Beranda > Budaya, Change, Ekonomi, Nasionalisme, Opini, Sosial Politik > Mengapa Pemilu Amerika Menjadi Pemilu Dunia

Mengapa Pemilu Amerika Menjadi Pemilu Dunia

Selama dua tahun terakhir ini seluruh media, baik itu surat kabar, majalah, televisi, sampai pada portal berita online, belum lagi milis-milis yang sangat banyak jumlahnya selalu membahas habis topik pemilu di Amerika. Seperti senjata yang takkan pernah kehabisan peluru, demikianlah berita mengenai pemilu Amerika yang tak akan pernah habis ulasannya, ada saja yang diangkat menjadi headline, apakah itu latar belakang sang calon, pengalaman birokrasinya, partainya, folosophi kepemimpinannya, sampai kepada keluarga  sang calon yang sudah menjadi konsumsi khalayak ramai.

Namun berbeda dengan pemilu-pemilu yang ada di Negara lain, pemilu di Amerika ini hampir bisa kita sebut sebagai pemilu dunia, karena seluruh dunia ikut ribut karenanya. Bahkan di beberapa milis yang saya ikuti yang notabene anggotanya adalah orang Indonesia sangat mengidolakan sang calon pemimpin Amerika itu, bahkan kalau boleh saya bilang melebihi idolanya kepada Sang Pencipta. Beberapa rekan saya yang notabene juga penduduk Indonesia sampai ada yang menyebut dirinya adalah republican atau democrat, padahal itukan sebutan bagi partisipan kedua partai yang ada di Amerika. Saya hanya bisa menggelengkan kepala saja sembari heran dan berkata “sebegitu hebatkah Pemilu di Amerika!!”

Amerika adalah negara super power, hampir 40% perekonomian dunia dikuasainya, pun demikian dengan kekuatan militernya yang menggelegar sampai ke penjuru dunia manapun bahkan mencapai jagat raya. Sekali Pemerintah Amerika mengambil kebijakan maka banyak hal yang menjadi multiplier effect-nya. Contohnya simpel saja kasus resesi ekonomi Amerika yang baru terjadi beberapa waktu lalu sangat merepotkan hampir seluruh dunia, Anda tahu penyebabnya? Ternyata hanya karena kebijakan kredit rumah, kalau di Indonesia seperti KPR dari perbankan. Ternyata hal kecil di Amerika bisa menjadi hal besar di seluruh dunia. Itulah yang menyebabkan seluruh dunia was-was sambil menunggu calon pemimpin negara itu kelak terpilih apakah membantu negaranya atau malah menjungkalkan negaranya.

Latar belakang itu bukanlah menjadi keheranan bagi saya pribadi, karena semua orangpun pasti mengakui pengaruh negara super power itu. Namun yang menjadi pertanyaan bagi saya pribadi adalah melihat fenomena penduduk negeri ini yang lebih ke-Amerikaan dari pada ke-Indonesiaan, lebih mengidolakan kehebatan Amerika daripada kehebatan bangsa sendiri. Kita sendiri lupa bahwa Amerika adalah Negara kapitalis yang kejam, banyak kebijakannya yang sangat mengecewakan hati bangsa Indonesia ini, kekayaan alam Indonesia diperas habis dengan memanfaatkan kebodohan para pemimpin Indonesia, Kepintaran orang Indonesia di manfaatkan demi menyelamatkan kedaulatan Amerika, dan hal yang baru saja terjadi minggu ini ternyata ratusan motif kerajinan Bali telah dicuri oleh orang Amerika dengan mematenkannya di AS. Juga masih ingatkan kita surat parlemen Amerika beberapa waktu lalu atas kasus Papua dan pengadilan Munir yang seperti mau mengatakan kepada kita bahwa rakyat Indonesia itu bodoh dan tidak tahu hukum.

Suatu saat dalam sebuah diskusi di salah satu milis, saya bahkan berkata “tidak adakah satupun pemimpin di Negara Indonesia tercinta ini yang dapat kita diskusikan kehebatannya, atau visinya, atau kemampuannya dalam memimpin negara daripada para calon pemimpin Amerika itu yang selalu kita gosipkan? Toh kita bertengkar dan berdebat dalam milis ini tidak akan mempengaruhi hasil pemilu di Amerika karena kita bukanlah rakyat Amerika”. Namun tetap saja para member milis itu masa bodoh dengan negaranya sendiri. Bahkan malah menyudutkan saya. Saya bukannya tidak setuju kita selalu mendiskusikan Amerika, namun lebih penting bagi kita untuk membangun bangsa Indonesia ini terlebih dahulu, berpikir dan bekerja ekstra demi kemajuan bangsa ini.

Beginilah realita rasa nasionalisme bangsa ini. Pemilu Amerika justru mengajarkan kepada para rakyatnya untuk cinta kepada tanah airnya dengan memilih calon pemimpin Amerika yang mengutamakan kepentingan rakyat dan negara Amerika. Tidak seperti pemilu di Indonesia yang hanya sekedar mengejar kekuasaan dan pundi-pundi harta belaka.

Satu hal yang perlu kita ingat bersama bahwa Indonesia ini masih menjadi Negara yang sangat eksostis. Kekayaan alam yang melimpah ruah, potensi sumber daya manusia yang handal (terbukti dari banyaknya penduduk Indonesia yang menjadi peneliti di negara lain dan banyaknya emas yang diboyong ke Indonesia dalam setiap olimpiade sains dunia), kekayaan budaya dan artefak yang menjadi simbol kemandirian bangsa, juga posisi Indonesia dalam geo politik dan ekonomi dunia yang sangat strategis.

Jika bukan kita yang mencintai Negara kita sendiri, lantas siapa lagi?

  1. September 13, 2008 pukul 4:39 pm

    Pertamax!!!
    mungkin karena Amerika serikat memegang kekuasaan di dunia, yang menyebabkan pemilu di amerika sangat penting bagi seluruh Dunia, bagi kelangsungan hidup manusia…

  2. September 14, 2008 pukul 12:04 am

    Hmmm…
    Bagaimanapun Amerika akan tetap menjadi bahan pembicaraan krn setiap tindakannya akan mempengaruhi dunia. Bagaimana tidak? Wong dia yg empunya kuasa atas dunia ini..
    Hmm… Kita tunggu saja kapan kejatuhannya…😉

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: