Dwi Tunggal Karya Kwik Kian Gie

Kedua buku ini berjudul Pikiran yang Terkorupsi dan Kebijakan Ekonomi Politik dan Hilangnya Nalar ditulis dengan lugas, cerdas, bergaya bahasa tutur, dan tak jarang dengan sentuhan humor. Kita seperti diajak untuk mengetahui duduk perkara suatu persoalan, sekaligus disuguhi pikiran tentang hakikat persoalan tersebut. Pikiran itu seringkali mendalam dan tak jarang merentang jauh ke depan. Inilah kehebatan Kwik Kian Gie sebagai esais.

Kedua buku ini adalah kumpulan tulisan Kwik Kian Gie yang ditulis di harian Kompas dari 1999-2006. Buku pertama berjudul Pikiran yang Terkorupsi membahas persoalan korupsi di Indonesia, termasuk teknik-teknik yang sering dipakai. Dalam konteks inilah ia mengemukakan suatu istilah yang penting dalam memahami soal korupsi di Indonesia, yaitu pikiran yang terkorupsi. Apakah pikiran yang terkorupsi itu? Sudah seberapa kuatkah ia bercokol di Indonesia? Seberapa besar dampaknya bagi Indoneisa? Buku ini membahasnya.

Buku yang kedua berjudul Kebijakan Ekonomi Politik dan Hilangnya Nalar membahas persoalan bantuan asing dan kemandirian ekonomi, kebijakan politik dan ekonomi yang amburadul, serta masalah bahan bakar minyak (BBM). Semuanya ditulis dengan kekuatan data, argument yang cerdas, serta gaya tulisan yang membuat persoalan rumit jadi mudah. Maka, misalnya, kita akan mengetahui dengan gamblang praktik-praktik “sok kuasa” Dana Moneter Internasional (IMF) terhadap Indonesia. Kita pun menjadi paham: benarkah pemerintah mesti ribut soal subsidi BBM begitu harga minyak mentah dunia naik? Yang paling menarik, membaca halaman demi halaman kita seperti diperlihatkan betapa kebijakan ekonomi dan politik di Indonesia selama ini kurang berpijak pada nalar.

Kwik Kian Gie adalah negarawan yang berjiwa besar, jiwa nasionalisme dan cinta tanah airnya sangat tinggi, meski dia adalah seorang warga negara keturunan dan beristrikan orang Belanda namun kecintaannya kepada bangsa ini melebihi penduduk pribumi sekalipun. Dari awal kiprahnya dalam percaturan bisnis, ekonomi dan politik negeri ini aku sudah sangat mengaguminya. Analisanya yang kritis dan bersahaja menjadi modal utama dalam menghadapi status quo. Beberapa analisanya yang kemudian ditentang para pengambil kebijakan terbukti teruji kebenerannya di kemudian hari. Dan yang paling saya suka darinya adalah ia selalu mengandalkan nalar dan logika. Semua analisanya selalu mengedepankan runut masalah yang sebenarnya sangat mudah dicerna oleh akal dan logika, mengenyampingkan lobi-lobi dan kepentingan individu maupun golongan yang justru selama ini menjadi andalan para birokrat negeri ini.

Buku ini patut dibaca oleh angota DPR, pejabat pemerintah, akademisi, wartawan, mahasiswa dan semua kalangan yang peduli terhadap masalah ekonomi dan politik di Indonesia.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: