Beranda > Cinta, Diary, Kehidupan > Tuhan, Karir, Studi, dan Asmara

Tuhan, Karir, Studi, dan Asmara

Jarang sekali ada orang yang bisa fokus terhadap banyak hal secara bersamaan. Namun inilah yang sedang kualami sekarang ini. Bila kurenung-renungkan lagi makna hidup ini terkadang aku berpikir kenapa semua itu harus aku ributkan.

Hidup adalah pilihan, ini adalah fakta nyata. Ada banyak pilihan yang akan menentukan arah langkah kita, sekali kita salah memilih maka kitapun akan salah melangkah. Namun apa yang terjadi jika kita tidak memilih atau tidak melangkah? Bisakah demikian? Hanya orang mati yang mengalami hal itu. Apa yang terjadi pula jika kita memilih mengikuti semua pilihan yang ada? Jawabannya kembali lagi kepada kita, mampukah kita!

Saat ini aku terus menggumulkan keempat hal ini secara bersama, hubungan pribadi dengan Tuhan (HPDT) bagiku adalah hal yang utama dan terutama. Semua yang kuperoleh selama ini adalah pemberian-Nya, maka selayaknyalah aku mengucap syukur kepada-Nya. Namun terkadang kesibukan pekerjaanku dan studiku membuatku lupa dan menjauh dari-Nya, untung saja kekasihku adalah seorang yang takut akan Tuhan, dialah yang mengingatkanku untuk kembali mendekat pada-Nya.

Mengejar karir dan bekerja dengan baik juga merupakan ambisiku, apalagi di usiaku yang masih sangat produktif ini hasrat untuk berkompetisi dan mengejar tantangan masih sangat tinggi, namun yang terjadi adalah terkadang ambisi itu lepas landas tanpa arah yang jelas, meski ada target yang sebelumnya kususun dengan matang, namun lagi-lagi rasa haus dan tak pernah puas ini terkadang lebih mendominasi. Setiap hari aku terus belajar untuk mengucap syukur akan apa yang telah kuperoleh agar aku tidak sampai keluar dari jalur, meski setiap hari pula muncul angan dan hasrat baru lagi untuk segera diraih.

Berbeda halnya dengan studi. Waktu dan pikiranku banyak tersita untuk hal yang satu ini. Bayangkan saja aku bahkan tidak punya waktu istirahat sedikitpun karena Sabtu-Minggu kupakai untuk perkuliahan tatap muka di luar kota, pun demikian dengan hari biasa yang kupakai untuk belajar mandiri dan mengerjakan tugas-tugasku. Terkadang aku mengeluh dan kecapean, Namun lagi-lagi demi mengejar angan dan ambisi yang masih terbentang lebar di depan aku harus kuat menghadapi semuanya itu.

Hanya asmaralah yang menjadi penyejukku dalam kepenatan itu. Meski terkadang juga menjengkelkan karena kasih sayangnya yang berlebihan itu, namun aku sungguh senang memiliki kekasih sepertinya, dia bisa menjadi kekasihku sekaligus sebagai teman, sahabat dan adikku. Terkadang usai pulang kuliah dari Bandung tanpa terencana sebelumnya aku teruskan mobilku melintasi Tol Cipularang tuk menemuinya, padahal sebelumnya aku ingin pulang dan membaringkan badan di kasurku. Itulah yang disebut dengan kebutuhan, kebutuhan untuk menyayangi dan disayangi.

Bila semuanya semakin terus kupikirkan memang semakin tidak ada habis-habisnya. Kenyataan ini harus kuhadapai dan kulalui demi langkah berikutnya yang lebih baik. Konsepku tentang kehidupan ini harus kembali kuluruskan bahwa aku hidup untuk sementara waktu ini adalah untuk menyenangkan Sang Pencipta. Jika seluruh perhatianku kuarahkan demi menyenangkan hati-Nya, kuyakin pasti semuanya akan berjalan dengan baik. Suatu saat nanti karir yang kuidam-idamkan itu akan kuraih, studiku juga akan kelar dengan embel-embel gelar yang menambah panjang namaku, demikian juga dengan asmaraku, suatu saat nanti aku akan menikahinya dan membangun rumah tangga bersamanya. Hanya satu yang tetap dan abadi yaitu Tuhan, ketika aku mengakhiri petualanganku di dunia ini aku akan kembali menghadap-Nya dan hidup bersama-Nya selamanya. Jadi bagiku Tuhan tetap yang terutama.

Biarkan hidup ini mengalir seperti air……….

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: