Beranda > Cinta, Diary, Kehidupan, Keluarga, Kisah Nyata, Puisi > Kan Kuhabiskan Sisa Hidupku Bersamu

Kan Kuhabiskan Sisa Hidupku Bersamu

“..aku ingin mempersuntingmu,’tuk yang pertama dan terakhir,,akulah yang terbaik untukmu..” (janji suci – yovie & the nuno)

Sembilan tahun lalu adalah pertama kali aku bertemu denganmu. Entah kenapa saat itu engkau langsung menarik perhatianku, sikapmu yang diam, mengeluarkan rona keibuan dan karakter yang kuat, kesederhanaan yang memancar  dari sikap dan tingkah lakumu langsung membuatku hangat bersamamu. Meski hati ini mendadak serasa menemukan pasangannnya, namun aku coba berhenti sejenak tuk sekedar menjawab pertanyaan “siapakah dia?”.

Hari terus berganti, namun suara hati ini terus berkecamuk. Meski kami semakin dekat dan akrab sebagai teman, tetap saja aku tidak bisa membohongi rasa ini. Ingin sekali kuungkapkan isi hati ini, namun, ada satu ketakutanku jika ternyata kenyataan yang terjadi malah berbeda dari yang kuharapakan. Aku takut bila keindahan pertemanan ini malah berbalik. Dan ternyata dugaanku benar, selang berapa saat kemudian, setelah aku ungkapkan isi hatiku, kami malah semakin jauh. Hingga kami sama-sama lulus kuliah tetap saja hubungan kami tidak seharmonis seperti pertemanan dulu.

Namun kekuatan cinta ini terus menggelora, meski kami  terpisahkan  oleh  waktu, terpisahkan oleh lautan, terpisahkan  oleh jarak ratusan kilometer, terpisahkan  oleh profesi pekerjaan,  bayanganmu tidak pernah lepas dariku. Lagi-lagi dengan berlandaskan kekuatan cinta aku beranikan diri tuk membangun kembali komunikasi denganmu, hingga semakin dekat, dan terus dekat, dan tanpa kubayangkan ternyata gayungpun bersambut,  akhirnya kamu luluh juga. Akhirnya kusadari ternyata sejak waktu itu sebenarnya kamu sudah mulai membuka hati, hanya sedikit kecewa karena harus mengkhianati persahabatan kita ini.

Empat tahun lebih penantian kami untuk sepakat mengatakan ‘ya’ tuk menjalin tali kasih. Setelah itu tiga tahun lagi kami menyatukan hati, menyesuaikan dan saling mencocokkan didalam hubungan kasih ini. Di masa ini kami dibentuk seperti bejana yang terbuat dari tanah liat, kami “dipaksa” untuk membuang segala sikap buruk kami dan menyatu satu sama lain, kami diarahkan tuk menerima dan menghargai segala perbedaan kami, kami digerakkan tuk membuang segala keakuan kami dan menerima segala kekurangan kami.

Sekarang, setelah sembilan tahun lamanya sejak perkenalan itu, akhirnya waktu yang dinantikan itu akan segera tiba. Kami akan dipersatukan didalam pernikahan Suci. Sekarang sudah terbukti bahwa cinta ternyata memiliki  kekuatan, cinta memberi kami energi untuk kuat dan tegar dalam menghadapi segala macam hal, cinta memberi kami semangat untuk bahu membahu mengatasi berbagai macam hal. Dan karena cinta pula kami bisa tetap bertahan hingga saat ini.

Hari sabtu, tanggal 6 Maret 2009, jam 10:00, di Gereja Oikumene Tanjung Gading, Janji sehidup semati itu akan terucap. Kami akan bersama-sama menahkodai bahtera rumah tangga ini. Kami akan bersama-sama menghabiskan sisa hidup ini.

Terimakasih Tuhan buat cinta yang engkau izinkan ada diantara kami. Kami berdoa kepadaMu: “Jangan biarkan cinta ini lekang oleh waktu, oleh pekerjaan, oleh uang, oleh usia, dan oleh penampilan fisik kami, tetap biarlah cinta ini tumbuh subur dan mengakar kuat diantara kami hingga maut menjemput kami”.

  1. Charles P Bakara
    Februari 16, 2010 pukul 1:27 pm

    hahaha… hati ini jadi terhanyut, mengikuti setiap kata-kata yang tertulis, yang mengungkapkan ketulusan, cinta… memang butuh waktu yang panjang untuk bersatu, satu yang benar2 satu, harry… you remind me about my self.
    Sori ga bisa dateng waktu itu, tapi yang pasti kami ucapkan selamat n semoga Tuhan mencurahkan cinta kasihnya sehingga hati kalian melimpah akan kasih sayang yang mulai dari sekarang akan menjadi perekat hidup kalian.

    Selamat Berbahagia
    Charles n Marlyn

  2. titien
    Februari 22, 2010 pukul 1:16 pm

    Praise The Lord..
    Mantap bro..
    MEt mempersiapkan segala sesuatunya untuk pemberkatan tgl 6 maret ya bang..
    semoga smua lancar..
    Kiranya Allah Yang penuh cinta kasih memberkati setiap rencana b’harry n kak Veny..
    Gbu n fam

    warmest regards,
    adekmu-titien

  3. Februari 23, 2010 pukul 2:44 pm

    Hi to,
    Selamat ya to, penantian itu akhirnya berakhir juga.
    Sembilan tahun bukan waktu yang sebentar loh. Salut aku.
    terima kasih Gokhon dohot jou-jou untukku lewat FB.
    Mohon maaf, aku ndak bisa hadir nanti di sana.
    Doaku menyertai kebahagiaan kalian, ito dan eda.

    Selamat menjalani hidup berumah tangga to.

    God bless you both

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: