Beranda > Cinta, Diary, Kehidupan > Dua Puluh Lima Tahun Perjalanan Sang Musafir

Dua Puluh Lima Tahun Perjalanan Sang Musafir

Hari ini sang musafir itu tepat berusia seperempat abad. Dua puluh lima tahun sudah pengembaraan kehidupan itu dilaluinya. Dan kini di perhentian seperempat abad ini musafir itu merenungkan sejenak apa yang telah diraihnya, didapatnya, dan telah diberi dari seorang Harry Andrian Simbolon.

Dini hari ini ketika kedua jarum jam dinding berdetak persis di angka 12 pas. Suara wanita yang tak lain adalah calon istriku membangunkanku dengan sebuah roti kecil dan api lilin di atasnya, kemudian kami membuat ibadah syukur kecil-kecilan atas ulang tahun perakku ini. Malam ini sengaja aku menginap di rumah keluarga calon abang iparku agar kami bisa melalui malam ini bersama. Sehari sebelumnya juga kedua orantuaku telah meneleponku karena takut besok kelupaan mengucapkan selamat, Mamaku sangat sayang sekali padaku, sampai-sampai siang ini pun disempatkannya lagi meneleponku. Dan sampai saat ini ucapan selamat ulang tahun juga terus berdatangan dari teman-temanku, sahabat lamaku, rekan kerjaku, sampai bosku, baik melalui SMS, telepon, email maupun dari situs pertemanan. Aku sangat berbahagia sekali kalau aku punya banyak teman yang sangat perduli, aku punya orang tua dan keluarga yang sangat menyayangiku, dan aku punya kekasih yang sangat mengasihiku. Terimakasih Tuhan untuk semuanya itu.

Seperempat abad usiaku ini adalah moment yang tepat untuk merenung. Hidup adalah perjalanan sementara, dan perjalanan itu harus dipertanggung jawabkan kelak. Seperti seorang musafir yang berkelana mencari oase tuk memenuhi dahaganya, dahaga itu tidak akan pernah terpuaskan hingga maut memanggil, mungkin seperti itulah aku mengumpamakan kehidupan ini. Jika aku selalu merenungkan “apa yang telah kudapat” mungkin aku tidak akan pernah merasa puas terhadap kehidupan ini, karena kehidupan ini selalu merasa kurang. Itulah mengapa perenunganku kumulai dengan menjawab pertanyaan “apa yang telah kuperbuat” dan “apa yang telah kuberi”.

Hasil perenunganku ini membuktikan kalau aku masih seorang anak balita. Jika dibanding dengan perbuatan Sang Khalik kepadaku, aku ini belum ada apa-apanya perihal berbuat, perbuatanku belum banyak berarti bagi-Nya dan orang banyak, bahkan bila kucermati masih banyak orang yang merasa tersakiti dengan perbuatanku yang tidak berkenan baginya. Juga jika dibandingkan dengan pemberian Sang Khalik kepadaku, termasuk waktu, perhatian, dan kemauan-Nya mendengarkan ocehan-ocehanku, kemauan-kemauanku dan keluh kesahku, ternyata akupun juga belum ada apa-apanya dalam hal memberi, terkadang aku masih lebih mementingkan egoku, kemauanku, atau rasa amanku dibanding dengan menolong orang lain atau bahkan berkorban untuknya.

Seperempat abad ini memang masih rentang waktu yang pendek bagiku untuk berbuat dan memberi lebih banyak lagi. Aku tak tahu pasti kapankah waktunya itu ketika aku dipanggil oleh-Nya nanti, oleh karena itu jika bukan dari sekarang untuk memperbaiki kekurangan masa laluku, lantas kapan lagi. Kedepan perjalanan sang musafir akan semakin panjang, dipenuhi dengan batu-batuan terjal, angin kencang, gunung-gunung yang tinggi dan jurang yang sangat dalam, belum lagi air yang menghanyutkan dan laut yang menenggelamkan. Maka aku harus mempersiapkannya dari sekarang.

Ku tahu kalau aku tidak bisa menentukan arah langkahku di masa yang akan datang, hanya satu yang kutahu bahwa Dia telah memepersiapkannya untukku. Aku hanya bisa terus berbuat dan bersyukur atas segala perbuatanku itu. Berharap aku bisa melalui setiap jalanku dengan baik sampai aku bisa mencapai garis akhir dan untuk mengahadap Tahta kemuliaan-Nya dan berada di sampingnya kelak.

Terimkasih Tuhan untuk dua puluh lima tahun ini aku hidup bersama-MU.

  1. September 15, 2008 pukul 4:26 pm

    Hidup ini hanyalah sebuah perjalanan waktu, yang akan berhenti pada suatu keadaan. Maka Jadikanlah hidup bermanfaat.Bermanfaat buat Orang tua, bermanfaat buat keluarga, bermanfaat bagi semua. lebih2 buat Tuhan Yesus Juru Selamat Kita

    Sekali lagi Selamat ULTAH, Semoga Panjang Usia
    Tuhan Yesus memberkati

    http://www.lintongnababan.wordpress.com

    Harry: Terimaksih banyak lae, atas ucapan selamatnya, bahkan sampai dua kali. Doaku semoga Tuhan selalu memberkati kehidupan Lae dan keluarga, diberikan damai sejahtera, rejeki yang melimpah dan karir yang bagus.

    Mohon izin lae membuatkan Link ke blog lae.

  2. Nana Simarmata
    September 16, 2008 pukul 12:48 pm

    aku juga mau ngucapin Selamat Ulang Tahun ya ito…wah masih muda 25 Tahun masih panjang hidup yg di jalani semoga Tuhan selalu memberkati.

    Harry: Terima kasih ya to.

  3. September 25, 2008 pukul 12:44 am

    Horas lae.. Selamat Ulang Tahun yah.. sukses selalu dalam cita maupun cinta..🙂

    Harry: Makasih ya lae. suskses juga buat lae

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: