Beranda > Diary > Aku Akan Menjadi Papa

Aku Akan Menjadi Papa

Malam itu istriku selalu terusik dengan rasa pegal dan nyeri di sekujur tubuhnya. Sesekali ia menunjukkan kekesalannya menahan rasa sakit itu kepadaku dengan celotehan dan dengusan nafas kencang. Malam itu sungguh membuatku tidak tenang. Beberapa kali tidurku diintrupsi oleh sakit penyakit itu. Hatiku yang paling dalam seketika bertanya: ada apa ini?

Keesokan paginya aku coba diskusikan hal yang terjadi semalam dengan istriku. Dengan gampangnya ia menjawab: “Apa mungkin aku hamil ya bang. Aku sudah dua hari terlambat datang bulan bang”. Senang sekali mendengar statement-nya itu, ingin sekali melompat kegirangan dan berteriak kencang: “Aku akan menjadi Papa”. Namun aku tidak langsung mempercayainya, siapa tahu ini hanyalah kebiasaannya yang sering “terlambat” atau “kecepatan” seminggu.

Keesokan paginya, disaat matahari masih malu muncul ke permukaan, istriku sudah berada dihadapanku dan mencoba membangunkanku. Dengan rasa ngantuk yang masih berat, aku masih acuh tak acuh atas permintaannya itu. Namun seketika mataku terbelanga melihat benda kecil yang ditunjukkannya dihadapanku, itu adalah hasil tes kehamilan yang menunjukkan ia positif hamil. Langsung aku bangun dari tidurku dan segera memeluknya, “abang akan menjadi papa” ucapnya langsung. Great is thy faithfulness.  

Untuk memastikan sekali lagi, aku meminta kepadanya untuk melakukan test ulang sebelum kami memastikannya ke dokter kandungan. Dan hasilnya mengatakan hasil yang sama. Maka malam itu juga kamipun melanjutkan pemeriksaan ke dokter kandungan. Di RS itu, Ibu dokter memanggil kami, tanpa basa-basi ia menyuruh istriku berbaring di tempat tidur dan langsung menempatkan alat kecil di atas perut istriku. Kemudian baru kutahu kalau itu adalah alat USG (Ultra SonoGrafi). Di layar monitor kecil itu sang doker menjelaskan kalau “Simbolon Junior” itu masih berukuran 0.7 CM. Sontak aku kegirangan bukan main, aku akan menjadi seorang ayah.

Tak hentinya syukur dan pujian kunaikkan kepada yang empunya kehidupan ini. Dimana Ia percayakan seorang anak untuk dititpkan kepada kami, dikala kami baru saja menikah tanpa ada waktu jeda namun langsung diberi anak, Dikala orang lain banyak bersusah payah mendapatkan anak sampai melakukan beragam program. Terimakasih Tuhan untuk kebahagiaan ini. Doa kami semoga kami bisa menjadi orang tua yang tepat bagi anak ini. Membesarkannya hingga menjadi anak yang membanggakanMu.

Kuberdoa semoga ia bisa tumbuh subur didalam kandungan, diberikan asupan gizi dan nutrisi yang cukup, diberikan organ tubuh yang lengkap, hingga kelak, Sembilan bulan kemudian  muncul ke dunia ini tanpa kekurangan suatu apapaun. Dan tak lupa pula kuberdoa agar istriku diberikan kekuatan menanggung sakit penyakit ini, diberikan kesabaran, kesehatan yang prima dan emosi yang stabil. Pun demikian kepadaku diberikan kesabaran, ketekunan dan kesigapan menghadapai semua kemungkinan permintan dan masalah yang ada.

Sekarang, Janin itu sudah dua bulan usianya. Masih ada tujuh bulan lagi hingga ia mengucapakan selamat datang kepada kehidupan ini. Istrikupun semakin sering mengeluh akan rasa sakit yang ia derita, akupun harus semakin ekstra menyediakan waktu dan perhatian kepada mereka berdua. Didalam doa-doa kamipun, kami tak sungkan-sungkan menyebut “kami bertiga” sebagai tanda bahwa kami sudah mengganggap ia hadir ditengah-tengah kami.

Berikan berkatmu kepada kami bertiga ya Tuhan. 

  1. vivi simarmata
    Mei 7, 2010 pukul 8:51 am

    Selamat Harry… kehidupan selalu menjadi inspirasi untuk berbagi. Proud of you to..

    Harry: Terimakasih ito

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: