Beranda > Kristen > Pesan Natal dari Urban

Pesan Natal dari Urban

Natal mengingatkan kita akan kelahiran. Sebagaimana kelahiran pada umumnya yang selalu ditunggu dan dinantikan, ketika sang bayi telah lahir maka menjadi keceriaan bagi keluarga yang mengalaminya, karena bayi tersebut akan menjadi anggota keluarga baru. Seperti bayi kecil kami yang baru hadir memberikan keceriaan ditengah keluarga, selalu digendong, dilihatin, diajak main, pokoknya benar-benar bahagia. Kelahiran Sang Mesias pun demikian, tetapi Dia lahir bukan saja untuk keluarga Yusuf dan Maria, Dia lahir untuk seluruh umat manusia, maka pantas saja Dia menjadi kesukaan bagi seluruh manusia.

Sang Mesias dilahirkan di kandang domba, sebagai wujud kesederhanaan. Kelahirannya di tempat kumuh itu bukan tanpa sebab, Dia telah ditolak di rumah-rumah penduduk hingga Yusuf memutuskan membawa Maria ke kandang domba dan bersalin disana. Hal ini sangat kontradiktif dengan dunia hedonisme dan modern sekarang ini. Ternyata Sang penebus itu adalah wong cilik, lahir dari keluarga sederhana, melahirkan di tempat yang sanagat sederhana, dan hidup dengan sederhana, namun akhirnya menjadi Orang Besar dan Raja bagi Orang Percaya. Kesederhanaan yang dalam hal ini sering di representasikan dengan kemiskinan dan kemelaratan ternyata dapat mengatasi kekayaan dan kemewahan.

Penolakan demi penolakan yang dialami Yusuf oleh para penduduk Betlehem saat itu ternyata juga tercermin nyata bagi umat percaya sampai saat ini, betapa kekristenan ditolak, bahkan dimusuhi dan diperangi di beberapa daerah. Yesus yang datang dan dilahirkan untuk menebus dosa mereka justru ditolak mentah-mentah dan dimusuhi. Beberapa konflik pertikaian agama, pembakaran gereja, teror, penutupan gereja, dll adalah contoh nyata betapa penolakan itu kerap melanda orang percaya.

Semasa hidupnya Yesus tinggal dan besar dalam keluarga yang sederhana, berprofesi sebagai tukang kayu yang bagi masyarakat saat ini masih dianggap sebagai profesi kelas rendah. Mengapa harus menjadi tukang kayu? Pertanyaan ini beberapa kali mengusik rasa ingin tahuku. Tukang kayu adalah profesi yang bekerja berdasarkan pesanan, pekerjaannya menuntut ketekunan dan ketelitian untuk menghasikan meja atau perabotan lainnya yang terbuat dari kayu bisa tampak bagus, jika tidak demikian maka ia tidak akan pernah di pesan lagi. Pun demikian dengan Yesus, ia datang ke dunia ini sudah dipesankan sejak jaman perjanjian lama, kedatangannya sudah dinubuatkan oleh para nabi, kelahirannya menjadi gema bagi para raja dan pemimpin di seluruh dunia. Pesan itu akan kembali terlaksana takkala kedatangan Yesus yang kedua kalinya.

Ketekunan seorang tukang kayu membutuhkan keahlian tingkat tinggi. Sebagai pewarta kabar baik, umat nasranipun dituntuk memilki ketekunan dalam memberitakan kabar baik tersebut, meski tantangan dan hambatan sangat banyak di depan mata, bahkan harus rela nyawa menjadi taruhannya, para misionaris-misionaris Allah harus tekun dan gigih menjalankan amanat agung itu. Ketekunan yang disertai dengan kreasi dan keahilan akan menghasilkan karya inovatif yang berkualitas tinggi. Niscaya pekerjaan pemberitaan kabar baik itu akan membuahkan hasil yang elok dihadapanNya.

Dia datang untuk kita, untuk menebus dosa kita, tetapi kenapa kita menolak? Keselamtan itu diberikan secara gratis, tidak memandang status sosial kita, miskin atau kaya, tidak memandang latar belakang profesi kita, dan itu diberikan gratis, tetapi kenapa kita menolak?

Melalui natal ini kita diingatkan kembali bahwa kitalah yang sebenarnya membutuhkan Dia. Dengan keselamatan itu Anda akan bisa menjawab pertanyaan: setelah mati Anda mau kemana? Dengan keselamatan itu pula Anda dengan lantang akan bisa menjawab pertanyaan: setelah mati Anda mau jadi apa?

Selamat Natal

Kategori:Kristen Tag:,
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: