Beranda > Opini > Mimpi Besar Berdirinya Propinsi Tapanuli

Mimpi Besar Berdirinya Propinsi Tapanuli

Meski mungkin kejadian tewasnya ketua DPRD Sumut akibat aksi demonstrasi pembentukan Propinsi Tapanuli beberapa waktu silam masih terngiang di telinga sebagian besar kita, namun bagiku wacana pembentukan Propinsi Tapanuli masih terus menjadi impian, bahkan sekarang ini semakin terus menggelora. Selain karena saya putra keturunan Tapanuli, sudah menjadi fakta bahwa Tapanuli menyimpan potensi yang sangat luar biasa besar, memiliki kekayaan alam yang melimpah ruah, memiliki sumber daya manusia handal, namun mengapa sampai saat ini pembangunan di sana masih sangat tertinggal.

Tulisan singkat saya ini akan mengulas secara komprehensif rencana pembangunan Propinsi Tapanuli dari segala sudut pandang.

Kondisi Saat Ini

Jika Anda pernah memasuki wilayah Tapanuli dari daerah manapun, Anda pasti bisa melihat kejanggalan pembangunan yang terjadi. Sebagai contoh bila Anda masuk via jalan darat melalui Bukit Tinggi, yang Anda lihat adalah jeleknya jalan dan kumuhnya perkampungan di sepanjang jalan. Bila Anda masuk dari Siantar atau dari Kabanjahe Anda akan mulai menemukan hutan gundul dan kayu yang berserakan dimana-mana, juga kampung kumuh dan jalan berlubang di sepanjang jalan. Demikian juga bila Anda masuk dari aceh lewat Kuta cane hal  yang sama juga terjadi. Pun juga bila masuk via laut dari Silalahi, Parapat atau Sidamanik ke Samosir, ketertinggalan juga terjadi.

Bila kita menelusuri lebih dalam memasuki kampung demi kampung, kita akan melihat bagaimana kehidupan masyarakat yang sangat terisolir, belum banyak listrik masuk, transportasi masih sangat minim karena jalan masih banyak seperti kubangan, sarana sanitasi kesehatan yang sangat minim, akses pendidikan yang sangat jauh, dll.

Atau jika Anda ingin merasakan sendiri bagaimana kehidupan nyata warga Tapanuli, sempatkanlah tinggal sejenak di tengah-tengah mereka, Anda akan melihat bagaimana kesederhanaan hidup warga pribumi, kekotoran menjadi keseharian mereka, kebersihan terabaikan, peralatan hidup sederhana dan ala kadarnya. Meski dilain sisi Anda akan terhibur dengan keindahan alam, lingkungan yang asri, air yang bersih, dll.

Hal ini sangat timpang dengan yang terjadi di sebagian wilayah di Pulau Jawa, itulah mengapa banyak warga Tapanuli yang sukses merantau di Jawa malas kembali untuk membangun kampung halamannya.

Pembangunan Tapanuli harus diupayakan secara holistik menggunakan pendekatan tata negara. Harus berdiri pemerintahan sendiri untuk mengatur, mengelola dan membangun wilayah Tapanuli. Propinsi Sumatera Utara saat ini sudah sangat gemuk, bayangkan ada 33 kabupaten/kota yang harus diurus pemerintah propinsi sumatera utara, dengan wilayah yang sangat luas, tentu tidak mudah memberikan pembangunan yang merata. Jalan satu-satunya yaitu hanya dengan mendirikan propinsi sendiri.

Geografis

Pembentukan Propinsi Tapanuli seyogyanya adalah meliputi seluruh wilayah eks Keresidenan Tapanuli yang sudah dicaplok pada masa penjajahan Belanda dulu. Belanda dalam menentukan suatu keresidenan pasti sudah tentu melakukan analisa dan studi yang sangat matang. Nantinya Propinsi Tapanuli akan meliputi 18 kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Samosir, Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Dairi, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Barat, Kota Gunung Sitoli , Kabupaten Pakhpak Barat, Kota Padang Sidempuan, Kabupaten Padang lawas, dan Kabupaten Padang Lawas Utara.

Ibukota Propinsi akan terletak di Siborong-borong. Pemilihan Siborong-borong murni didasarkan topografi yang relatif datar dibanding kebanyakan wilayah lainnya di Tapanuli, dan letak yang berada ditengah-tengah wilayah Propinsi Tapanuli ini. Di Siborong-borong juga sudah berdiri beberapa prasarana yang membuatnya sangat pantas menjadi Ibukota, antara lain: Bandara Udara, Universitas, Sarana Olahraga, dll.

Dari Siborong-borong nanti akan dibangun jalan akses ke seluruh penjuru Tapanuli Sehingga integrasi pembangungan akan terjalin diseluruh wilayah Tapanuli.

Sarana Transportasi

Bandara Silangit akan dikembangkan lebih lanjut sehingga penerbangan langsung Jakarta-Silangit akan menjadi katalis pembangunan Tapanuli di masa yang akan datang. Dari Bandara Silangit juga akan terkoneksi dengan Bandara Pinang Sori di Sibolga dan Bandara Binaka di Gunungsitoli. Selain itu juga akan dibangun dan dikembangkan bandara di Tapanuli Selatan dan di Samosir.

Jalan lintas antar kota akan diprioritaskan terhubung satu sama lain, sejauh ini beberapa jalan akses yang akan diprioritaskan antara lain: Siborongborong-Sipahutar-Garoga-Pangaribuan-Sipirok, Ajibata-Parmonangan (Penyeberangan ke Samosir), Tarutung-Onanganjang-Pakkat-Manduamas-Salak-Sidikalang, Tele-Parlilitan-Manduamas, Batangtoru-Natal-Batahan-Muara Sipongi, Padangsidempuan-Barumun-Sosa, Manduamas-Barus-Sibolga-Natal-Batahan dan jalan lingkar Pulau Nias. Selain itu jalan antar kecamatan yang saat ini masih sangat minim akan terus diupayakan menjadi aspal.

Pelabuhan laut Barus akan dikembangkan lebih lanjut menjadi sentra perdagangan internasional, sementara pelabuhan Sibolga dan Nias akan difokuskan menjadi pelabuhan penumpang dan wisata.

Pendidikan

Tak disangkal lagi bahwa Tapanuli menjadi pengekspor sarjana berkualitas tinggi ke seluruh penjuru Indonesia atau bahkan ke mancanegara. Namun sangat disayangkan bahwa proses pembentukan menjadi sarjana cerdas tersebut tidak dilakukan di Tapanuli, kebanyakan dilakukan di Pulau Jawa.

Propinsi Tapanuli direncankan menjadi pusat pendidikan nasional di luar pulau jawa. Akan didirikan beberapa perguruan tinggi di seluruh Tapanuli. Universitas Tapanuli akan didirikan di Siborong-borong, Institut Teknologi Tapanuli akan didirikan di Sibolga, Institut Pertanian Tapanuli akan didirikan di Padang Sidempuan, Institut agama islam negeri akan didirkan di Sipirok, Sekolah TInggi Teologi akan didirikan di Pangururan, Politeknik Negeri akan didirikan di Balige, Politeknik Kesehatan akan didirikan di Sidikalang, Universitas Maritim akan didirkan di Gunung Sitoli dan SMA plus akan didirikan di seluruh ibukota kabupaten. Pendidikan gratis hingga perguruan tinggi akan diupayakan dapat dinikmati oleh seluruh penduduk Tapanuli.

Sentra pendidikan diharapakan memberikan multiplier effect kepada sentra-sentra pembangunan lainnya, seperti ekonomi, kesehatan, perdagangan dll.

Kerukunan Agama

Terbukti sudah bahwa hipotesis akan terjadinya konflik besar bila Propinsi Tapanuli berdiri terbantahkan dengan sendirinya. Tapanuli sejauh ini mampu membuktikan dirinya sebagai miniatur pluralisme di negeri ini. Meski secara geografis penyebaran agama di Tapanuli terbagi menjadi dua yaitu utara yang mayoritas kristen dan selatan yang mayoritas islam, namun bila kita datang dan melihat dari dekat kerukunan yang terjalin diantara sesama pemeluk agama di Tapanuli sungguh membuat kita terbelanga bagaimana warga Tapanuli sangat menghargai perbedaan tersebut.

Tapanuli sejauh ini terkenal dengan sentra penyebaran agama. Kita mengenal Nomensen yang menjadi tokoh besar penyebaran agama Kristen di Tapanuli yang menjadi cikal bakal berdirinya HKBP – Gereja yang memiliki jemaat terbesar di asia tenggara. Kita juga masih ingat dampak dari perang padri di Sumbar yang berimbas pada penyebaran agama islam di selatan Tapanuli dan juga pelabuhan Barus yang menjadi tonggak sejarah berlabuhnya pedagang-pedagan Gujarat dari arab yang memberikan andil penyebaran agama islam di wilayah Tapanuli. Beberapa peninggalan sejarah agama tersebut samapai saat ini juga masih dapat kita nikmati sebagai objek wisata.

Di sebagian besar wilayah Tapanuli kita juga masih menemukan warga Tapanuli yang memiliki paham kepercayaan (aninisme), namun perbedaan tersebut menjadi daya tarik wisata sendiri bagai para wisatawan yang ingin melihat upacara-upacara yang dilaksanakan.

Pariwisata

Kemegahan dan keindahan Danau Toba sampai saat ini tidak ada tandingannya. Dahulu Danau Toba ramai dikunjungi wisatawan mancanegara, hotel-hotel berdiri di sepanjang tepi pantai Danau Toba, demikian juga efek ekonomis yang disebabkan wisata Danau Toba ini sangat dinikmati oleh penduduk di sekitarnya. Namun sangat disayangkan, saat ini Danau Toba kelihatan tidak terurus, wisata Danau Toba seperti dibiarkan begitu saja, danau sangat kotor, sarana dan prasarana wisata sama sekali tidak mendukung dan menunjukkannya sebagai daerah wisata.

Demikian juga dengan wisata pantai dan budaya di Pulau Nias yang kurang tertata dengan baik. Sangat disayangkan sekali kekayaan alam dan budaya di Pulau Nias tidak dimanfaatkan dengan baik, menjadi pundi-pundi uang bagi pembangunan ekonomi warga Nias. Hal yang sama juga terjadi dengan wisata pantai barat Tapanuli yang terlantar begitu saja, Ombak tinggi, dan pantai indah seharusnya bisa menjadi daya tarik tersendiri bagai wisatawan mancanegara.

Kekayaan alam dan wisata lainnya serta topografis unik diseluruh wilayah Tapanuli masih menjadi cadangan peluru untuk pengembangan pariwisata di masa yang akan datang. Dengan berdirinya Propinsi Tapanuli nanti, diharapkan pengelolaan pariwisata di seluruh wilayah Tapanuli dapat terintegrasi dengan baik.

Perindustrian dan Perdagangan

Daerah Industri akan dipusatkan di sekitar Barus, sehingga akses distribusi dapat terintegrasi dengan pelabuhan laut di Barus.

Beberapa sentra Industri yang diharapkan berkembang di Tapanuli antara lain, rotan karena banyak dijumpai di Tapanuli selatan, kayu saat ini sudah didukung dengan berdirinya Toba Pulp Lestari di Porsea, Industri makanan kemasan, Industri tepung tapioka, industri material, Insdutri perikanan di sepanjang pesisir pantai barat, Industri tekstil, dlsb.

Beberapa sektor pembangunan lainnya seperti kesehatan, pertanian, pertambangan,  Lingkungan hidup, dll akan dibahas pada kesempatan berikutnya.

Diharapkan dengan tulisan sederhana ini dapat membuka wawasan pembaca bahwa Tapanuli memiliki kekayaan alam dan sumberdaya manusia yang sangat luar biasa, namun belum diekploitasi dengan layak. Sehingga wacana pembentukan Propinsi Tapanuli murni untuk kemajuan pembangunan, bukan semata-mata untuk mencari keuntungan pribadi atau golongan sekelompok orang tertentu.

  1. September 13, 2012 pukul 10:38 am

    Horas,
    Sebagai seorang putra Tapanuli saya sangat mendukung dan mengharapkan serta mengajak semua putra Tapanuli untuk memperjuangkan berdirinya provinsi Tapanuli, meskipun kini saya tidak berdomisili di Tapanuli, namun kecintaan terhadap tanah kelahiran tak pernah surut.

    Kita berharap, dari sekian banyak putra/putri Tapanuli yang telah mengecap kesuksesan diluar Tapanuli, ada beberapa yang masih peduli memperjuangkan berdirinya provinsi Tapanuli demi terciptanya kehidupan masyarakat yang lebih baik.

  2. Sigura-Gura Gelap Gulita.
    Oktober 16, 2012 pukul 4:45 pm

    Permohonan dengan rendah hati kami ajukan kepada Pemimpin-pemimpin NKRI yang kita cintai ini agar meningkatkan taraf kehidupan masyarakatnya: hal tersebut sudah sejak lama diidam-idamkan semua masyarakat dan juga masyarakat Tapanuli, yang mana terdapat ketertingalan pembangunan infrastruktur di Tapanuli yakni:
    1. Infrastruktur Jalan untuk mendukung aktifitas masyaratkat sangat rendah:
    – Infrastruktur Jalan yang melintasi Kawasan Tapanuli yaitu Jalan Lintas Sumatera dan Lintas Barat selalu kondisinya rusak, dimana jalan tersebut merupakan jalan pintu keluar/masuk menuju ke/dari Medan sebagai pusat pemerintahan, perekonomian, perdagangan. Demikian juga menuju ke/dari Sibolga sebagai pintu keluar/masuk keluar (pintu/gate)di Bagian Barat kondisi Jalannya menyedihkan hingga saat ini. Alih-alih alasan dari pejabat pembina jalan tersebut menyebutkan bahwa Jalur Lintas Timur Sumatera yang harus perioritas dikarenakan tingkat keekonomiannya lebih tinggi sehingga Jalur Lintas Sumatera dan Lintas Barat tidak perlu diperhatikan.
    – Pada umumnya Jalan Provinsi yang dikelola Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kondisinya selalu jelek dan sangat diperlukan untuk membuka keterisolasian daerah disana sebagai jalan penghubung untuk jalan-jalan kabupaten dan jalan desa.
    – Jalan Kabupaten: kondisi jalan kabupaten hingga saat ini jalan beraspal baru mencapai kurang lebih 50% selainnya masih jalan tanah. Dapat dibayangkan disana hubungan antar Desa dan Ibukota Kecamatan masih berjalan kaki untuk menuju pemasaran hasil pertanian atau menggiling padinya di Pabrik penggilingan, ataupun memindahkan hasil dari lokasi persawahan/kebun ke rumah masing-masing.
    2. Dukungan Infrastruktur pengairan sangat minim meskipun kehidupan masyarakat pada umumnya sebagai petani.
    – Irigasi Teknis di Tapanuli (Toba Samosir, Samosir, Tapanuli Utara, Humbang hasundutan) hingga saat ini belum terdapat Irigasi Teknis. Bila ada bendungan permanen, itu adalah bangunan peninggalan kolonialisme Pemerintahan Hindia Belanda dan yang lainnya adalah dibangun oleh masyarakat sendiri seperti Bendungan dan Tali Air yang tidak permanen maupun persawahan yang dlakukan secara gotong-royong. Hingga saat ini masyarakat mengairi sawahnya dengan cara Mandabu Aek. Sangat minim dukungan pemerintah untuk mendukung beban masyarakat.
    3. Dukungan Infrastruktur Air Minum sangat rendah.
    – Bila disimak, lokasi yang baru mendapat perpipaan Air minum adalah sebagian kecil pada ibukota kabupaten pelayanan perpipaan masih dibawah 5%, selainnya masih menggunakan sumur-sumur, ataupun menggunakan air danau atau air kali yang dipergunakan oleh masyarakat untuk minum dan MCK.
    4. Infrastruktur kesehatan seperti Rumah Sakit masih minim yakni Rumah Sakit setingkat kelas 3 (tiga) hanya hitung jari lebih dimilik swasta dibandingkan dengan milik pemerintah.
    5. Kawasan Tapanuli termasuk daerah Peta Kemiskinan di Indonesia
    6. Perguruan tinggi yang ada baru berkisar 3 (tiga) yang dimiliki swasta itupun bisa dikatakan dukungan pemerintah untuk itu sangat minim, apalagi untuk meningkatkat kualitasnya.
    8. Daya bangkit untuk mendukung pariwisata sebagai unggulan Kawasan Danau Toba sangat rendah, Bandara Sibisa, Bandara Silangit dan Bandara lainnya tidak difungsikan, demikian juga dengan pembangunan dukungan infrastruktur pariwisata (Tujuan Wisata, Perhotelan, Kuliner, dan kerajinan tangan masyarakat dll.).
    9. Potensi yang ada di Tapanuli, sangat besar dan luar biasa yakni seperti: PLTA di Sungai Asahan (dapat dihitung setiap harinya jumlah KWH Listrik yang dipergunakan oleh PT. Inalum dan PT. PLN) yang menurut hemat kami itu berkontribusi ke APBN, belum lagi yang dibangun. Demikian juga terdapat hutan-hutan yang dirambah oleh perusahaan kayu. Potensi yang sangat luar biasa juga dapat dikembangkan yaitu Potensi Parawisata dan Energi Air Danau Toba serta adanya banyak terdapat Energi PLTA Hidromini, Potensi energi panas Bumi dan Gas. Dimana saat ini pemerintah belum digali di Tapanuli.

    Memang diakui telah ada pemekaran Kabupaten-kabupaten di Tapanuli sebagai dampak atau daya dongkraknya terhadap pembangunan adalah tidak begitu signifikan dikarenakan metode pemerataan pembangunan di Tanah Air tercinta ini adalah berdasarkan perhitungan Dana Alokasi Umum (DAU) dimana variabelnya adalah: jumlah penduduk, luas daerah, potensi dan tingkat kemahalan. Koefisien variabel tersebut sama saja dengan sebelum dan setelah ada pemekaran, kelebihannya hanya jumlah Bupati/walikota dan Pejabat saja yang bertambah, sedangkan untuk masyarakat adalah sama saja. Namun bila ada pemikiran pemekaran provinsi adalah untuk mewujudkan harapan alokasi dana makin terpusat di daerah pemekaran atau dengan otomatis menambah alokasi DAU di daerah pemekaran sebesar 20% yang berdampak pada percepatan pembangunan. Selain itu Dana Bagi Hasil juga semakin besar terpusat di daerah pemekaran, serta rentang kendali pusat ke Tapanuli semakin dekat.

    Demikian kami sampaikan, dan kami mohon maaf bila ada kesalahan dan kekurangan kami atas kesempatan ini.

  3. November 7, 2012 pukul 11:13 pm

    Sangat setuju, meskipun saat ini saya berada diluar Tapanuli, namun wacana pembentukan protap terus saya suarakan baik melalui sosial network maupun yang lainnya. Saya berharap dan mengajak semua putra/putri tapanuli dimanapun saat ini berada agar bersama2 memperjuangkan berdirinya provinsi yang kita dambakan bersama demi terciptanya kehidupan yang lebih baik. Horas

  4. Agus
    November 14, 2012 pukul 11:39 am

    Saya putra Banten turut mendukung perjuangan saudara-saudaraku diTanah Tapanuli (Karesidenan Tapanuli) untuk terus menyuarakan aspirasi ini semoga cepat terlaksana seperti yang telah kami nikmati ditanah Banten, Horas

  5. dian sibarani
    Januari 2, 2013 pukul 11:17 pm

    semoga rencana ini akan segera terealisasi, demi menuju kesejahteraan masyarakyat tapanuli,,,

  6. Januari 4, 2013 pukul 5:47 pm

    harus bisa kita bentuk protap kenapa ,daerah laen boleh kita gak, apa mereka takut bangsa batak maju dari suku2 laennya

  7. JS. Sianturi
    Januari 27, 2013 pukul 1:49 pm

    Mari berjuang bersama
    satukan tekad dan satukan power untuk perjuangan bersama
    horas………horas………….horas

  8. Februari 5, 2013 pukul 4:07 pm

    menurut saya tapanuli susah jadi provinsi, mending merantau ajalah kita, kirim uang ke kpg, bangun tapanuli.

    • Robert Ferdinand S.
      Februari 22, 2013 pukul 11:44 am

      Sdr. Hendra230 meskipun terbentuknya Protap namun bukan berarti tidak mungkin terbentuk. Merantau bagi Suku Bangsa Batak adalah merupakan hal biasa, data jumlah perantau diperkirakan melebihi 5 kali dari yang tinggal di Bona Pasogit. Supaya sdr. Hendra230 tahu bahwa masyarakat Batak perantau jarang mengirimkan uangnya ke Kampung halamannya dikarenakan keterbatasannya juga dikarenakan cita-cita sebahagian besar Orang Batak adalah: Cukup untuk menghidupi kebutuhannya sehari-hari dan sanggup menyekolahkan anak-anaknya, memang kenyataan begitu. Bila dilihat saat ini kehidupan masyarakat perantau dan bukan hanya Orang Batak saja kehidupannya diperantauan sudah semakin tertekan seperti mencari nafkah dan beribadat. Kemungkinan hal ini terjadi akibat pengaruh jaman Reformasi dan Otonomisasi yang sedang berlangsung saat ini yang tidak dapat dikendalikan oleh pemerintah atau sengaja dibuat demikian. Yang terbentuk adalah Permordialisme yang sangat tinggi. Jadi perlu pemikiran sdr. Hendra230 bahwa perantau itu pasti memiliki uang sehingga dapat dikirim ke Kampung halamannya pada hal hidupnya hanya pas-pasan saja, meskipun sudah bekerja keras di perantauan. Pekerjaan orang Batak perantau biasanya sebagai sopir mikrolet, buka warung, dan melakukan simpan pinjam uang, pedagang sayur-mayur di pasar tradisionil ada sebagaian sebagai Pegawai di perusahaan swasta dan di pemerintahan. Namun saat ini usaha mikrolet disetiap daerah telah gulung tikar dengan adanya peralihan masyarakat dari angkutan umum berpindah angkutan pribadi baik menggunakan sepeda motor atau kenderaan roda empat karena lebih hemat dan waktu perjalanan lebih baik meskipun perkotaan semakin macet. Dan usaha mikrolet tidak menguntungkan lagi dikarenakan sepinya penumpang dan harga-harga operasional yang semakin meningkat. Demikian juga warung-warung kecil pada berguguran akibat adanya Mall, Supermarket, Pasar modern, Pasar Swalayan yang sangat menjamur pedagang kecil mati suri. Dibidang simpan pinjam uang untuk membantu pedagang kecil yang dulunya eksis menjadi tutup dengan sendirinya karena telah bermunculan Bank Perkereditan (BPR), yang dikelola oleh pemerintah maupun swasta dengan modal yang sangat besar dan beroperasi hingga ke pasar-pasar tradisionil, membuat usaha simpan pinjam yang ditekuni menjadi lesu. Demikian juga pegawai-pegawai baik di Perusahaan Swasta maupun sebagai pegawai di pemerintahan sudah semakin sulit berkembang akibat kepermordialan tadi.

      Jadi sangat kecil pengaruh hubungan antara orang pergi merantau dengan pembentukan Protap. Kesulitan pembentukan Protap adalah tergantung kepada keputusan manusia, yakni penguasa saat ini yang belum berpihak. Manusia-manusia tersebut akan tidak abadi dan akan tergantikan oleh yang lain, mungkin dikarenakan faktor peraturan atau perundang-undangan yang tidak dapat berkuasa lagi, atau telah tua, tidak bisa bernafas lagi. Dan dengan keyakinan kami bahwa suatu saat akan ada kesempatan itu dengan munculnya Pemimpin-pemimpin yang arif dan bijaksana untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh manusia di NKRI ini termasuk orang Tapanuli. Maksud permintaan pemekaran Protap adalah adanya peningkatan pembangunan di kawasan Tapanuli yang berdampak kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat karena adanya dukungan sarana dan prasarana pada kawasan tersebut. Kemajuan Tapanuli dari jaman ke jaman selalu nihil yaitu sejak kekuasaan Hindia Belanda, Jaman Orla, Jaman Orba, apalagi jaman yang disebut Reformasi dan Otonomisasi ini. Dukungan untuk membangun potensi di Tapanuli tidak ada seperti dukungan pariwisata, pertanian dan pertambangan, dll. Adapun potensi PLTA di Sungai Asahan dibangun hanya untuk kepentingan pihak lain seperti PT. Inalum maupun Pemerintah atau Perusahaan Jepang dan Juga untuk kepentingan PLN untuk Kelistrikan di Pulau Sumatera.

      Ketidakberpihakan para penguasa terlihat dengan nyata yakni setiap ada usulan pemekaran Protap selalu ada penolakan dari kelompok masyarakat tertentu dan pemerintah di Daerah maupun di Pusat, ada kebijakan moratorium pemekaran Protap namun untuk daerah lain tidak ada moratorium. Itulah peraturan yang dibuat oleh pemerintah yang selalu pilih kasih. Tidak ada kearifan dan tidak bijak oleh penguasa untuk usulan-usulan tersebut, alasannya tidak layak, jumlah kabupaten/kota tidak mencukupi. Alasan yang dibuat-buat kalaupun ada kekurangan-kekurangan semestinya pemerintah mempunyai strategi untuk memenuhi kekurangan tersebut. Secara kasat mata potensi daerah lain yang telah otonom masih dibawah potensi yang ada di Tapanuli seperti: Provinsi NTT, Provinsi Maluku, Provinsi Maluku Utara, Provinsi Gorontalo, Provinsi Sulawesi Tengah, Provinsi Sulawesi Barat, Provinsi Sulawesi Tenggara, Provinsi Jambi, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Kalimantan Utara. Akan tetapi bila diminta dengan agak keras lain lagi permasalahannya seperti yang sudah-sudah. Mereka-mereka penguasa tidak mau merenungkan apakah ada keberpihakan mereka untuk meningkatkan kemudahan hidup masyarakat yang tinggal di Tapanuli atau hanya berfikir biarkan saja mereka tertinggal agar tetap terklasifikasikan sebagai masyarakat kelas rendah.

      Sdr. Hendra230, perbedaan orang Batak perantau dan yang tinggal di Bona Pasogit adalah bahwa orang perantau lebih gigih, pekerja keras baik bekerja maupun melaksanakan studi dan termasuk juga dengan adanya dukungan untuk kegiatannya di tempat dia merantau seperti Universitas, infrastruktur dan lain-lain.

      Kami ucapkan selamat berkarya dimanapun kita berada, semoga kualitas hidup kita semakin meningkat supaya ada orang yang mampu merobah kekeringan dan ketertinggalan Bona Pasogit menjadi kemakmuran, dan semoga mimpi-mimpi besar kita dapat terwujud. Terimakasih.

  9. jasarno
    Maret 7, 2013 pukul 6:43 pm

    Hasil pilkada sumut sudah jelas, apapun komentar, batak tidak berdaya menhadapi hememoni jawa. Saatnya, batak bersatu, jadikan propinsi batak yang meliputi danau toba, karena danau toba identik dengan batak. Sampai kapanpun, danau toba dan sekitarnya tidak akan pernah maju selama dikendalikan Medan. Horaasss, menjuah-juah……..

    • Sigura-Gura Gelap Gulita.
      Maret 27, 2013 pukul 10:39 am

      Hasil Pilgub Sumut Tahun 2013 adalah: “Pemenangnya adalah GOLPUT”.

  10. alam H
    Desember 18, 2013 pukul 12:38 pm

    apa betul untuk kesejakteraan masyarakat ? coba dilihat dari data Kemendagri 70 % daerah tidak bisa mengurus daerah sendiri, dan 70 daerah memakai apbd lebih 50 % untuk belanja pegawai/gaji , Gimana disebut untuk memajukan masyarkat ? tapi yang pasti untuk kepentingan politik ya karean akpan ada DPRD Pro dll. Kalau kita melihat kemabali kesejarak yang disebut ex Keresidenan Tapanuli adalah selutuh Tapanuli dan Nias, tapi kenapa jadi dibagi usulan jadi 4 Pro

  11. Januari 27, 2014 pukul 2:24 pm

    dukung truzzzz pembetukan propinsi tapanuli….horasss..masa

  12. Gunawan Hasibuan
    Februari 15, 2014 pukul 9:00 am

    SAYA SEBAGAI ORANG TAPANULI MERASA SEDIH KALAU MELIHAT CARA BERPIKIR YANG SEMPIT DARI SAUDARAH SAUDARAH SAYA YANG SAMA SAMA DARI TOBA SANA . KALAU MAU MAJU ORANG KITA HARUS TINGGALKAN URAT LEHER YG KUAT ITU SERTA EGO DAN KERAS KEPALA NYA BARU KITA DUDUK BERSAMA UNTUK KEMAJUAN BERSAMA . MARI LAH KITA JADI BANTENG DI KAMPUNG KITA JANGAN HANYA BANTENG DI PERANTAUAN. CONTOH TERBAIK YAITU PADA PEMILIHAN DI SUMATRA UTARA KITA JADI KAMBING DI KAMPUNG KARNA EGO SERTA KERAS KEPALA KITA KARNA MERASA KITA SEMUA ANAK RAJA TAPI KENYATAANYA KITA JADI ORANG KELAS DUA DI KAMPUNG SENDIRI. MANA ANAK MEDAN DAN SIANTAR MEN NYA BUNG .
    KALAU KITA MASIH MEMPERTAHANKAN POLA PIKIR YG ADA INI TAMPA INTROPEKSI DIRI MAKA KITA AKAN TETAP JADI KAMBING. APA MEMANG KITA AKAN JADI KAMBNG

  13. jubertus siregar
    Mei 23, 2014 pukul 7:28 pm

    Semoga berhasil…

  14. Gindo Simanjuntak
    Agustus 5, 2014 pukul 12:23 pm

    Perlu pemaparan lebih dalam tentang potensi masing masing Kab/ Kota agar saudara saudara kita yang lainya semakin mengenal dan mengerti Tujuan Pemekaran Wilayah Propinsi Tapanuli

  15. Dumosch Pandiangan
    September 23, 2014 pukul 10:28 am

    Dukung. Bgmn kabar terkini Protap?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: