Beranda > Diary, Kisah Nyata > Senang Rasanya Bisa Membantu Orang Lain

Senang Rasanya Bisa Membantu Orang Lain

Siang ini aku baru saja tiba di kantorku setelah berkelana mencari makan siang (maklum di bulan puasa ini susah sekali mencari warung yang buka..he..he…) Karena hari ini adalah sabtu maka kantorku hanya buka setengah hari saja, maka pintu dan gerbang juga sudah pasti telah ditutup. Setelah membuka dan memarkirkan mobil maka kemudian disinilah inti cerita ini terjadi.

Baru saja aku keluar dari mobil, terlihat sebuah mobil berhenti di depan gerbang dan kemudian dua orang gadis turun dan berjalan ke arahku dan langsung menyapaku “maaf pak, kantornya sudah tutup ya?”  Akupun langsung menjawabnya “iya mbak, hari sabtu kantor kami hanya buka setengah hari saja, baru saja tutup setengah jam yang lalu, ada yang bisa saya bantu?” “Kemaren saya sudah datang ke sini namun sudah tutup juga, jadi tolong dibantu ya pak.” Ujarnya dengan polos.

Setelah kutanya ternyata maksud kedatangan kedua gadis itu ingin menanyakan salah satu layanan internet broadband yang menjadi produk andalan perusahaan tempatku bekerja. Mereka sangat tertarik dengan layanan ini namun belum tahu sepesifikasi jelasnya dan proses pendaftarannya. Sebenarnya background-ku adalah akuntansi dan fungsi kerjaku di perusahaan ini adalah keuangan, jadi aku bukanlah orang yang berkompeten menjelaskan layanan ini kepada kedua gadis ini. Namun pikirku selama ini aku banyak membaca dan terus mengikuti perkembangan produk dan layanan perusahan, jadi menurutku aku bisa memberi penjelasan seadanya kepada mereka, dari pada orang ini kecewa, lagi pula pikirku lagi mereka adalah calon pelanggan yang sangat potensial.

Tanpa ragu dan bimbang aku jelaskan kepada mereka mengenai layanan ini sampai kepada  paket-paket harga yang ditawarkan. Kulihat raut muka mereka tampak berseri dan tertarik dengan layanan ini setelah mendapat penjelasan seadanya dariku. Akupun senang sekali dapat membantu mereka. “Terimakasih ya pak atas penjelasannya, saya sangat membutuhkan layanan internet dan bersyukur sekali ternyata paket yang ditawarkan perusahaan bapak sangat murah.” Saya pun kemudian mempersilahkannya datang kembali pada jam kerja untuk mendapatkan layanan ini. Setelah itu kedua gadis inipun kemudian pergi.

Kemudian baru saja aku berbalik dari kedua gadis itu, Seorang gadis yang lain kemudian menyapaku lagi “maaf pak, kantornya sudah tutup ya?” lagi-lagi aku menjawab dengan jawabanku yang tadi “iya mbak, hari sabtu hanya buka setengah hari, ada yang bisa saya bantu mbak?” “Tolong sekali pak, saya tidak bisa mengirim SMS dari HP saya, saya tidak tahu salahnya di HP atau di kartunya, tolong dibantu ya pak” melihat raut mukanya yang sedikit murung itu, aku pun tak tega, maka kemudian aku ajak gadis itu masuk ke kantor tuk mencari tahu masalahnya. Aku tahu sebenarnya ini bukanlah jam layanan, lagipula aku bukanlah customer service, tapi kulihat dari wajahnya kalau dia sangat membutuhkan bantuan.

Dengan hanya mengandalkan pengetahuan teknologi ponsel yang seadanya maka kuberanikan mengutak ngatik HP nya, ternyata masalahnya hanya disetingan HP-nya saja. Mbak itu pun kemudian mengucapkan terimakasih sekali kepadaku “kalau ada apa-apa lagi dengan layanan kami silahkan datang saja ke kantor pada jam kerja ya mbak” Demikian ujarku sambil menutup pertemuan itu.

Beberapa saat setelah itu aku pulang ke kostanku. Baru saja aku membuka pintu kamar kost kemudian tetangga kostku menegurku “Bang, (biasa orang batak di panggil abang, padahal umurku jauh lebih muda dari dia..he..he..) laptop saya ada masalah nih, baru saja menginstal software langsung heng begini, tolong dibantu bang salahnya dimana?” kok lagi-lagi ada orang yang membutuhkan pertolongan saya ya, pikirku demian. Tapi enggak apa-apa kok selagi aku bisa dan mampu pasti aku bantu, pikirku lagi. Tanpa pikir panjang lagi kucoba mengutak-ngatik laptopnya, eh.. ternyata laptopnya bisa bagus lagi….

Setelah itu aku baringkan badanku di atas kasurku sambil menghela nafas panjang sembari merenungkan kejadian hari ini. Hari ini tiga kali Tuhan mengajarkanku mengenai memberi pertolongan kepada orang lain. Senang sekali rasanya bisa membantu menyelesaikan masalah orang lain. Terimakasih Tuhan untuk pelajaran hari ini.

  1. September 15, 2008 pukul 3:04 pm

    terkadang tanpa kita sadari bahwa kita lebih peka mendapatkan pengetahuan dari apa yang ada di hadapan kita, sekalipun itu musibah atau beban buat kita tetapi jika kita mau menerimanya itupun jadi pengetahuan berharga buat kita.

    kita akan memperoleh pengetahuan kalau kita siap menerima informasi baru, setelah kita berpengetahuan, sesuatu pengetahuan yang tidak kelihatan pun itu seperti berada di depan mata.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: