Beranda > Diary > Wajah Memang Menipu

Wajah Memang Menipu

Beberapa waktu yang lalu dua orang wanita cantik yang mengaku dari salah satu bank BUMN ternama datang ke kantorku. Seperti biasa orang yang bertanggung jawab menemui tamu-tamu seperti ini adalah aku, karena selain bertugas mengurusi keuangan aku juga merangkap bagian umum. Ketika aku turun menemuinya, aku langsung terkesima melihat kecantikan para marketing bank ini.

Aku persilahkan mereka masuk ke ruangan VIP, dan kemudian kusuguhkan minuman ringan. Sepertinya aku sudah bisa menduga maksud kedatangan mereka ke sini. Apalagi kalau bukan menawarkan produk, dan ternyata dugaanku benar. Map yang mereka bawa berisi brosur-brosur produk perbankan yang sangat lengkap. Tanpa banyak kesulitan mendengar penjelasan kedua wanita cantik inipun aku sudah banyak mengerti, maklum dulu ketika kuliah aku mengambil spesialisasi perbankan, semua mata kuliah yang berhubungan dengan bank telah kuambil, sampai skripsikupun tentang perbankan, namun entah kenapa hasrat untuk bekerja di Bank belok tak kesampaian. He..he..

Yang menarik dari pertemuan itu adalah bukan produk perbankannya, namun kecantikan dua wanita ini. Dan yang paling cantik seorang diantaranya kemudian kutahu bernama Neneng. Maklum siapapun pria normal pasti terkagum-kagum dengan penampilan mereka, sampai security di tempatku bekerjapun mengedipkan matanya takkala aku menerima mereka. Dengan tetap menunjukkan sikap profesinal aku sambut mereka dan tetap kuanjak berbicara, meski kelaki-lakianku juga ingin berbicara.. he..he.. dasar laki-laki..

Setelah menerima penjelasan semua produk yang mereka tawarkan itu, dan setelah aku mengiyakan akan mempelajarinya dan akan membantu menyampaikannya kepada karyawan yang lain, merekapun pulang setelah kami bertukaran nomor Hand phone. Beberapa kali setelah pertemuan itu Neneng masih menelepon untuk memfollowup hasil pertemuan itu. Namun setelah beberapa lama kemudian tidak ada komunikasi lagi.

Nah beberapa hari yang lalu, hal yang paling mengejutkan terjadi, ketika aku sedang berbelanja di suatu pusat perbelanjaan di kotaku. Sambil aku mendorong troli belanjaanku, di sudut sana kulihat wanita cantik dengan pakaian seragam khas kantornya. Seperti nya aku kenal dengan wanita itu, terus aku mencoba-coba mengingat sambil kulihat wajahnya, eh, ketika ia pun juga memandangku ia kemudian tersenyum. “Eh pak Harry ya?” sapanya, sambil aku terus mengingat namanya ia meneruskan perkataannya “Saya Neneng pak yang dari Bank datang ke kantor Bapak beberapa waktu yang lalu”… “Oooooo” aku mengangukkan kepalaku sambil meneruskan pembicaraan singkat kami.

Tak lama dari pembicaraan singkat itu seorang gadis muda menghampiri Neneng sambil berujar “Ma, ada lagi ga yang mau kita beli?” Sontak ku terkejut ternyata dia sudah memiliki anak yang menurut perkiraanku berumur belasan tahun. Kemudian tak lama lagi seorang pria hampir setengah baya menghampirinya lagi dan berkata “Sudahlah ma, ayo kita pulang”. Ha….. aku terperanga sendiri. Ternyata wanita cantik ini bersuamikan pria tua. Setelah itu kamipun membubarkan diri.

Sambil terus mengeleng-gelengkan kepala tanda keherananku, aku terus mendorong troliku. Pikirku “Wajah cantik yang kukira masih berumur dua puluhan itu ternyata menipu”.

Kategori:Diary Tag:, ,
  1. ath
    September 6, 2008 pukul 4:37 pm

    Waduh bang,…diskriminasi fisik nih…

    Aku yang merasa masuk dalam kategori dimaksud merasa sedikit tersinggung… heuheuheu….

    Harry: Upss, sori atuh tik, tak kusadari selama ini kalau kamu masuk katagori itu.🙂

  2. September 7, 2008 pukul 7:16 am

    hahhahaha. si Lae dah mulai mencari pasangan. makanya nikah lah lae.

    sebenarnya aku sama kayak diatas si atik. jg merasa. tp ga pa2 lah aku jg sama kayak si neneng. kalo lima langkah dari rumah mana ada yang tau aku dah punya anak 2. pasti dikira anak lajang.

    Harry: Iya nih lae pengen cepet nikah biar supaya kayak lae🙂 Tapi hati-hati lae kesempatan ini bisa membuat lae terjebak.. waspadalah-waspadalah kata bang napi. he..he.. jaga itoku itu ya…

  3. Septa
    September 8, 2008 pukul 8:20 am

    wah, ketipu dong…

  4. yusnita
    September 9, 2008 pukul 11:30 am

    WUeekekekekekkekeekkk….perempeuan sunda ateuhhh makanannya lalap..awet mudanye….bukan awet tuanya…

  5. Nana Simarmata
    September 9, 2008 pukul 2:55 pm

    ha..ha..ha…kalo aku bilang bukan wajah dia yg menipu mmg itonya yg sudah terkesima duluan ga sangka kalo dia sudah married apalagi punya anak.
    mmg waktu kenalan ga tanya2 status ya.

    Harry: Iya nih to, sudah terkesima dulu, masak pertemuan pertama langsung naya status? nanti langsung dikiranya aku kesengsep sama dia to..

  6. Juzwar
    September 9, 2008 pukul 5:19 pm

    Memang mata itu suka menipu Bang Bolon,….
    makanya ga usah dilirik-lirik di intip-intip apa lagi diicip-icip
    Langsung Hajar Aja,…..
    Awet Muda boleh tapi teuteup cari yang belum mendekati masa kadaluarsa
    hahahahahaha,…..Hidup Bang Bolon

    Harry: wah, terima kasih atas ilmunya bro Jaswar. Ga sia-sia nih aku punya teman yang kaya ilmu seperti bro Jaswar ini. Kayaknya harus kursus privat nih agar lebih muantap lagi..he..he..🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: