareness di mata masyarakat. Bahkan tak jarang tempat – tempat seperti rumah makan, dinding rumah orang, pohon, dlsb, yang sama sekali ga ada hubungannya dengan telekomunikasi juga menjadi korban pengecatan.

Yang masih menjadi primadona sampai sekarang masihlah tetap outlet. Outlet sebagai media yang tepat menghubungkan operator dengan pelanggan end user. Alih-alih yang terjadi outlet menjadi barang rebutan bagi sepuluh operator seluler yang eksis saat ini. Melihat peluang ini Outlet yang notabene adalah tempat mencari uang bagi pemiliknya menjadikan kesempatan ini untuk meraup keuntungan. Setiap operator yang ingin mengecat outletnya maka sebelumnya dilakukan dulu tawar-menawar mengenai kompensasi yang didapat. Kalau bahasa medannya “hepeng do na mangatur negara on” he..he..he..

Beberapa operatorpun bahkan menyiapkan senjata ampuh agar pengecatan mereka tidak diganggu operator lain, caranya yaitu dengan mengikat sang pemilik outlet dengan kontrak kesepakatan, yang isinya tentu terdapat kompensasi dan sangsi. Namun namanya saja sumber duit, sang pemilik mengakalinya dengan melakukan trik-trik agar mereka tetap mendapatkan uang. Ada yang  membagi outletnya menjadi dua, ada yang memindahkkan outletnya, bahkan ada yang benar-benar mengganti brandingan outletnya, maklum saja dipikirnya kompensasi dari operator baru lebih tinggi daripada sangsi sang operator lama.

Maka dari itu kita menyebut outlet sebagai pelacur. Maklum saja pelacur lebih memilih yang punya “barang” gede. Eh jangan berpikir jorok dulu, barang gede, maksudnya uang dan kompensasi yang besar. Pernah suatu kali kita membranding satu outlet full, keesokan harinya brandingnya berubah drastis, kesal ga sih?

  1. April 21, 2009 pukul 5:43 pm

    Wah, ceritanya seru juga ya🙂
    Saya mau tanya Pak, gimana ya mekanisme-nya kalau kita ingin toko/outlet kita di-branding oleh salah satu operator Telco? Ke mana kita menghubungi?
    Terima kasih sebelumnya.

    Harry: Bapak datang aja ke kantor Telkomsel terdekat atau kantor cabang Autorized Dealer Telkomsel. nanti pasti akan di dibantu pengecatannya.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: