Beranda > Change, Diary, Jurnalisme, Nasionalisme, Ngeblog > Setelah 20.000 Pengunjung

Setelah 20.000 Pengunjung

20000

Tepat Pukul 18:03 WIB hari Rabu kemaren pengunjung yang mampir ke blogku telah mencapai 20.000 hits. Angka yang sangat fantastis menurutku pribadi, meski bagi sebagian blogger lainnya belum ada apa-apanya. Maklum pendatang baru… Hari ini aku bersyukur kepada Tuhan jika aku masih diberikan kesempatan untuk berkarya melalui blog ini.

Aku memutuskan bergabung dalam komunitas blogger pada bulan Oktober 2007 setelah tertarik dengan beberapa blog teman-teman sekampung halamanku. Jiwa idealismeku tertantang takkala banyak diskusi yang terjalin alot dengan sesama bloger lainnya mengenai banyak hal. Dari hasil diskusiku itu beberapa blogger yang telah lama eksis menyarankan agar aku membuat blogku sendiri. Awalnya sih aku hanya mau mendokumentasikan semua tulisan-tulisanku yang selama ini tidak tersimpan dengan baik. Namun sekarang aku bisa memberikan corak tersendiri di blogku ini. Meski Belum mahir banget dalam menciptakan tampilan yang menarik.

Dari kecil aku memang sudah senang dengan dunia tulis-menulis. Sudah beberapa tulisanku dimuat di media lokal. Dan sampai saat ini aku telah menerbitkan dua buah buku karyaku sendiri, pertama buku kumpulan puisiku (hilang, dipinjam temanku dan tidak pernah dikembalikan lagi), dan buku keduaku adalah kumpulan catatan petualanganku selama terjun dalam dunia kepanduan dan pencinta alam (buku ini pun hilang dengan kasus serupa). Juga beberapa tulisanku yang kutulis dibuku tulis, coret-coretan kertas, dan diaryku yang sekarang entah dimana berada. Nah agar supaya tidak hilang lagi, maka aku mendokumentasikannya di dunia maya ini.

Inilah data statistic dari blogku sampai detik ini:

Jumlah Posting: 100

Komentar: 375

Kategori: 40

Tag-tag: 109

Rata-rata pengunjung perhari: 71

Pengunjung terendah: 3 hits, pada 21 Oktober 2007,

Pengunjung tertinggi: 254 hits, pada hari Senin 12 May 2008

Beberapa blogger menyarankan agar aku mengkomersilkan blog ini, namun sampai sekarang aku belum tertarik dan mudah-mudahan tidak akan pernah berpikir kesana. Aku masih menginginkan blogku ini berkarakter seperti sekarang ini: menjadi garam dan terang, memberi rasa dan cahaya. Aku sangat senang sekali jika tulisanku berarti bagi orang yang membacanya.

Awalnya aku mengusung tema “change” dalam blogku ini, karena aku merupakan pengagum buku change dan recode your change DNA karya Rhenald Kasali. Dulu jiwa idelasimeku sangat mempengaruhiku untuk memberikan andil perubahan di negara tercinta ini, Namun seiring waktu berjalan dan berdasarkan diskusi yang telah terjalin dengan para pengunjung blog ini ternyata aku lebih suka mengedepankan tema Humanis yang menginspirasi sebagai mayor dan Change management sebagai minor.

Sempat suatu kali aku merestriksi blog ini (sengaja diblock agar tidak bisa diakses orang lain) hampir sebulan karena banyaknya komentar yang memojokkanku sebagai penulis. Jujur pada saat itu aku sangat tidak siap menghadapi celaan dan cacian blogger lain, namun sekarang aku sadar bahwa penulis memiliki kosekuensi dari tulisannya itu. Dulu tulisanku banyak mengandung unsur provokasi sehingga banyak menimbulkan pro dan kontra, dan sekarang harapanku tulisanku justru membawa kesejukan bagi para pembacanya.

Harapanku hanya satu, Banyak orang yang terinspirasi dalam tulisanku yang tak seberapa ini, sehingga dapat merubah banyak hal, seperti kata bijak yang diungkapkan seorang pendeta anglikan berikut ini:

Jika kamu ingin merubah dunia, maka terlebih dahulu ubahlah negaramu

Jika kamu ingin merubah negaramu, maka terlebih dahulu ubahlah lingkunganmu

Jika kamu ingin merubah lingkunganmu, maka terlebih dahulu ubahlah keluargamu

Jika kamu ingin merubah keluargamu, maka terlebih dahulu ubahlah dirimu sendiri

Dan kini setelah 20.000 pengunjung apakah aku masih tetap menjadikan blogku seperti saat ini, apakah aku masih bisa menjaga idealismeku, atau apakah aku terpengaruh dengan saran teman-teman blogger lainnya.  Atau malah apakah aku tidak sempat ngeblog lagi karena banyaknya aktivitas pekerjaaaku. Mari kita lihat kelanjutannya nanti.

  1. butarbutar
    September 5, 2008 pukul 12:14 am

    wah… salut deh sama ito… bisa disebut yang muda yang berkarya… ga apa2 to banyak yang kritik… namanya aja udah merdeka… bebas mengeluarkan pendapat. jadi ga usah ito berkecil hati… tetap aja berkarya

    Harry: Terima kasih to buat masukannya.

  2. September 10, 2008 pukul 9:31 am

    Sekarang eranya kebebabasan berbicara asal masih dalam batas-batas tertentu..
    Saya juga di beberapa postingan saya terutama di blog saya yg di <a href=”http://helda.blogdetik.com/” title=”blogdetik juga dicaci bahkan dituding sbg apalah..

    Keep blogging..!
    Tapi, kalo’ memilih utk menciptakan tulisan yg menyejukkan pembaca adalah lebih baik..
    😉

    Harry:
    Yup. sepakat.. Merdeka = Bebas menulis

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: