Beranda > Opini, Pendidikan > Pilihan Yang Menentukan Masa Depan

Pilihan Yang Menentukan Masa Depan

Kisah Memilih Program Studi di Perguruan Tinggi

Seperti kebanyakan siswa SMA lainnya di kota asalku, Bimbingan Test dan Bimbingan Studi (BT/BS) kala itu sangat tenar, para siswa seperti dihipnotis saja bahwa kalau mau masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) harus mengikuti BT/BS dahulu. Akupun tak mau ketinggalan, ambisiku untuk kuliah di PTN favorit di Pulau Jawa kala itu sangat mengebu-gebu, beragam try out Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) sering kuikuti untuk sekedar mengetahui tingkat kemampuanku. Trial and error sering kulakukan dalam memilih program studidi PTN meski akupun tidak tahu seperti apa sebenarnya program studi itu. Initinya yang penting masuk PTN, itulah yang di cekokin para tentor di BT/BS tersebut. Aku pun akhirnya terjerumus di dalam ilmu akuntansi ini. Pengalaman ini mungkin juga dialami banyak orang di Indonesia saat ini. Beberapa penelitian mengatakan bahwa umumnya mahasiswa baru di perguruan tinggi tidak tahu mengapa ia memilih program studi itu. Calon mahasiswa lebih cenderung memilih program studi karena saran orang lain, ketenaran profesi program studi tersebut, gampang cari kerja, dll. Tanpa mempertimbangkan minat dan ketertarikannya pada program studi itu. Dan hal ini pula yang terjadi padaku saat itu.

Ketika UMPTN aku mendaftar program IPC (Ilmu Pengetahuan Campuran) dengan tiga pilihan program studi (kombinasi IPA dan IPS) yang kupilih yaitu Teknik Industri Undip, Agrobisnis IPB dan Akuntansi Universitas Lampung (Unila). Teknik Industri kupilih karena alumninya bisa bekerja tidak hanya sebagai engineer tetapi juga bisa menjadi manager (kombinasi teknik dan manajemen) padahal aku tidak tahu detail program studi ini apa. Kemudian Agrobisnis IPB kupilih karena mengikuti saran guru favorit SMA ku, padahal sama sekali aku tidak pernah tertarik dengan pertanian apalagi bermimpi menjadi sarjana pertanian. Dan terakhir Akuntansi Unila kupilih karena kulihat di koran-koran lulusan akuntansi sangat banyak dicari dan kupilih di Unila untuk menjaga standar minimal yang penting aku diterima di PTN. Ketiganya kupilih meskipun dari dasar hatiku tidak menyukai ketiga pilihan itu.

Ketika pengumuman hasil UMPTN keluar dan aku lulus di pilihan ketiga, selanjutnya aku bertanya-tanya dalam diriku, mau jadi apa aku nanti, padahal selama ini pelajaran ekonomi dan akuntansi aku tidak pernah suka. Tetapi nasi sudah menjadi bubur, karena ini sudah pilihanku, maka aku harus menekuninya. Begitulah pilihan itu kugeluti hingga akhirnya aku mantap menekuni program studi ini hingga studi S2 dan memeilih berkarir profesional disini.

Mitos yang Beredar

Adik-adik yang hendak melanjutkan studi ke perguruan tinggi, selama Anda mempersiapkan studi tentu Anda banyak dicekokin dengan beragam mitos, doktrin, saran, kiat, tips, dll yang belum tentu benar. Sedikit saya mau berbagi mengenai mitos-mitos yang sering beredar tersebut:

1. Anda ikut BT/BS maka Anda pasti lulus UMPTN

Memang hal ini hampir benar adanya, namun jangan terlalu menganggap BT/BS tersebut dewa yang bisa mengantarkan Anda ke PTN. Satu-satunya manfaat BT/BS tersebut adalah mempersiapkan Anda dari segi teknis dan praktis untuk lulus dalam ujian masuk PTN. Tetapi keahlian dan kepintaran untuk bisa lulus tetap berada dalam otak Anda. Jadi tetaplah persiapkan diri sedini mungkin. Kuncinya tetap ada pada diri Anda.

2. PTN di Pulau Jawa pasti lebih cepat dapat kerja

Pulau jawa memang memiliki banyak kampus berkualitas. Kualitas kampus tersebut memang tidak selamanya linier dengan kualitas mahasiswanya. Masih tetap banyak alumninya yang susah mendapatkan kerja atau DO ditengah jalan. Pengalaman saya pripadi ketika mengikuti Sandwich Program selama satu semester di PTN terkenal di Pulau Jawa, saya menyadari bahwa kualitas saya (yang kuliah di Sumatera) dengan mereka tidak jauh berbeda, bahkan dalam beberapa hal saya lebih unggul dari mereka. Ketika mencari kerja pun demikian, tidak cukup lama bagi saya dan juga teman-teman sekampus saya untuk mencari kerja di institusi top, sebaliknya beberapa teman saya yang kuliah di PTN di Jawa sampai sekarang masih ada yang menganggur atau bekerja serabutan. Jadi kunci utamanya tetap berada pada kualitas individual sesorang.

3. Yang penting masuk PTN dulu

Inilah mitos yang menurut saya salah besar. Beberapa tentor di BT/BS atau kebanyakan orang tua percaya dengan hal ini. Yang penting kuliah di PTN dulu, apapaun jurusannya. Karena alumni PTN gampang cari kerja. Ingat, di PTN ada beragam program studi yang lapangan pekerjaannya memiliki keunikannya masing-masing. Contohnya saja lapangan kerja alumni program studi teknik nuklir tentu tidak sebanyak lapangan kerja bagi alumni manajemen.

4. Nanti bisa SPMB lagi kok

Ini juga mitos yang salah besar, banyak orang percaya kalau sudah ada di dalam PTN akan gampang ikut ujian masuk PTN lagi jika dia tidak suka atau mau berpindah kampus/jurusan. Justru yang banyak terjadi adalah orang seperti saya yang sudah terlanjur memilih program studi dan akan diikutinya terus hingga selesai. Jadi kunci utamanya berada dalam tahap pemilihan kampus/jurusan. Memilih program studi yang tidak Anda sukai akan mengakibatkan gagalnya Anda di bangku kuliah (DO) atau jikapun tidak DO Anda akan menghabiskan waktu studi yang cukup lama di bangku kuliah. Bayangkan bila Anda sampai harus menyelasikan studi S1 sampai 8 tahun karena Anda kuliah bermalas-malasan, padahal seharusnya bisa ditempuh dalam 3,5 tahun. Seharusnya sisa 4,5 tahun tersebut bisa Anda manfaatkan untuk berkarir professional hingga level managerial. Rugi di waktukan?

5. Jika tidak lulus PTN maka matilah Anda

Ini adalah mitos yang paling salah. Bagi adik-adik yang gagal dalam ujian masuk PTN, kegagalan itu bukanlah akhir segalanya. Anda dapat mengulang ujian tersebut ditahun berikutnya dengan persiapan yang lebih matang lagi atau Anda dapat memilih berkuliah di Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Di Luar negeri justru banyak PTS yang lebih tenar dan handal mencetak alumni berkualitas dibanding dengan PTN. Tahukah Anda bahwa Universitas San Francisco, Universitas Southern California, Universitas Chicago dan Universitas Johns Hopkins di Amerika adalah PTS. Atau tahukan Anda bahwa banyak pejabat di Perusahaan Multinasional atau BUMN di Indonesia merupakan Alumni dari Universitas Trisakti, Tarumanegara, Parahyangan, dll.

Semoga pemaparan singkat saya ini bermanfaat bagi Adik-adik yang hendak melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi. Ingat kunci utamanya ada pada diri Anda, Andalah yang menentukan apakah Anda bisa lulus di PTN atau tidak.

  1. oriza
    Mei 24, 2011 pukul 1:27 pm

    hmm..bgtu y pak.
    mksih y pak atas motivasiny.
    saya thun ini dpt snmptn undangan, di unila, jurusan teknologi industri pertanian. plihan prtama saya kedokteran unila. nmun gagal, dan dpt di tknologi industri prtanian.
    saya pun tdk pham akan sprti apa masa dpn saya.
    krna yg dipilih sudah trlanjur mnjadi bubur.
    tolong kasih saran y pak.

    • Harry Simbolon
      Mei 27, 2011 pukul 9:20 am

      Begini kan sayang sekali, jika kamu tidak suka dengan jurusan itu dan kamu tidak mengambilnya, berartikan 1 kursi terbuang sia-sia, seharusnya kan orang lain yang lebih memebutuhkannya bisa mengisinya. Soba sedari awal kamu memilih jurusan yang benar-benar sudah kamu ketahui.

      Tapi jika kamu tetap memilih mengambilnya saya akan beritahu sedikit apa itu jurusan THP. THP adalah program studi yang mempersiapkan mahasiswa dalam mengolah hasil-hasil pertanian di dalam industri, banyak sekali sekali perusahaan-perusahaan industri pertanian yang sangat memebutuhkan lulusan ini, lihat saja indo food, garuda food, wings food, siantar top, wong coco, dll,

      Selain dari perusahaan-perusahaan tersebut, lulusannya juga sangat terbuka lebar untuk berwirausaha sendiri dengan melakukan industri pertanian mandiri, seperti usaha pengolahan kripik singkong (seperti yg marak di Lampung).

      Semoga sukses ya.

  2. oriza
    Mei 29, 2011 pukul 6:17 pm

    hmm..bgtu y pak.
    sbenarny saya ambil, mungkin semua itu trgantung individual quality y pak?

  3. tata
    Januari 16, 2012 pukul 1:25 pm

    pak, aku lumayan mampu di bidang akademik. kira” jurusan apa yang tepat untuk aku?aku lebih menonjol di bagian hitung menghitung sejak aku duduk di sekolah dasaršŸ˜¦

    • Harry Simbolon
      Januari 18, 2012 pukul 5:19 pm

      Banyak pilihan untuk yg ahli dalam hitung menghitung: eksakta: MIPA, Teknik, Pertanian. Sosial: Akuntansi, Perpajakan. Kamu pikirkan ketika kamu lulus nanti apakah lapangan kerja terbuka lebar nanti.

  4. Juni 23, 2012 pukul 8:10 am

    Pak mohon pendapat sy gk trlalu pintar dlm bidang menghitung, kira” jurusan yg tepat apa ya pak? Rencananya sy mw ikt snmptn undangan pak, org tua menyarankan fkip tp kyanya byk bgt pak peminatnya diunila? Mhon bantuanya pakšŸ™‚ terimakasih

    • Harry Simbolon
      Juni 26, 2012 pukul 10:20 am

      Maaf jika baru balas, sebaiknya Anda perlu tahu sejauh mana kompetensi Anda dengan mengikuti Try Out atau uji coba soal-soal, setelah itu baru Anda menentukan pilihan yang sesuai dengan kemampuan, jika kemampuan Anda diatas rata-rata jangan takut seberapa banyakpun peminatnya. Namun jika Anda masih ragu dengan banyaknya peminat suatu jurusan, Anda bisa memilih pilihan kedua yang peminatnya lebih sedikit. Perlu diingat bahwa yang jauh lebih penting dari memilih jurusan adalah “Akan jadi apa Anda nantinya setelah lulus” Selamat ujian ya. Tuhan Memberkati

  5. ernawati
    Juli 18, 2014 pukul 11:23 am

    pak,, aq maba d PTS ternama d jogja jurusan agribisnis
    aq rasa.a nyesel bnget ngambil jurusan itu,,
    aq gak tw bagaimana prospek kedepan.a
    aq takut mngecewkan ortu aq
    tapi semua.a telah fix n trpaksa aq jalani,,
    kira” agribisnis tu jelek bgt ya pak tuk kedepan.a ??
    maaf komentar aq agak mlencengšŸ˜¦

    • Harry Simbolon
      Juli 21, 2014 pukul 2:43 pm

      Sori baru balas mbak.

      Sayapun dulu demikian mbak, jurusan akuntansi yang saya pilih sebenarnya ubukan datang dari saya, tapi dari orang-orang disekitar saya. Olehkarena itu Buku-buku UMPTN saya bawa karena saya niatnya UMPTN lagi. Namun setelah mengikuti perlkuliahan selama 1 semester saya menjadi tertarik dengan akuntansi apalagi setelah mengetahui prospeknya di masa yang akan datang.

      Akuntansi adalah pilihan ketiga saya, pilihan kedua saya adalah Agrobisnis, sebagaimana jurusan yang mbak erna pilih sekarang. Prospek jurusan agrobisnis terbuka lebar kok mbak, itulah mengapa saya dulu memilihnya. Alumni agrobisnis saat ini banyak tersebar di BUMN pertanian, perbankan dan tentunya PNS disetiap daerah.

      Geluti aja mbak 1-2 semester ini, jika memang masih belum cocok masih ada kesempatan mengalihkan jurusan sesuai hati nurani di tahun berikutnya.

      Semoga sukses.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: