Beranda > Birokrasi, Korupsi, Kritik Kebijakan, Opini, Sosial Politik > Tukang Cuciku Jadi Caleg

Tukang Cuciku Jadi Caleg

Tukang catering di kantorku jadi caleg DPRD kota dengan nomor urut empat, sales agen di kantorku jadi caleg DPRD kota dengan nomor urut dua, dan yang paling mengherankanku lagi, tukang cuciku juga menjadi caleg, malah di DPRD Provinsi lagi. Ketika ku mengetahui berita ini, aku tertawa sendiri sambil berpikir keheranan. Sekarang semua orang bisa merasa menjadi wakil rakyat.

Memang ada baiknya demokrasi yang diterapkan di Negara kita sekarang ini Karena semua orang sekarang bisa dipilih dan memilih, semua orang bisa berkumpul dan mengemukakan pendapat, semua orang bisa membentuk oraganisasi – bahkan parpolpun jumlahnya sangat banyak, hingga membingungkan rakyat juga, setiap orang bebas mengkritik siapa saja – bahkan menghujat presidentnya sekalipun. Inilah jaman bebas, euphoria reformasi dan kebebasan.

Namun kalau boleh kupikir-pikir lagi, kebebasan yang terjadi kebablasan, tidak ada batasannya. Kualitas terabaikan. Mungkin bukan hanya tiga contoh diatas saja yang saya ketahui, pasti masih banyak lagi caleg-caleg dengan latar belakang yang tak jelas memberanikan diri menjadi wakil rakyat- seperti pemilu 1999 dan 2004 dulu banyak tukang becak, tukang ojek, preman, bahkan pengangguran menjadi caleg. Pantas saja image DPR sangat buruk dimata masyarakat. Bagaimana tidak, tugasnya selama ini hanya tahu memasak, mencuci, calo, menganggur, memeras, dlsb namun dituntut untuk membuat undang-undang dan mengawasi jalannya pemerintahan. Wong administrasi pemerintahan saja mungkin dia tidak tahu sama sekali, bagaimana bisa menjadi pengawas pemerintah.

He… inilah jaman edan, semuanya bisa terjadi. Bahkan saya menjadi berpikir pantas saja banyak koruptor di lembaga DPR karena anggota DPR nya sendiri terkejut mendapat wewenang yang begitu besar – kaya mendadak.

  1. November 5, 2008 pukul 1:21 pm

    Salam kenal appra

    Senang membaca weblog appra neh…
    Ternyata siapa bisa apra ya.. yang mau mengambil peluang…

    salam sukses
    http://www.eriantosimalango.co.cc

    Harry: salam kenal juga pra. memanfaatkan peluang yang ada, itu yang jarang kita miliki ya pra. tapi lebih tepat kalau peluang yang ada diselaraskan dengan kemampuan kita dong pra. Aku juga senang baca blog appara. bisa kan kapan-kapan belajar tentang bisnis..

  2. November 5, 2008 pukul 4:38 pm

    kebebasan setiap orang untuk mengeluarkan pendapat memang sudah diatur dalam UUD 1945, termasuk org2 pd contoh diatas berhak dalam hal tsb, tetapi yang kita sayangkan para elit politik(parpol) kita yang sangat disayangkan menseleksi caleg2 nya.

    menurut saya syarat jadi pemipimpin (wakil rakyat :red) harus memliki
    Intelektual Quality (IQ), Emosional quality (EQ), Spiritual Quality,Managerial Skill (MS) serta Visi dan Misinya jelas (VM).
    jadi bukan semata karena punya pendukung banyak dan uang yang banyak.

    selanjutnya seorang pemimpin (wakil rakyat) seharusnya sudah memiliki paling tidak sampai Tahap 4 dari 5 (Theory Abraham Maslow) :Basic Need, Safety need,Social need, Self actualitation. sehingga pada saat sesorang (wkl rakyat:red) sudah tiba pada Tahap ke 5, dia akan jauh dari yang Namanya KKN

    http://www.lintongnababan.wordpress.com

  3. November 7, 2008 pukul 4:10 pm

    hahahaha…

    horas..betul sekali lae…
    bukannya tidak dibolehkan menjadi caleg, tapi seharusnya yang mau mencalonkan diri tiu sendiri yang tau diri…hehehehe…memang susah lae…

    ya sudah lah…

    horas.
    -bonar
    http://sihotang407.wordpress.com

    Harry: Benar lae, ga sadar diri, itu yang jarang dimiliki manusia sekarang.

  4. November 18, 2008 pukul 5:45 pm

    Bang Harry tidak nyaleg juga? Nyaleg mewakili rakyat blogger:mrgreen:

    Harry: ha..ha…ha.. nanti mas kita dirikan dulu partai bolgger.

  5. helicesar
    Maret 26, 2009 pukul 8:46 pm

    parah bgt emg,,,,bgm mau maju indonesia kl caleg ky gitu…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: