Beranda > Diary > Menulis, Rindu Roh Itu Kembali

Menulis, Rindu Roh Itu Kembali

Sejak kecil aku sudah terlanjur jatuh cinta dengan puisi, banyak puisi yg sudah kubaca di banyak kesempatan dan kucipta di beberapa waktu. Bahkan aku pernah menelurkan sebuah buku kumpulan puisi goresan tanganku sendiri. Meski buku itu hilang tak berbekas, karya itu tetap kuanggap sebagai maha karya terbaikku. Sempat juga aku dipengaruhi oleh abangku untuk mencoba berkarya di bidang seni lainnya seperti kerajinan tangan, music, dll. Namun aku sadar aku tidak punya bakat disitu. Bahkan ngomong saja aku false apalagi menyanyi.

Melalui fase hidup di dunia perantauan membuatku kembali akrab dengan dunia tulis-menulis. Bukan hanya puisi, tetapi juga prosa dan cerpen banyak kuhasilkan, meski aku menyadari bahwa itu semua hanya pelarian dalam mengisi kesendirian saja. Pantang aku melihat pena dan kertas, karena pasti akan kugoreskan pena itu menjadi tulisan bermakna di atas kerta.

Ada hal indah yang benar-benar kunikmati ketika aku berada didalam kesendirianku itu. Ditemani pena dan secarik kertas aku bisa menulis apa saja, celotehan, curahan hati, hujatan, inspirasi, angan, mimpi dan skenario-skenario hidupku. Huh… ingin ku berada dalam kondisi itu lagi.

Dunia berputar, itulah fakta sains yang kuakui kebenarannya. Keberadaanku di dalam dunia professional saat ini membuatku mau tak mau beralih kesitu. Akuntansi, bisnis, keuangan, manajemen, dan sesekali merangsak ke dunia sosial politik, itulah yang kugeluti sekarang ini. Aku bahkan membuat blog khusus selain situs jejaring sosial untuk menampung isi kepalaku di bidang ini. Apakah ini masih wujud pelarian? Dengan akal sehat aku mengatakan tidak, duniaku saat ini adalah masa depanku, aku harus fokus mencurahkan perhatianku disini.

Dunia berputar lagi, statusku sebagai seorang bapak sekaligus kepala keluarga membuat hidup ini lebih kompleks lagi. Tuntutan hidup membuat hobi terabaikan untuk bisa struggle. Dunia tulis menulis yang selama ini kukagumi dan kugemari sekarang sedikit terpinggirkan, selain aktifitas di kantor aku juga harus melebarkan sayapku untuk terjun di kehidupan sosialita di keluarga besarku dan keluarga besar istriku. Dan terakhir aku mulai dipengaruhi oleh fotografi oleh teman-teman di kantorku juga karena kegemaranku mengabadikan dan mempublikasi aktifitas anakku Andrew didalam media digital.

Besok, ketika dunia ini berputar lagi, entah apa yang bakal terjadi, entah apa yang menjadi minat perhatianku, namun aku masih tetap ingin roh menulis itu terus datang menghampiriku.

Kategori:Diary Tag:
  1. Juli 3, 2011 pukul 12:15 am

    Semangat bang,, tulisan abang bagus2

    • Harry Simbolon
      Juli 5, 2011 pukul 1:16 pm

      Thx ya dek

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: