Arsip

Archive for the ‘Opini’ Category

Trio Medan

September 2001 adalah awal aku menginjakkan kaki di Lampung. Aku di terima di Universitas Lampung (“Unila”). Unila adalah pilihan ketigaku dalam UMPTN, mau dibilang apa lagi aku hanya bisa lulus disini, meski aku berharap tahun depan bisa ikut UMPTN lagi tuk mencoba peruntungan di Universitas top di Pulau Jawa seperti pilihan pertama dan keduaku yang tak lulus itu. Baca selanjutnya…

Iklan

Pelajaran Kepemimpinan

Pengalaman Memimpin Kepanitiaan di Gereja

Kali ini saya mau berbagi tentang pengalaman saya memimpin kepanitiaan di lembaga kerohanian. Pengalaman ini sangat berkesan sekali bagi saya sekaligus banyak pelajaran yang bisa diambil dalam membentuk model kepemimpinan saya.  Memimpin di lembaga kerohanian apakah itu persekutuan kampus, gereja, persekutuan lingkungan, dll sangat berbeda sekali dengan memimpin di lembaga lembaga sekuler seperti kantor, ormas, parpol, komunitas hobi, dll. Salah satu pembeda utamanya adalah posisi sang pemimpin yang akan saya jelaskan nanti. Semoga sharing saya ini bisa bermanfaat bagi para pembaca. Baca selanjutnya…

Mimpi Besar Berdirinya Propinsi Tapanuli

Agustus 23, 2012 17 komentar

Meski mungkin kejadian tewasnya ketua DPRD Sumut akibat aksi demonstrasi pembentukan Propinsi Tapanuli beberapa waktu silam masih terngiang di telinga sebagian besar kita, namun bagiku wacana pembentukan Propinsi Tapanuli masih terus menjadi impian, bahkan sekarang ini semakin terus menggelora. Selain karena saya putra keturunan Tapanuli, sudah menjadi fakta bahwa Tapanuli menyimpan potensi yang sangat luar biasa besar, memiliki kekayaan alam yang melimpah ruah, memiliki sumber daya manusia handal, namun mengapa sampai saat ini pembangunan di sana masih sangat tertinggal.

Tulisan singkat saya ini akan mengulas secara komprehensif rencana pembangunan Propinsi Tapanuli dari segala sudut pandang. Baca selanjutnya…

Betapa Berartinya Beasiswa Itu

Ketika namaku terpampang di koran sebagi pemenang Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN), orangtuaku langsung memutar otaknya mencari sumber pendanaan untuk membayar biaya pendaftaran dan biaya tetek bengek lainnya di awal perkuliahan yang katanya jumlahnya lumayan besar itu. Meskipun akhirnya harus berhutang pada orang lain, usaha orangtuaku itu sungguh tak terlupakan bagiku. Belum lagi orangtuaku juga harus membiayai dua kakakku dan seorang abangku yang juga masih kuliah, bersyukur kakak sulungku yang sudah lulus dan bisa sedikit membantu. Baca selanjutnya…

Pilihan Yang Menentukan Masa Depan

Mei 16, 2011 9 komentar

Kisah Memilih Program Studi di Perguruan Tinggi

Seperti kebanyakan siswa SMA lainnya di kota asalku, Bimbingan Test dan Bimbingan Studi (BT/BS) kala itu sangat tenar, para siswa seperti dihipnotis saja bahwa kalau mau masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) harus mengikuti BT/BS dahulu. Akupun tak mau ketinggalan, ambisiku untuk kuliah di PTN favorit di Pulau Jawa kala itu sangat mengebu-gebu, beragam try out Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) sering kuikuti untuk sekedar mengetahui tingkat kemampuanku. Trial and error sering kulakukan dalam memilih program studidi PTN meski akupun tidak tahu seperti apa sebenarnya program studi itu. Initinya yang penting masuk PTN, itulah yang di cekokin para tentor di BT/BS tersebut. Aku pun akhirnya terjerumus di dalam ilmu akuntansi ini. Baca selanjutnya…

Membangun Tapanuli dari Sektor Pendidikan

Maret 28, 2011 3 komentar

Tak disangkal lagi bahwa Tapanuli adalah pemasok sarjana-sarjana cerdas di negeri ini. Dalam sebuah sumber pernah disebutkan bahwa Tapanuli Utara (ketika dulu belum dimekarkan) adalah kabupaten dengan rasio sarjana tertinggi di Indonesia dibanding dengan jumlah penduduknya. Sungguh luar biasa kan? Hal ini bisa terjadi karena memang falsafah masyarakat Batak mengatakan demikian: “anakkonki do hamoraon di au” (anakku adalah kekayaanku). Karena falsafah itulah makanya orangtua Batak bersusah payah menyekolahkan anaknya setinggi-tingginya agar keluarga mereka bisa lebih berharga lagi di kemudian hari. Apapun rela dilakukan meski harus mengorbankan dirinya sendiri. Baca selanjutnya…

Bapak Presiden, Bolehkah Saya Bertanya?

Surat untuk Presiden SBY

Bapak Presiden SBY yang sangat saya hormati, sudah sejak awal tahun 2011 ini saya semakin tidak memahami tugas dari masing-masing kementerian di lingkungan Kabinet Indonesia Bersatu jilid II yang Bapak pimpin. Selain persoalan koordinasi yang semakin tidak jelas, munculnya banyak Satuan Tugas selain (menurut saya) membebani anggaran negara, juga membuat rakyat seperti saya ini semakin bingung dan bertanya: mau dibawa ke mana sebenarnya negara ini? Baca selanjutnya…