Beranda > Diary, Pendidikan > Thesis – Antara Pelajaran Mental dan Kebosanan

Thesis – Antara Pelajaran Mental dan Kebosanan

Senang sekali rasanya ketika kutahu pembimbing thesisku sudah ditentukan, itu artinya aku bisa langsung bergerak, mengambil seribu langkah agar cepat menyelesaikan studi S2 ku ini. Aku mendapatkan ilmu yang banyak sekali mengikuti pendidikan Master ini, namun pengorbananku juga sebanding, bahkan melebihi. Aku harus mengorbankan waktu akhir pekanku yang seharusnya bisa beristirahat namun dipakai untuk belajar, aku harus menempuh perjalanan jauh ke Bandung  (menyupir sendiri maupun naik kendaraan umum), dan aku harus menyisihkan waktu santaiku di hari normal untuk menyelesaikan tugas kuliah. Nah, sekarang ada tambahan jadwal baru untuk menyelesaikan Thesis ini.

Seperti kebanyakan orang yang sudah pernah menyelesaikan penelitian wajib, apakah itu skripsi, thesis, maupun disertasi, pasti beranggapan bahwa hal itu merupakan hal yang paling membosankan, apalagi kalau penyakit 5 (lima) huruf datang (Maksudnya penyakit malas). Belum lagi faktor non teknis lainnya yang sering mengganggu seperti dosen yang sulit dijumpai, mempertahankan idealisme, dll. Pokoknya yang namanya penelitian pasti membosankan sekali. Lain halnya kalau penelitian hibah atau penelitian sponsor..he..he..

Teringat aku ketika menyelesaikan Skripsi Sarjanaku dulu. Ketika SK pembimbing skripsiku keluar aku sama sekali belum mau bergerak. Malas sekali rasanya, hampir empat bulan aku tidak melakukan apa-apa. Namun ketika semangatnya datang, eh.. ga sampai tiga bulan selesai juga skripsiku itu. Nah.. yang jadi masalahnya menunggu mood tetap semangat ini yang susah sekali.

Aku ingat ucapan beberapa temanku dulu: “untuk apa skripsi bagus-bagus, yang penting kan lulus, itu hanya syarat aja kan. Sudah banyak kok universitas yang tidak mewajibkan skripsi.” Kalau dipikir-pikir ada benarnya juga ucapan itu. Namun hal positif yang boleh kuambil dari penyelesaian skripsiku dulu adalah banyak hal yang bisa aku pelajari, terlebih mental dan mengontrol emosi. Kalau diingat-ingat seru sekali rasanya menunggu sang dosen selesai mengajar, mengejar-ngejar dosen kemana saja dia bergerak. Menunggu tanda-tangan persetujuan seminar, mencari data penelitian, di bentak, dimaki, dll. Pokoknya seru sekali rasanya. Pelajaran mental inilah yang tidak ada di tempat lain.

Namun yang menjadi kendala bagiku adalah aku mengambil kelas akhir minggu, justru di hari itu dosen jarang ada di kampus, dua kali bimbingan pertamaku ini juga melalui telepon. Dan ku perkirakan hal inilah yang akan menjadi masalah terbesar bagiku kelak.

Bagaimanapun aku siap melalaui pelajaran mental tahap II ini. Keep fight, banzai. 

  1. November 17, 2008 pukul 4:48 pm

    Wahhh akhirnya dah Tesis lae ku ini.
    btw, riset mengenai apa lae? siapa tau kita bisa berbagi pengalaman (teknis or teori) ha… ha..haaa…haa
    mentang mentang lebih duluan Master ya… sok nawarin jasa … hiiii. hiiiii
    http://www.lintongnababan.wordpress.com

    Harry: Thesisku tentang relevansi nilai lae. Aku mengikuti S2 terapan, jadi penelitiannya harus ada implementasi prakteknya. Boleh tuh lae, nanti kapan2 aku bimbingannya sama lae aja🙂

  2. November 17, 2008 pukul 5:33 pm

    semangat lha ito. pasti kau bisa. setelah lulus, sk manager menanti to???hehehe

    Harry: Bisa aja mbak Thea ini. Doain ya Thea biar cepet beres.

  3. November 18, 2008 pukul 10:17 am

    Siap lae, apa yang bisa sy bantu!!!!

    Harry: tenang lae, nanti kalau aku mengalami kesulitan kuhubungi pun lae, kalau masalah kecil kan malu kalau sampai koordinasi ke lae🙂🙂

  4. November 18, 2008 pukul 2:31 pm

    Artikel-artikel di blog ini bagus-bagus. Coba lebih dipopulerkan lagi di http://www.lintasberita.com akan lebih berguna buat pembaca di seluruh tanah air. Dan kami juga telah memiliki plugin untuk WordPress dengan installasi mudah.
    Kami berharap bisa meningkatkan kerjasama dengan memasangkan WIDGET Lintas Berita di website Anda sehingga akan lebih mudah mempopulerkan artikel Anda untuk seluruh pembaca di seluruh nusantara dan menambah incoming traffic di website Anda. Salam!

  5. November 18, 2008 pukul 2:49 pm

    pengen s2 tapi……$$$$$$$$$

    Harry: Tapi apa mas guntur? sabar mas.. mudah-mudahan ada kesempatan suatu saat nanti

  6. November 20, 2008 pukul 12:47 am

    Bagus juga usul par-lintasmarketing itu lae.

    selamat melanjutkan penelitian, n sukses selalu

    Harry: Ok lae, thks banget. Nanti ku pertimbangkanlah submit tulisanku diweb lain.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: