Beranda > Ngeblog > Susahnya Mencari Rumah

Susahnya Mencari Rumah

Sudah hampir enam bulan ini aku mencari rumah tinggal, hampir setiap minggu kalau tidak kuliah aku sempatkan mencari rumah, aku juga telah mempercayakan seorang teman untuk mengecek jika ada informasi rumah dijual, demikian juga website jual beli rumah selalu kukunjungi, namun sampai sekarang belum juga kutemui rumah yang tepat.

Pernah aku menemukan rumah yang sesuai dengan keinginanku, tipe rumahnya oke, harganya juga pas dengan kantong, lokasinya juga cukup strategis, namun baru saja aku mengurusnya rumahnya keburu disambar orang lain, kalah cepat. Kesel memang, beginilah kalau mencari rumah, gampang-gampang susah.

Sebenarnya aku juga tidak terlalu mendesak untuk membeli rumah sekarang, namun pikirku aku harus berani berinvestasi dari sekarang, dari pada uang keluarnya ga jelas (maklum anak muda 🙂 ). Setelah punya rumah nanti aku kan juga bisa mencicil membeli perabotannya satu persatu, jadi kalau sudah siap nikah ga ada hambatan lagi. He..he…

Tidak muluk-muluk sih rumah yang kucari ini, kira-kira kriterianya seperti ini:

Lokasi: Sekitar Depok perbatasan dengan Jaksel atau daerah Cibubur

Posisi: Gampang akses angkutan umum, tidak terlalu jauh masuk gang

Tipe: sekitar tipe 55/120

Jumlah kamar: 3 kamar tidur, 2 kamar mandi (maklum rencana punya anak 5🙂 )

Garasi: ada (siapa tahu suatu saat ada duit beli roda empat)

Tanah sisa: ada (minimal bisa menyalurkan hobi berkebun)

Harga: < 200 juta (inipun harus minta bantuan bank)

Siapa tahu diantara pembaca blog ini ada yang punya informasi rumah, tolong dibantu ya

Kategori:Ngeblog Tag:
  1. ratimsugianto
    Oktober 16, 2008 pukul 12:51 am

    wah pasti sudah siap-siap yah bos, terutama nyiapin sang pendamping hehehehe, kirain mau nyari rumah dideket2 aku biar bisa jadi tetangga. Semoga menemukan apa yang dicari.🙂

    Harry: Nyicil-nyicil dari sekarang pak. biar nanti ga kagok.. he..he..🙂

  2. Oktober 17, 2008 pukul 11:04 am

    Semoga cepat dapat rumah yang diidamkan…
    Tapi ini baru rencana sendiri ya, punya kamar 3 karena mau punya anak 5 (hah ?). Apa sudah berunding dengan calon pendamping, atau syarat ini dipakai untuk cari pendamping…he..he
    Selamat, karena sudah bisa cari rumah.

    Saya baru bisa punya rumah pada umur 42, setelah dua anak masuk SD, itupun setelah susah payah “marhoi-hoi” (ngos-ngosan). Rejeki orang memang beda-beda.

    Harry: he..he.. intinya rumah bisa dipake marpungu (berkumpul: arisan marga, partangiangon, dll) nanti lae. Kalau ga berani kredit ga akan pernah punya rumah lae.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: