Beranda > Kristen, Sosial Politik > Potensi Konflik Pembentukan Provinsi Tapanuli

Potensi Konflik Pembentukan Provinsi Tapanuli

 

sumutKunjungan DPD RI beberapa waktu lalu sekali lagi meyakinkan masyarakat Tapanuli bahwa Tapanuli akan segera menjadi Propinsi termuda di Indonesia. Ketua tim panitia Ad Hoc DPD RI Adnan NS malah dengan lantang mengatakan “DPD RI sebagai representasi wakil rakyat yang dipilih secara langsung oleh seluruh rakyat Indonesia akan berjuang mati-matian mewujudkan terbentuknya Provinsi tapanuli sebagai provinsi ke-34 di Indonesia,”  Pemerintah provinsi Sumatera Utara pun juga telah setuju melalui pernyataan Sekdapropsu Drs Muhyan Tambuse  yang mewakili Gubsu yang mengatakan “Untuk tingkat propinsi sudah final, secara formal telah disampaikan kepada pihak legislatif, tinggal menunggu dan akan patuh atas keputusan pemerintah pusat, serta Pempropsu amat taat azas”, (harian SIB edisi 7 November 2007). Perkiraan saya propinsi tapanuli sudah 80% jadi.

 

Banyak pihak yang setuju maupun yang kontra terhadap pembentukan provinsi ini. Bagi pihak yang pro mereka pasti akan beralasan pemerataan pembangunan, meningkatkan kemakmuran masyarakat, memperpendek jalur birokrasi, dll. Namun bagi pihak yang kontra mereka beranggapan bahwa pembentukan provinsi ini hanya ajang bagi-bagi kue saja, syarat berbagai kepentingan golongan, tidak murni mementingkan kepentingan masyarakat Tapanuli. Wajarlah mereka berpandangan begitu, karena memang benar pada kenyataannya setiap pemekaran daerah selalu diselingi konflik dan perbedaan pendapat.

Secara pribadi saya tidak mempersalahkan proses pemebentukan propinsi ini, namun dari lubuk hati saya, ada kekawatiran tersendiri di balik pembentukan daerah pemekaran baru ini. Masih teringat oleh kita kasus Poso dan kasus Ambon yang berawal dari ketimpangan pembangunan. Kedua daerah ini adalah daerah pluralis yang masih termarginalkan. Yang paling parah adalah kasus poso, berawal dari pemekaran wilayah, banyak orang yang tidak sepakat, menyebabkan banyak kekisruhan terjadi dimana-mana. Poso (meskipun hanya daerah tingkat II) dan Sumatera Utara memiliki beberapa kesamaan dalam hal penyebaran penduduk. Beberapa daerah di Poso dan Sumut memiliki daerah mayoritas dan minoritas. Ketika minoritas di tandingkan dengan mayoritas pasti akan terjadi perbedaan kepentingan yang pada ujungnya adalah konflik dan pertikaian.

Namun di balik kekawatiran itu, saya masih kagum dengan situasi sumut yang sangat pluralis namun tingkat toleransinya sangat tinggi sekali. Dalam suatu diskusi, saya pernah mengatkan: “Indonesia perlu belajar pada Sumut dan Sulut dalam hal pluralisme yang tolerif”. Kedua Provinsi ini memang memiliki penyebaran etnic dan agama yang sangat beragam, namun kehidupan masyarakat tetap harmonis. Hampir setengah wilayah Indonesia yang sudah saya jalani, saya menarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan mencolok pemahaman masyarakat terhadap pluralisme di Sumut dan Sulut dengan daerah lainnya. Namun hal ini tidak bisa menjadi jaminan bila kelak Provinsi Tapanuli berdiri akan adem ayem saja.

Berbagai kasus pertikaian rasial yang terjadi di Negara kita tidaklah murni karena kemauan masyarakat setempat. Saya menduga ada pihak yang bermain di belakangnya, ada segolongan pihak yang tidak sepakat dengan pengertian kemajemukan bangsa Indonesia. Kasus Poso menjadi contoh nyata ketika banyak orang dari pulau Jawa ternyata kita jumpai di balik penanganan kasus ini.

Kegelisahan saya ini sungguh sangat berdasar, untuk itu saya menghimbau kepada semua masyarakat Tapanuli termasuk para tokoh yang menjadi pilar pendiri provinsi ini untuk memikirkan hal ini. Jangan karena kesempatan terbuka lebar, perjuangan semakin mencapai sasaran sehingga dengan nafsu tinggi memperjuangkan pemekaran ini tanpa mengabaikan unsur kemajemukan masyarakat. Jangan sampai proses pendirian provinsi ini hanya sekedar euphoria saja.

Dalam setiap studi pemekaran wilayah di Indonesia belum pernah ada studi mengenai manajemen konflik, yang dibahas melulu hanya potensi daerah, PAD, jumlah penduduk, dll. Pemahaman para elit menghadapi suatu masalah demograsi di Indonesia ini jarang sekali beranjak dari faktor humanis. Segala sesuatu selalu dikaitkan dengan kekuasaan dan uang. Maka tidak jarang kita jumpai daerah pemekaran yang belum menyentuh esensi dari pembangunan itu, malah ada rencana beberapa daerah pemekaran akan di kembalikan ke daerah induknya karena belum ada keberhasilan pembangunan sama sekali.

Tapanuli adalah daerah yang kaya dan subur, banyak para pejabat Negara dan pengusaha nasional yang berasal dari sini, namun daerah ini selalu saja terpinggirkan oleh kemajuan pembangunan nasional. Bayangkan saja ketika musim pemekaran mulai didengungkan sudah ada 6 kabupaten baru di daerah tapanuli yang dimekarkan dengan alasan ketertinggalan pembangunan. Dari awal saya sudah menduga banyaknya pemekaran kabupaten di wilayah Tapanuli pasti akan berujung pada pembentukan Propinsi Sumatera Timur. Perkiraan saya itu benar hanya nama propinsinya saja yang berubah. Sebutan orang batak adalah banyak taktik adalah contoh nyata dalam kasus ini.

Jika kita telusuri lebih mendalam dasar pembentukan protap ini beranjak dari ketimpangan kebijakan pembangunan Sumatera Utara yang jarang sekali menyentuh dearah daerah di Tapanuli, termasuk dalam hal ini kaitan si pembuat kebijakan yang nota bene lebih memihak segolongan daerah di sumut, Namun selain itu ada satu factor utama yang sebenarnya menjadi asal muasal pemisahan daerah ini yaitu penyebaran keyakinan. Daerah tapanuli bagian utara, dan barat sangat didominasi oleh penduduk Kristen dan katolik, sementara tapanuli bagian tengah relative berimbang antara penduduk Kristen dan islam, hanya tapanuli bagian selatan yang didominasi oleh pemeluk islam. Yang terakhir sepertinya tidak akan mau bergabung dengan propinsi ini kelak. Selama ini meskipun banyak pejabat negara dan pengusaha nasional berasal dari Tapanuli, tidak mampu menembus birokrasi pemerintahan yang secara kasat mata terpisahkan oleh keyakinan ini. Itulah sebabnya Tapanuli Selatan tidak mau bergabung dalam rencana wilayah Provinsi Tapanuli ini, meskipun sama-sama Tapanuli. Hal ini dikarenakan dominasi pemeluk Islam di daerah Tapanuli Selatan yang lagi-lagi beranggapan jika bergabung dengan Propinsi Tapanuli yang mayoritas Kristen & katolik malah jadi daerah yang dimarginalkan nanti. Padahal sebenarnya kita tahu bahwa pembangunan di Tapanuli Selatan tidak jauh beda dengan daerah Tapanuli lainnya.

Saya bukannya mau mendikotomikan kedua keyakinan ini, namun saya kawatir sekali bila pembentukan propinsi ini hanya didasarkan alasan keyakinan ini saja, kedepan sangat rentan terhadap potensi konflik rasial. Euphoria pembentukan provinsi ini sebaiknya juga diimbangi dengan studi kelayakan yang tidak hanya dari factor ekonomi dan politik saja. Para elit daerah, dalam hal ini panitia pemekaran harus solid, dan keluar dari berbagai macam kepetingan dan pengaruh yang mencoba merasuki Tapanuli dengan konflik yang mengatasnamakan ras. Demikian juga apabila kelak propinsi ini berdiri para elit jangan sampai terlena dengan keberhasilan pendirian protap ini, justru daerah baru masih belum memiliki jati diri yang kokoh, gampang diombang-ambingkan dengan segala macam kepentingan, sehingga sangat retan dengan berbagai konflik. Pun dengan semua tokoh yang berasal dari Tapanuli, marilah peduli dengan rencana pembentukan propinsi ini, dengan sumbangan saran dan pemikiran. Bukan masalah setuju atau tidak setujunya, tapi mari kita gali proses pembentukan Protap ini dari segala disiplin ilmu, sehingga kelak propinsi ini menjadi propinsi yang tangguh dengan perencanaan yang matang. 

  1. Selvi
    November 15, 2007 pukul 4:32 am

    Benar, hanya bagi2 kue saja. tunjukkan dong kalau ini benar-benar kemauan rakyat. jangan sampai ada pertikaian lagi di bumi Indonesia ini. saya cinta perdamaian. pertikaian hanya akan menyebabkan kegelisahan dan ketidak tentraman saja.

  2. harryas
    November 15, 2007 pukul 4:44 am

    setuju mbak selvi

  3. November 22, 2007 pukul 5:21 am

    Dalam berbagai kesempatan melalui berbagai website, saya menyatakan bahwa pembentukan Propinsi Tapanuli jauh lebih banyak ruginya dari pada untungnya. Bung Harry melihat dari potensi konflik.

    Saya melihanya dari segi pelayanan masyarakat yang diberikan oleh pemerintah. Nyaris tidak ada pelayanan masyarakat yang diberikan oleh Pemerintah Propinsi. Dalam Undang-undang yang menjadi pelayanan masyarakat adalah Kabupaten dan Kota. Jadi tidak akan ada manfaatnya bagi rakyat.

    DAri segi keuangan negara, itu hanya menghambur-hamburkan uang untuk belanja pegawai dan pembangunan kantor propinsi. Kalau mau obyektif mengkaji masalah ini mintalah lembaga independen mengkaji, saya yakin Pembentukan propinsi tidak akan memeratakan pembangunan. Itu tidak benar. Apa buktinya, bagaimana kalkulasinya.

    Dan yang lebih parah, itu hanya ambisi sekelompok orang yang ingin menjabat Gubernur. Lalu mengatasnamakan kepentingan masyarakat.

  4. Eduard
    Desember 10, 2007 pukul 1:46 am

    Yang dapat kita lakukan sekarang adalah berdoa agar nantinya pembentukan provinsi ini tidak menimbulkan konflik yang berbau SARA. Kita perlu optimis dengan terbentuknya provinsi ini nantinya, kita berharap Tapanuli bisa menjadi provinsi yang maju dengan didukung SDM yang berkualitas. Dengan kondisi saat ini memang sangat berat daerah2 Tapanuli untuk maju, karena ketimpangan pembangunan tadi.Pemprovsu seakan2 “lupa” kalau mereka punya daerah di tapanuli. Padahal Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusianya sangat mumpuni.Nah kalau nanti keuangan provinsi dikelola oleh orang2 Tapanuli sendiri, harapannya pembangunan akan bisa dilaksanakan dengan merata di seluruh daerah tapanuli dan bisa meninggalkan ketertinggalannya dibandingkan daerah2 lain di sumatera utara.Mari kita sama2 berdoa agar pembentukan provinsi ini jangan ditunggangi oleh orang2 yang haus kekuasaan dan hanya memikirkan diri sendiri. Kalau lah Tuhan ijinkan provinsi ini berdiri, semoga nanti yang duduk di kursi kepemimpinan dan birokrasinya adalah orang2 yang berkualitas, dan yang pasti takut akan Tuhan.

  5. April 2, 2008 pukul 3:55 am

    Keyakinan dari awal bhw Propinsi Tapanuli pasti terbentuk sudah terasa. Memang banyak intrik yang muncul, terlebih krn faktor religius di tapanuli, orang-orang yg tidak se-iman dg mayoritas masyarakat Propinsi Tapanuli nantinya pasti akan berjuang supaya pembentukan propinsi ini gagal. Namun, kiranya sikap dan sifat seperti harusnya kita jauhi kalau kita mau maju dan berkembang. Biarlah terwujud Propinsi Tapanuli, untuk kemajuan rakyat.
    Saya juga mendukung pembentukan Propinsi Nias atau Propinsi Serdang Langkat atau Propinsi Sumatera Timur, bila semua itu memang keinginan masyarakat banyak. Amin.

  6. Juli 18, 2008 pukul 12:18 pm

    Pembentukan “propinsi tapanuli” akan mengancam eksistensi Danau Toba sebagai suatu kawasan terpadu dan terintegrasi. Dari aspek tata ruang dan pengembangan wilayah, jelas bahwa “kawasan danau toba” harus menjadi satu kesatuan wilayah pengembangan. Pemekaran propinsi sumut menjadi beberapa bagian (propinsi baru) seyogianya tidak menjadikan “danau toba” terpecah belah oleh berbagai kepentingan, sehingga menjadi “potensi konflik” dikemudian hari. Danau Toba juga sudah saatnya lepas dari Medan (SUMUT) karena selama ini tidak mampu dikembangkan, padahal “danau toba” memiliki berbagai potensi sumberdaya alam dan energi terbesar (5 besar dunia), selain potensi wisata tentu. Maka, “Propinsi Danau Toba” jauh lebih proporsional dibandingkan dengan “Propinsi Tapanuli”. Dari aspek historis & sosiologis “propinsi danau toba” lebih layak dari pada “eks keresidenan tapanuli”. HORAS !!!

  7. Ferdinand de Lessep
    Oktober 15, 2008 pukul 10:47 pm

    Dari saya pertama sekali baca komentas togar silaban saya tidak pernah setuju dengan pendapat anda, selalu pesimis. ingat sekali lagi diberbagai web saya katakan kepada anda
    1. Orang batak adalah orang yang ber akal, Harus mampu membalikkan keadaan, dan mampu membangun diri sendiri, sehingga tidak selalu di pecah belah orang lain dengan mengatakan orang batak tidak bisa bersatu
    2. Albert Einstein berkata Orang kalau mau jadi pintar harus punya impian baru kita bisa menjabarkan semuanya, Jadi itu semua adalah IMPIAN ORANG batak, jangan salahkan ORANG BATAK bermimpi
    3. Banyak orang lain akan menertawakan orang batak jika Provinsi Tapanuli tidak jadi, BERARTI BERHASILLAH RENCANA MEREKA MENGHANCURKAN ORANG BATAK.
    4. Lae Togar Silaban saya ragukan ke Batakan anda, anda yang selalu berfikir rasional, atau memang anda bukan orang batak.
    5. Kalau tinggal di Indonesia segala sesuatu tidak bisa dilepaskan dari SARA, kalau tidak ada provinsi Tapanuli, maka……….anda jawab sendiri kekosongan ini.

  8. martin
    Oktober 16, 2008 pukul 8:42 pm

    jangan diumbar aja lae. kalau mau biar kita jadikan. doa dan semangat seluruh rakyat batak bisa jadikan provinsi tapanuli dalam tempo 2 tahun ke depan. dengan terpilihnya pak syamsul sudah menjadi sign bagi kita un tuk segera bergerak bukan berbicara.

  9. martin
    Oktober 16, 2008 pukul 8:44 pm

    ndak ada itu konflik2. gua hidup di padang aja bisa aman2 aja. masak orang padang di tapanuli ndak aman. jangan terlalu disangkut-sangkutkan agama dengan budaya. cemananya? agama vertikal budaya horizontal.

  10. martin
    Oktober 16, 2008 pukul 8:50 pm

    mantap bang ferdinand, kapan kita bergerak? kita gebrak aja dulu sekali biar turun semua, ruhut sitompul,simbolon anggota dpr,sabam sirait,panda nababan, kalau ndak turun orang itu berarti dah jadi halak jawalah orang itu.

  11. Ferdinand de Lessep
    Oktober 16, 2008 pukul 9:54 pm

    Saya sebagai orang batak perlu was-was di indonesia ini, kalau lae togar silaban berkata kita harus berfikiran rasional, maka saat ini sudah banyak orang yang tidak berfikiran rasional, jadi kita juga harus membaca pergerakan dan arah negara dan bangsa ini kedepan.
    1.Jika tetap dengan Provinsi SUMUT maka jika dilaksanakan refredum pelaksanaanSyariat Islam otomatis SUMUT menjadi basisnya, bisa dilihat dengan pemilihan GUBSU terakhir
    2.Segala sesuatunya kalau masih tinggal di Indonesia tidak dapat lepas dari politik dan kepentingan baik agama, suku dan ras , sekarang sudah jarang orang batak yang jadi petinggi (mentri dan panglima tidak ada) dan mulai terpinggirkan
    3. Sebagai manusia yang ber AKAL orang batak harus mampu berdiri sendiri dan lepas dari kebiasaan buruk dan maju, atau mungkin lae togar silaban bukan ORANG BATAK yang mau orang batak menjadi pecundang di tanahnya sendiri. Dan batak harus mampu membuktikan itu, ATAU kita hanya mau di doktrin ORANG BATAK TAK BISA BERSATU, dan yang lain segala kejelekan orang batak, sehingga KITA MENJADI BATAK PECUNDANG
    4.Belajar dari ACEH, mereka melawan dengan tidak menggunakan PIKIRAN RASIONAL, jika mereka melawan dengan pikiran rasional (seperti pendapat lae togar silaban) maka selama-lamanya lah orang aceh jadi PECUNDANG. Bertahun-tahun aceh menjadi sapih perahan pemerintah pusat dengan membuat transmigrasi (menjawakan aceh, dan di Sumut sudah berhasil jawa 40 %) dan pembodohan rakyat aceh
    5.JADI ORANG BATAK HARUS BELAJAR DARI ACEH
    jadilah provinsi Tapanuli

  12. gultom
    Oktober 17, 2008 pukul 11:03 am

    Siapa bilang tapanuli subur dan kaya? bohong itu semua,, lihat aja sepanjang jalan dari prapat ke pahae, kalau tapanuli subur dan kaya ngapain orang batak pada merantau, termasuk orang tua saya.
    kalau alasan ketimpangan pembangunan dijadikan alasan untuk membentuk propinsi baru saya sangat sangat tidak setuju,karena bukan itu solusinya
    saya malah lebih setuju jargon mantan Gubsu Alm Raja Inal Siregar tentang Marsipature Huta Nabe menurut saya itu salah satu alternatif jalan untuk mempercepat pembangungan di tapanuli apabila dilaksanakan dengan sunguh2 oleh orang batak ditapanuli dan diperantauan
    banyak daerah2 dan propinsi lain yang belajar dari SUMUT karena masyarakatnya yang heterogen tapi tetap aman dan kerukunan umat beragama tetap berjalan baik dan ini merupakan kebanggaan kita bersama
    jangan karena terpilihnya gubernur sumut yang nota bene bukan orang batak lantas dijadikan alasan pembenar bahwa propinsi tapanuli sudah mendesak untuk dibentuk dan merasa orang batak termarjinalkan di tanah sendiri
    pembentukan propinsi baru butuh banyak biaya yang akhirnya dibebankan kepada rakyat,tetapi tidak bisa menjamin kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya, berapa banyak DAU dan DAK yang harus ditanggung APBN kita alangkah baiknya kalau dana APBN itu dilobi untuk disisihkan untuk pembangunan tapanuli kedepan.
    pembentukan propinsi tapanuli cenderung membuat masyarakat batak menjadi homogen sedangkan kita semua tau orang batak sangat mudah bergaul dan mudah diterima masyarakat lain

  13. Ferdinand de Lessep
    Oktober 19, 2008 pukul 9:15 am

    Siapa yang bilang arab dan gurun sahara subur? Gurunpun bisa di sulap menjadi pertanian yang bagus, banyak teknologi yang digunakan untuk meningkatkan pertanian, kehutanan. Siapa bilang singapura itu kaya?? hanya sebesar Pulau samosir mampu dikelola sebagai kota ter canggih di dunia. Saya sebagai orang batak punya banyak ide dan terobosan untuk itu, nanti akan saya berikan kepada Gubernur Protap. Saya belajar dari petani di Dairi, dulu didaerah PARBULUAN daerah yang sangat KERING dan Tandus, bahkan bertahun-tahun tanahnya tidak dikelola. Tetapi datang seorang pengusaha asal singapura, dia berhasil mengembangkan lahan tidur yang kering menjadi lahan yang subur, Sekarang Parbuluan menjadi Penghasil Kentang dan BUnga kol, dan di eksport ke singapura. Dulu mitos Jeruk dari tanah Karo tetapi anda jangan salah, jeruk Medan yang anda makan itu sudah berasal dari Sidikalang. Walaupun saya bukan soerang ahli Botani tetapi saya bisa dan punya trik untuk meningkatkan TANAH BATAK menjadi tanah subur dan menghasilkan .
    1. Jadi tidak ada alasan mengatakan daerah Tapanuli Tandus, Hanya untuk MENGECILKAN Perjuangan bangso Batak dan menghancurkan Bangso batak
    2. Salah satu doktrin BATAK TIDAK BISA BERSATU, TANAH BATAK TANDUS, SEGALA KEJELEKAN BATAK adalah salah satu cara-cara ORBA
    3. Saya Percaya, Volume otak orang batak sama dengan orang Singapura, kenapa kita tidak bisa?? Mengubah Samosir menjadi Singapore yang indah
    4. Memang dibutuhkan ETOS kerja seperti orang jepang, Bukan dengan kecerdasan, tetapi kerja keras untuk mewujudkan semua itu
    5. Seperti yang saya katakan diatas, Ompung Einstein mengajari kita bermimpi agar kita menjadi banso yang maju dan mampu bekerja lebih baik

    • parjuangan
      Juni 24, 2010 pukul 8:57 am

      saya juga menambahi bahwa tanah di sekitar tapanuli bukan tandus tapi bisa dijadikan tanah subur. Bukti kongkretnya, dulu gadong tidak tumbuh subur dan rasanyapun pahit. sekarang, sudah sangat enak, besar lagi. Alasan kedua bahwa jeruk sisordak di kecamatan parmonangan Tapanuli Utara, mampu menembus pasar luar tapanuli seperti jambi, pematang siantar, dll. jadi, tanah yang dikatatakan tandus itu dulu. Sekarang coba berkunjung ke tapanuli. buktikan!!!!

  14. Ferdinand de Lessep
    Oktober 19, 2008 pukul 9:35 am

    Saya belajar dari Taman Iman di Sidikalang, dahulu Bupati Dr.MP mentargetkan 50 juta setahun dari Taman Iman, sekarang mencapai 250 juta penghasilan dari taman iman, Saya Dulu pernah ke Penang berobat dengan ayah saya, alangkah Takjubnya saya puluhan milyard duit dibuang untuk biaya berobat ke penang, dan Hampir 90 persen orang batak, saya punya ide membuka RS di Tapanuli dangan dokter yang berpengalaman dari penang, atau menyekolahkan Putra-putra terbaik batak ke tempat mereka menimba ilmu, kenapa tidak? Aceh saja bisa meminta bantuan dari luar, saya yakin 1000 % LN akan memberikan bantuan kepada Protap, dengan mencari bantuan yang murni tanpa tetek-bengek. Saya salut kepada Sihar Sitorus, dia mampu menggelontorkan 20 Milyar Untuk PSMS medan, kenapa tidak mampu menngelontorkan duit untuk Bonapasogit.
    ada beberapa target yang harus di perbaiki
    1. Infra struktur P.samosir dan Danau Toba sehingga nanti dibuat suatu ikon di sana seperti Taman Iman Sidikalang yang sudah mendunia
    2. Kerjasama dengan LN untuk investasi pertanian dan parawisata atau bidang lain
    3. Mengadakan Beasiswa dan menyekolahkan Putra-putri terbaik di Tapanuli ke luar negri untuk nanti kembali membangun Tapanuli
    4. Etc

  15. Oktober 20, 2008 pukul 2:49 pm

    Terimakasih untuk tanggapan yang berapi-api dari angka dongan. Saya hanya ingin mengajak kita semua untuk berpijak pada fakta legal dan praktis rasional.

    Mari kita coba cermati dengan kepala dingin dan argumentasi yang benar. Jangan sampai konyol, menilai “keBatakan” seseorang dari ukuran pro atu kontra terhadap pembentukan propinsi Tapanuli.

    Bagi saya, tidak jadi masalah kalau ada orang meragukan keBatakan karena saya tidak sependapat dengan orang itu.

    Untuk itu saya menuliskan tanggapan yang agak panjang lebar di :

    http://taolobutala.wordpress.com/2008/10/20/sekali-lagi-tentang-pembentukan-propinsi-tapanuli-1/

    http://taolobutala.wordpress.com/2008/10/20/sekali-lagi-tentang-pembentukan-propinsi-tapanuli-2/

  16. M. Ridho
    November 30, 2008 pukul 5:12 pm

    Majulah masyarakat Sumatera Utara dan maju jugalah masyarakat Propinsi Tapanuli nantinya, meski saya non-Batak, namun kecintaan saya terhadap aspirasi masyarakat yg datang dari hati nurani, akan tetap saya dukung. Kalau kita mau maju, marilah mengisi pembangunan bangsa dan daerah tanpa kefanatikan agama, suku dan ras. Semua agama, suku dan ras mengajarkan kebaikan dalam bermasyarakat dan bernegara. Bila kita masih tetap memegang prinsip “kefanatikan yg berlebihan” maka BOM waktu itu akan meledak tanpa kita sadari, dan akhirnya mengorbankan persaudaraan berbangsa dan bernegara, marilah kita sadar, sesadar-sadarnya! Mari kita matikan “BOM waktu” itu.

  17. Desember 1, 2008 pukul 7:55 am

    sisi lain pembentukan provinsi :

    1. banyak proyek yang mencari keuntungan
    2. undang – undang yang tidak masuk akal / bertele – tele.
    3. “pengasingan” karakter dan budaya masyarakat yang terpecah oleh batas wilayah

  18. hery
    Januari 19, 2009 pukul 5:00 pm

    protap harus dapat terbentuk demi kelancaran pembangunan di Tapanuli, saya sebagai orang tapanuli sangat mengaharapkan propinsi baru tersebut terwujud demi kemajuan Tapanuli. lae terlalu pesimis dengan pendapat anda maka saya tidak setuju dengan itu. lihat dulu daerah keresidenan tapanuli apakah sudah sejajar dengan wilayah lain. bila kita lihat propinsi bangka belitung bisa kok lanjut pembangunannya, apalagi dengan orang bataknya yang bagus dan pintar. so lae, jangan buat wilayahmu tertinggal.

    Harry: Tulisan saya bukan perkara setuju atau tidak setuju lae, kalau ditanya pasti saya setuju, tulisan ini hanya mengungkit sisi lain dibalik pembentukan propinsi ini. semoga lae mengerti

  19. teguh 2009
    Februari 4, 2009 pukul 12:12 pm

    Hari ini 04 Febr 2009 berita kematian Ketua DPRD Sumut di mas media lokal.
    Saya tidak tahu apa mendiang pantas menerima kematian itu atau tidak. Pantas karena mendiang termasuk yang menjegal protap. Disebut tidak pantas apakah karena mendiang mungkin merupakan dijadikan bumper penolakan protap oleh konpirasi secara naional. sederhananya kejahatan umat islam terhadap umat kristen khususnya batak yg saat ini adalh api dalam sekam yang membesar di Indonesia..
    Yang saya tahu dan rasakan adalah, bahwa pengkhiatan kemajemukan khususnya agama sedang dan telah terjadi di Indonesia. isu propinsi nias dan ha ha ha ha ide propinsi sumatera tenggara dengan mulus bergulir tanpa halangan. SUMTENG mayortias islam. Nias masih bodoh dan dapat dipaksa masuk islam nantinya.
    Jika mendiang tidak termasuk yang menjegal protap maka saya turut berdukacita terhadap kematiannya. Jika mendiang termasuk yang menjegal protap. saya katakan selamat anda telah masuk neraka dan berjumpa dengan PENCIPTA semesta alam yang penuh keadilan dan kebenaran dan kekudusan dan kasih. Didalam islam poin ini tidak ada.

  20. edison
    Februari 4, 2009 pukul 5:11 pm

    akhirnya ada korban

  21. Februari 4, 2009 pukul 5:32 pm

    Simpel sekali…. PERONGRONGAN Dana Dekonsentrasi !!
    saya, menolak keras PEMBENTUKAN PROVINSI Tapanuli.

    Yang patut dilakukan oleh sang Pioneer Gerakan PROTAP adalah mengembangkan SDM ataupun SDA dengan memberikan dana secukupnya.. bilamana niatnya benar² TULUS membuat gerakan atas dasar Kepentingan Masyarakat !

  22. Februari 4, 2009 pukul 5:41 pm

    Pesan saya adalah :
    1. Tidak perlu berbicara teori-teori barat bilamana hati nurani tidak mampu berbicara,
    2. Tidak perlu berteriak paham-paham agama jika jiwa berbisik kemunafikan.

    Sekian dan terima kasih.
    Rubahlah status NKRI, menjadi Negara Maju !

  23. Februari 4, 2009 pukul 5:54 pm

    sebenarnya saya sangat sedih mendengar adanya ide pemekaran ini….
    saya, sebagai orang yang pernah bersekolah di salah satu SMA di tapteng merasa kecewa….
    saya merasa memiliki hubungan yang sangat erat dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan sumut…..
    dan saya yakin….
    teman-teman saya sebagai anak perantauan yang pernah bersekolah di sana pun akan berpikiran sama………
    saya merasa apa yang sudah ada ini harus kita syukuri…
    kenapa kita harus membentuk prov baru….

    padahal saya sudah membangga-banggakan prov SUMUT yang selalu bersatu dan tdk pernah terjadi masalah yang extrem…..
    jika ada diantara saudara2 yang mengatasnamakan pendirian protap untuk pembangunan oleh putra atau apalah….

    saya merasa pesimis(maaf…)
    karena banyak dr putra batak itu sendiri yang merantau ke pulau jawa dan tidak ingin kembali ke kampungnya lagii…..

    bahkan mereka lebih bangga jika tinggal di daerahnya di daerah perantauannya dibanding daerah sendiri…..
    dan secara kasat mata pun saya merasa protap belum mapan sebagai sebuah provinsi…….

    saya juga mau menanggapi tentang wilayah kerasidenan tapanuli…..
    sekarang ini kita telah merdeka sebagai INDONESIA………
    kenapa juga kita harus berpedoman pada wilayah yang dibagi oleh belanda sang PENJAJAH……

    saya merasa heran…..
    kenapa masalah gubernur pun dipermasalahkan…..
    memangnya apa yang salah dengan suku atau RAS seseorang….
    bukankah yang terpenting adalah bagaimana orang tersebut mampu membangun SUMUT……………..

    saya harap pembentukan protap ini tidak ada kaitannya dgn SARA……
    semoga………..

  24. Gamaliel Ben Israel
    Februari 4, 2009 pukul 10:27 pm

    Kepada Gemayel Paulus Aruan… kalau loe gak dukung loe gak usah ngemeng. dasar blo’on….

    SAYA, MENDUKUNG KUAT DAN KERAS PEMBENTUKAN PROPINSI TAPANULI. JIKA ADA YANG TIDAK SETUJU, LEBIH BAIK GO TO HELL …. KAYA SI ABDULL AZIZ ANGKAT, KETUA DPRD SUMUT ITU.

    BENAR BUNG TEGUH, ORANG KAYA SI ABDUL AZIZ ANGKAT UDAH DI NERAKA JAHANAM. SELAMAT DI DUNIA NERAKA JAHANAM hei ABDUL AZIZ ANGKAT, SEMOGA JIWAMU TERBAKAR HABIS…

    SEMOGA ORANG – ORANG YANG MENENTANG PEMBENTUKAN PROPINSI TAPANULI AKAN MENYUSUL SEPERTI SI ABDUL AZIZ ANGKAT, TUHAN AKAN SELALU MELINDUNGI UMATNYA DAN BANGSANYA.

    BANGSO BATAK IBARAT ISRAEL YANG DIPAKSA KELUAR DARI NEGERINYA SENDIRI SECARA HALUS DENGAN KEADAAN YANG MISKIN, SEDANGKAN bangsa PALESTINA (YAKNI MELAYU, PADANG-MINANG, KARO, SIMALUNGUN, MANDAILING, DAN DAIRI – PAKPAK) YANG ANTI BATAK AKAN MENGUASAI TANAH LELUHUR BANGSO BATAK.

    LELUHUR KITA, SI RAJA BATAK TELAH SUSAH PAYAH MENCARI TEMPAT BAGI KETURUNANNYA, YAKNI KITA. MASAK KITA RELA, NEGERI KITA DIREBUT AME KETURUNAN KUNYUK ….

    KITA HARUS DUKUNG PEMBENTUKAN PROPINSI TAPANULI, HIDUP BANGSO BATAK, MAJU …….

    HORAS

  25. afwan ridho
    Februari 5, 2009 pukul 12:15 am

    Protap di bentuk ga apa2… Islam akan semakin jaya di SumUt dan sekitarnya, karena kristen semakin terkotak. Kristen memang hanya untuk kelompok tertentu saja, sedangkan Islam adalah Rahmat bagi seluruh alam. Salam buat Bang Ferdinand dan Bang Teguh, sebentar lagi Khilafah Islamiyah akan tegak, berawal dari Indonesia…

  26. afwan ridho
    Februari 5, 2009 pukul 12:22 am

    Sepakat sama Bang Gamaliel ben Israel. Batak balik aja ke tanah leluhurnya. kalo perlu dirikan aja negara batak sekalian. enak aja bangsa lain dibilang ngusir batak… bukannya batak yg mencoba menjajah sumut?? padahal sumut itu ga batak aja… batak hanya sebagian kecill… tapi untung aja batak gagal menguasai sumut…

    • erik
      Oktober 19, 2009 pukul 4:27 pm

      Jangan bilang agama anda adalah rahmat, yang ada kalian membawa kekacauan di indonesia (fakta) jadi jangan asal ngomong
      (yang saya tau, agama anda yang sering membuat teror di negara ini)
      jadi jangan bawa masalah agama, yang saya tau agama itu mengajarkan untuk menghormati agama lain.
      jadi mohon pelajari lagi agama anda dengan baik,siapa tau salah.

      Harry: Sepakat

  27. Februari 5, 2009 pukul 12:30 am

    Hai saudaraku, Gamaliel Ben Israel.

    Atas dasar apa anda menjustifikasi saya blo’on?
    Saya berani berhadapan langsung dan berdialog dengan INTELEKTUALIATAS yang saya punya. Maka alasan kepentingan agama tidak akan saya BAHAS, saya lebih tau dibandingkan anda bahwasannya KASIH mengalahkan segalanya.

    Prinsip OTDA silahkan anda membaca dan mempelajarinya didalam UU No 32 tahun 2004 tentang Pemda dan UU 33 tahun 2004 Keuangan Daerah. Dari situ anda bisa mengetahui cita² reformasi sebenarnya (Pelayanan Publik sudah tentu demi kepentingan Publik).

    Untuk pendapat yang anda jabarkan maka Coba anda melakukan penelitian ke Pemerintah Kabupaten/Kota yang akan diintegrasikan ke dalam ProTap dengan indikator Kualitas Kerja dan Kompetensi Kerja. Dari situ anda bisa memetakan kondisi PROTAP dikedepannya.

    Masih banyak cara lainnya dalam memberdayakan masyarakat, Para elite/pioneer pergerakan Protap/Protapteng diharuskan mempelajari PNPM-Mandiri yang kemudian diimplementasikan. Itupun kalo niat kalian (elite/pioneer) benar² atas dasar kepentingan masyarakat.

    Ok saudaraku.. pesan saya kali ini : “Permasalahan ini jangan dibawa kepada arus SARA”.
    Kalau mau offensive jangan sembunyiin identitas donk…!!

  28. Februari 5, 2009 pukul 1:02 am

    Saya juga pendukung KUAT provinsi Tapanuli punya saran :

    1. Istilah “Protap” jgn dipakai karena itu cara standar rejim agar kata “Provinsi Tapanuli” tidak sering didengar dan ditulis di media. karena belum tentu semua orang mengrti apa yang dimaksud dgn “Protap”

    2. mari bersatu untuk menghancurkan segala kekuatan yang menghalangi pembentukan “Provinsi Tapanuli”. saya yakin betul, kenapa “provinsi Tapanuli” di jegal, karena mereka Takut… Kristen akan Mayoritas nantinya. Jadi ini sudah masalah SARA…PERCAYALAH !!!!!

    3. Yang memulai masalah SARA di SUMUT adalah orang ISLAM sendiri… jadi mungkin ini saat-nya KITA LADENI mereka..

    4. buat para PEMIMPIN BATAK YANG KRISTEN… bertobatlah……….orang bodoh sekali pun tahu apa akar masalah penjegalan “Provinsi Tapanuli”,..jadi kenapa TIDAK MAU BERBICARA KERAS apakah rakyat BATAK harus bertindak KERAS dahulu ???? anda sudah lihat sendiri kan KORBAN-nya????

    5.sebelum tuntutan “Provinsi Tapanuli” berubah jadi keinginan pembentukan “BANGSO BATAK” sebaiknya semua pihak terkait dengan rela menyetujui pembentukan “Provinsi Tapanuli”.

    6.KAMI BANGSO BATAK Tidak ingin bikin ribut.. tapi kalau anda ingin ribut..kami siap kok?? anda jual kami beli. ujug-ujug kok malah Tapanuli Tenggara yang kelihatannya mau disetujui.. sementara Provinsi Tapanuli yang sudah 8 tahun dijegal disana-sini…emang kita ini ORANG BODOH????????????

    mauliate
    MARI BERSATU..semua BANGSO BATAK !

    mauliate

  29. Gamaliel Ben Israel
    Februari 5, 2009 pukul 2:04 am

    Surat Presiden Tentang Propinsi Tapanuli Diterbitkan

    Posted by Postinus Gulö on February 20, 2008

    Sumber: SIB, Rabu, 20 Februari 2008

    Jakarta (SIB)

    Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya menerbitkan Surat Presiden (Supres) tentang Rancangan Undang-Undang pembentukan Propinsi Tapanuli dan 14 kabupaten/kota lainnya. Presiden dalam suratnya bernomor R.04/Pres/02/2008 tertanggal 1 Februari 2008 menugaskan Menteri Dalam Negeri serta Menteri Hukum dan HAM baik sendiri-sendiri atau bersama-sama mewakili pemerintah melakukan pembahasan atas Rancangan Undang-Undang dimaksud.

    Surat Presiden tersebut diterbitkan menjawab surat DPR-RI nomor LG.01/9580/DPR-RI/2007 tanggal 10 Desember 2007 perihal RUU Pembentukan Propinsi Tapanuli dan RUU 14 Kabupaten/Kota.
    Hal ini dijelaskan Ketua Umum Panitia Pembentukan Propinsi Tapanuli Ir GM Chandra Panggabean yang didampingi anggota panitia Tahan Panggabean, Binsar Situmorang, Landen Marbun dan Gelmok Samosir usai diterima Wakil Ketua Komisi II DPR-RI Fachrudin, Selasa (19/2) di gedung MPR/DPR Jakarta.
    Ir GM Chandra Panggabean, mengutip pernyataan Fachrudin mengatakan, Komisi II DPR-RI bersama Pemerintah dalam hal ini Menteri Dalam Negeri telah menjadwalkan melakukan rapat kerja untuk membahas RUU pemekaran Propinsi Tapanuli dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi.
    “Kami telah merencanakan akan melakukan rapat kerja dengan Menteri Dalam Negeri untuk membahas hal ini secepatnya,” ujar Chandra mengutip pernyataan Fachruddin.
    Terbitnya Surat Presiden ini ditanggapi gembira oleh anggota DPR-RI Drh Johny Allen Marbun. Petinggi Partai Demokrat ini berjanji akan terus mendorong fraksinya di DPR untuk berjuang hingga terbentuk Propinsi Tapanuli.
    “Sudah menjadi tugas dan kewajiban saya untuk memperjuangkan Tapanuli menjadi satu propinsi,” ujar Johny Allen.
    Hal senada juga diungkapkan oleh anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Sumut Parlindungan Purba. Ia pun kembali menyatakan komitmennya akan tetap dan terus berjuang hingga terbentuk Propinsi Tapanuli.
    Telah diberitakan SIB sebelumnya, pengajuan usul DPR mengenai RUU pembentukan Provinsi Tapanuli diawali sidang paripurna DPR-RI tanggal 11 September 2007 yang mengamanatkan Komisi II DPR melakukan verifikasi.
    Setelah dilakukan verifikasi, kemudian komisi II DPR-RI menyampaikan hasil verifikasi tersebut ke pimpinan DPR sebagaimana tertuang dalam surat nomor PW.00/634/Kom. II/XI/2007 tanggal 21 November 2007. Dari hasil verifikasi ditemukan calon propinsi Tapanuli telah memenuhi syarat teknis administratif sebagaimana disyaratkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
    Dukungan terhadap pembentukan Propinsi Tapanuli ini sebelumnya juga datang dari DPD-RI. Pada tanggal 27 November 2007 Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melalui paripurna telah secara bulat menyetujui usul pembentukan Provinsi Tapanuli. Keputusan persetujuan ini diambil setelah sebelumnya tim dari DPD melakukan kajian dan peninjauan langsung ke wilayah yang akan bergabung dengan Provinsi Tapanuli.
    Jika kelak diundangkan, wilayah Provinsi Tapanuli dengan luas sekitar 2 juta ha dan jumlah penduduk 2,4 juta jiwa akan meliputi Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba Samosir, Samosir dan Nias Selatan. (Jos/o)

    http://mandrehe.wordpress.com/2008/02/20/surat-presiden-tentang-propinsi-tapanuli-diterbitkan/

  30. Februari 5, 2009 pukul 1:13 pm

    Bisa-bisa saja kita mengutarakan pendapat, tetapi alangkah baiknya jangan membawa-bawa sara dan etnis sangat berbahaya !!!, dalam kontek persatuan dan kesatuan berbangsa, tidak ada penganut agama yang rela keyakinannya diobok-obok, dan tidak ada pula suku bangsa yang mau sukunya dihina atau dideskritkan, kalau memang kita sadar sebagai bangsa Indonesia hindarilah hal-hal yang demikian hanya orang-orang munafik yang selalu menghebuskan nafas-nafas perpecahan, apa untungnya menuduh batak atau keristen itu orang kafir, tidak ada hak manusia menuduh seseorang itu kafir, apa kalian sudah bisa menjamin akan masuk surga?,kalau orang batak atau keristen itu yakin akan keyakinannya yah itu lah mereka, urusan dialah dengan Tuhanya, dan apa pula untung kalian menuduh Islam itu teroris, pembunuh dan macam-macam tudahan yang sangat sadis, apa kalian terus terjamin masuk surga atau anak kesayangan imperial-imperialis barat ?, hanya orang barat yang giat mendeskritkan Islam . Sadarlah kita semua satu bangsa satu bahasa dan satu tanah air seperti lagu DR. L.Manik. Generasi muda dalam keterbukaan Demokrasi di Indonesia harus mampu memampaatkan situasi membekali diri dalam regenerasi dan ingat kita berdemokrasi bukan berarti bebas mencaci maki. Hati-hati issue-issue akan lebih gencar berhembus dalam era kampanya, wahai orang batak tetap bersatu jangan terpancing dengan issue, layaknya gaya imperialis Belanda memecah balah bangsa indonesia . Terima kasih

  31. sholic
    Februari 5, 2009 pukul 2:02 pm

    Inna lillahi wa inna ilayhi rooji’un
    terbukti banyak darah yang tercecer..

  32. Februari 5, 2009 pukul 2:23 pm

    Apa yang kalian maksud Afan Ridho dan Bunbunan? Komentar kalaian tidak berbobot !!
    Atas dasar Bhinneka Tunggal Ika, saya siap MENENTANG siapapun yg berkeinginan memecah INTEGRITAS BANGSA !

    SYARAT PEMEKARAN DAERAH memang belum ada, tampaknya para elite² didaerah mencoba untuk meng-adop pengertian OTDA agar langkah dan pemikiran mereka berjalan mulus.

    Maka dari itu, demi kepentingan keutuhan NKRI saya berharap dan MENDESAK kepada Lembaga Legislatif agar segera membuat PANSUS PEMEKARAN ! Selanjutnya, Merumuskan Undang-undang tentang syarat Pemekaran.

    SEMOGA, Kasus PROTAP dan PROTAPTENG dijadikan contoh (terakhir,red) di era demokrasi yang menuju kepada NKRI NEGARA MAJU..!

  33. Februari 5, 2009 pukul 5:12 pm

    Propinsi Tapanuli wajib dibentuk,apa bedanya Tapanuli dengan bangka belitung,gorontalo,banten dll.? daerah-daerah ini sudah menjadi propinsi,hanya tapanuli yang belum,padahal tapanuli sudah 8thn yang lalu berjuang.
    Penduduk tapanuli lebih banyak dibandingkan bangka belitung,gorontalo.Luas daerah Tapanuli lebih lebar dibandingkan wil. bangka belitung dan gorontalo.

    Saya mau bertanya kepada lae-lae yang tidak mendukung pembentukan propinsi tapanuli,apa yang menjadi alasan DPRD SU untuk menunda/tdk memberikan rekomendasi pembentukan Propinsi Tapanuli ?
    Syarat apalagi yang belum terpenuhi ?
    -pelabuhan sudah ada
    -bandara sudah ada
    -daerah sangat luas ( 2.000.000 ha)
    -jumlah penduduk banyak.

    DPR-RI sudah menyetujui pembentukan Propinsi ini,dan tinggal meminta selembar surat rekomendasi dari DPRD SU agar keputusan ini sempurna.

    Wajar saja orang batak memiliki pemikiran bahwa surat rekomendasi ini sengaja tidak diberikan dikarenakan kekhawatiran orang-orang selatan atas kelahiran propinsi ini.
    Perlu diketahui,bahwa tapanuli sejak tahun 1960 menjadi peta kemiskinan di Indonesia.Lihat wil.Danau Toba dan sekitarnya.wilayah ini sangat potensial untuk dijadikan daerah parawisata,tapi apa yg dilakukan oleh PemprovSu ? Nothing!!!
    49tahun menunggu,tapi tetap dimarginalkan !! Tapanuli juga Indonesia,bung..
    jika propinsi Tapanuli terbentuk,maka akan ada bandara berskala international.sehingga turis2 ngk perlu terlalu lama ke danau toba ( dari polonia naik mobil ke danau toba dgn jalan yang membuat mual.maunya liburan malah sakit kepala,pening kepalanya muntah2 lagi siapa yang mau…)

    Untuk lae.. yang mengatakan bahwa pembentukan prop. tapanuli,hanya menghambur-hamburkan uang.adalah salah besar,apa salahnya jika tapanuli memiliki pelabuhan laut sekelas belawan? dimana sayur-mayur dari tapanuli dapat langsung dikapalkan dan diekspor ke luar tanpa harus masuk belawan terlebih dahulu,hal ini dapat mengurangi biaya transport dan menyebabkan petani lebih untung ? Apa salahnya jika di sibolga,tarutung dan siborong-borong ada hypermarket? apa anda takut,kalo anda pulang ke tapanuli tidak disanjung lagi dan tidak menyandang status sebagai “orang kota” lagi…
    Kenapa anda tidak setuju kalo pembangunan ada di tapanuli?
    Pembangunan kantor gubernur,kantor2 pemerintahan lainnya,infrastruktur sekelas propinsi kan membuat tapanuli bergeliat,dan menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi penduduk setempat.
    Perguruan tinggi disana akan naik kelas,sehingga putra-putra terbaik Batak tidak usah lagi merantau hanya untuk kuliah.Sehingga orang-orang tua di Tapanuli tidak usah lagi mengirim biaya kuliah keluar Tapanuli.(coba anda bayangkan,berapa banyak uang yang keluar dari tapanuli tiap bulannya hanya untuk uang bulanan pemuda/i Batak yang sekolah di luar Tapanuli ?coba kalau Tapanuli menjadi Propinsi,tentunya perputaran uang yang keluar Tapanuli menjadi lebih sedikit.)

    Tahun 1960,Tapanuli menjadi salah satu daerah termiskin di Indonesia dan sampai sekarang masih seperti itu-itu saja.40an tahun Tapanuli berada di Propinsi induk,apa salah jika Tapanuli ingin memisahkan diri dan ingin menikmati dana pembangunan dari pemerintah pusat dan akan membangun daerahnya untuk kepentingannya sendiri ?
    Satu hal yang pasti, Pemprov.SU akan merasa anggaran pembangunan dari pusat akan berkurang.
    Dan Pemprov. SU akan terbuka kedoknya bahwa selama ini mereka memang telah memarginalkan Tapanuli,jika Tapanuli menjadi Propinsi tersendiri dan mampu membangun daerahnya.

    TIDAK ADA YANG SALAH DENGAN PEMBENTUKAN PROPINSI TAPANULI.
    TAPANULI SAMA DENGAN BANTEN,GORONTALO,BANGKA BELITUNG !!!
    TAPANULI ADALAH BAGIAN DARI NKRI
    BANGKA BELITUNG ADALAH INDONESIA
    GORONTALO ADALAH INDONESIA
    TAPANULI JUGA INDONESIA
    MEREKA BISA..
    MENGAPA KAMI TIDAK BISA ???

    • TERRY
      Agustus 17, 2011 pukul 1:11 am

      Dengan comment yang anda tulis kan saya sungguh setuju..tapi
      seandainya bisa orang2 batak tapanuli bersatu sangat lah bagus.
      MAJU TERUS DUKUNG TAPANULI JADI PROPINSI..

  34. siregar
    Februari 6, 2009 pukul 5:42 am

    acem mana nya medan ni asik rusuh aja, ga da gunanya profinsi baru it cuma buat lahan baru bagi orang tertentu aja masyarakat biasa tetap ja jd seperti biasa jangan mau di kibuli ma calon2 tikus berdasi baru….mana buktinya ad profinsi baru trus rakyatnya di kasih gratis sekolah,berobat, atau tuntas kemiskinan malah banyak yang kaya yang dapat jabatan baru yang dulunya ga di pake dipusat sekarang cari daerah baru gt bulsittttt

  35. siregar
    Februari 6, 2009 pukul 5:50 am

    ulang songoni lae bubunan, kita sama batak emang harus bersatu tapi kan untungnya gd ma kita paling juga ma orang kaya ato orang yang sok alim di daerah kita ja yang duduk di kursi enak sedang kita yang biasa ini tetap ja dodos sawit ato keswah,,,,,jadi kita masyarakat biasa ga usah terlalu berhasrat x sampe brutal toh gd untung nya…….

  36. siregar
    Februari 6, 2009 pukul 6:02 am

    jangan gt lae ku semuanya ga boleh saling menjelekan sama lain,,,,, kita perlu kedamaian dinegara tercinta ini yang penting damai uang bisa dicari….siapa sih yang kebelet provinsi baru emang dapat apa dari yang baru it…. gapa2 sih tp jangan sampai kt ad permusuhan kt kan termasuk provinsi terdamai di indonesia….. klopun jd privinsi baru paling yang kaya yang dpat lahann ato yang pura2 jd alim karbetan….masyarakat biasa gdpt ap2 yakinlah..lebih baik kita cari semua siapa yang berjuang mati2an untuk buat provinsi baru it kt tangkat trus kita masukin goni lae abis klo jd pasti dia yang dapat lahan kita ga ……

    mauliate

  37. Parsaoran Hutabarat
    Februari 6, 2009 pukul 10:15 am

    Kita butuh daerah untuk menunjukkan potensi orang Batak yang sebenarnya, saya yakin orang-orang Batak akan membangun daerah Tapanuli dengan kwalitas intelektual yang mereka miliki dan saya yakin mereka juga punya kecerdasan emosi dan rohani. Kita jangan berburuk sangka dulu kita yakini bahwa pembentukan propinsi Tapanuli adalah niat baik. Jangan katakan tapanuli tandus walaupun demikian jika dikelola oleh orang cerdas pasti bisa berproduksi.Syaloom.

  38. manru
    Februari 6, 2009 pukul 11:21 am

    Sudah selayaknya Provinsi Tapanuli terbentuk dari dulu, namun sebenarnya yang membuat itu lama terwujud hanya karena orang batak itu sendiri.
    pemekaran daerah biasanya hanya untuk mencari jabatan…di daerah sendiri.
    Tapi karena banyak orang batak yang masih dipakai di hampir seluruh propvinsi di Indonesia ini sebagai pejabat sehingga kepedulian untuk menjadikan Tapanuli jadi provinsi tidak terlalu urgen.
    saya sangat mendukung terbentuknya provinsi Tapanuli …Lebih cepat lebih baik
    mari kita dukung dalam doa kiranya ini segera terwujud….
    BRAVO TAPANULI…. JAYA BONAPASOGIT….
    AKUPUN AKAN PULANG UNTUKMU…

  39. tengku awang
    Februari 6, 2009 pukul 2:17 pm

    Eh…jadikan aja Propinsi Tapanuli,
    terus semua orang Batak di pantai Timur harus balik semua ke situ..
    Sumatra Utara hanya buat Orang Melayu, Mandailing, Karo dan Simalungun!!!
    Sono…balik sono…bikin kotor Medan dan pantai timur aja loe!!!

    • siregar
      Oktober 19, 2009 pukul 3:55 pm

      Siapan pun anda dari kata2 anda saya yakin anda bukan orang terpelajar, jangan buat orang bisa menjengkal anda karena kata kata anda yang tak berbobot, saran saya robah pikiran anda. terima kasih.

  40. razaly harahap
    Februari 6, 2009 pukul 2:28 pm

    Pembentukan Provinsi Tapanuli?

    mulaharahap@gmail.com
    Pembentukan Provinsi Tapanuli?
    April 10th, 2007
    Oleh: Mula Harahap

    Saya tidak tahu sampai dimana batas wilayah dari apa yang akan dinamai Propinsi Tapanuli itu. Mungkin para “tokoh” pengagasnya berangan-angan bahwa batas wilayah tersebut masih sama dengan Keresidenan Tapanuli bentukan Pemerintah Hindia Belanda dahulu. Tapi saya sangsi kalau angan-angan tersebut akan bisa tercapai.

    Pada jaman penjajahan Belanda dahulu distrik Mandailing–yang mayoritas penduduknya beragama Islam–sebenarnya sudah enggan untuk bergabung dalam sebuah keresidenan yang bernama Keresidenan Batak, bersama saudara-saudaranya dari sub-etnis dan agama yang berbeda. Bahkan–karena alasan agama–mereka enggan disebut sub-etnis Batak, walau pun secara antropologi “traits”-nya memang demikian. Mereka lebih suka bergabung dalam Keresidenan Padang. Akhirnya, untuk melunakkan hati dan mengajak mereka agar mau bergabung, dipilihlah nama Tapanuli–yang berasal dari kata Tapian Na Uli–yaitu nama sebuah teluk di pantai Sibolga sebagai kompromi.

    Pemerintah Belanda memang masih punya “otot” untuk memaksa sebuah distrik bergabung ke dalam sebuah keresidenan seperti yang diuraikan di atas. Tapi di era demokratisasi dan desentralisasi ini, saya tidak tahu siapa lagi yang masih punya “otot”. Karena itu–saya membayangkan–untuk mewujudkan cita-cita sebuah propinsi yang bernama Tapanuli terpaksa harus dilakukan rembug dan tawar-menawar yang meletihkan. (Syukur-syukur tidak terjadi konflik fisik antar etnis).

    Jangan pula kita lupa bahwa saat ini kita hidup di sebuah era yang semakin kental diwarnai oleh sentimen agama dan etnis. Saya pikir Kabupaten Mandailing-Natal tak akan mau bergabung dalam propinsi tersebut. Karena alasan agama atau etnis, besar kemungkinan kabupaten/kotamadya berikut ini pun tak akan mau bergabung: Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Dairi, Kabupaten Pakpak Barat, Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kotamadya Padang Sidempuan.

    Ada pun Kabupaten Karo, Kabupaten Simalungun dan Kotamadya Pematang Siantar; sejak dahulu memang berada dalam Keresidenan Sumatera Timur. (Dan beberapa waktu yang lalu–kalau saya tak salah–”tokoh- tokoh” dari Kabupaten Karo, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Barat sudah menyatakan diri pula untuk bergabung dalam gerakan yang mengangan-angankan Propinsi Sumatera Timur).

    Jadi akan tersisalah Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Samosir, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kotamadya Sibolga–yang dihuni oleh mayoritas penduduk dari sub-etnis Batak Toba yang beragama Kristen–untuk bergabung dalam Propinsi Tapanuli.

    Lalu akan timbul pertanyaan: Apakah ada gunanya propinsi yang seperti itu? Wilayahnya tidak luas-luas amat, populasinya sangat homogen, dan relatif tidak memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang terlalu besar.

    Kalau karena statusnya setelah menjadi sebuah propinsi ia bisa mendapat total anggaran yang jauh lebih besar daripada total anggaran setiap kabupaten/kotmadya yang bergabung ke dalamnya (dan karenanya anggaran yang bisa dipergunakan untuk pembangunan/kesejahteraan rakyat menjadi lebih besar pula), maka saya sangsi kalau anggaran tersebut bisa mencapai tujuannya. Anggaran itu pasti akan habis hanya untuk membiayai aparatur propinsi yang baru tersebut.

    Memang, oleh politik dagang sapi dan akal-akalan di tingkat pusat (bukan karena proses demokrasi yang mencerminkan aspirasi rakyat di tingkat akar-rumput) boleh-boleh saja Propinsi Tapanuli itu memiliki batas wilayah yang hampir sama seperti pada masa penjajahan Belanda dahulu. Tapi peryalah, bahwa pemekaran yang “dipaksakan” akan menimbulkan banyak persoalan di kemudian hari. Propinsi ini hanya akan diwarnai oleh kericuhan agama dan etnis, seperti yang kini terjadi di Propinsi Sulawesi Barat.

    Karena itu, kalau saya boleh menganjurkan, lupakan sajalah mimpi tentang Propinsi Tapanuli (dan Propinsi Sumatera Timur) itu. Satu propinsi yang bernama Sumatera Utara, yang dihuni oleh berbagai agama, etnis dan sub-etnis adalah sebuah kekuatan yang dinamis dan progresif dalam upaya mensejahterakan rakyat. (Tentu saja kalau kita tahu mengelolanya dengan baik).

    Kepada para “tokoh” (terutama mereka yang sudah pensiun dan sudah menikmati buah kekuasaan semasa Pemerintahan Rezim Suharto, Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati), tapi masih saja terus ingin “bermain” dalam isyu pemekaran Propinsi Tapanuli dan Propinsi Sumatera Timur, saya ingin mengatakan: “Sudahlah, Bapak. Istirahatlah. Pergilah bermain-main dengan cucu. Dan lakukanlah hal yang baik-baik saja bagi Sumatera Utara khususnya, dan Tapanuli umumnya….”

    Peningkatan kesejahteraan rakyat ditentukan oleh kemauan dan kemampuan para bupati dan anggota DPRD di setiap kabupaten/kotamadya dalam mengelola wilayahnya. Peningkatan kesejahteraan rakyat bukan ditentukan oleh pemekaran propinsi[.]

    http://mulaharahap.wordpress.com/2007/04/10/pembentukan-provinsi-tapanuli/

  41. leofoldbutarbutar
    Februari 6, 2009 pukul 4:01 pm

    Walaupun perjuangan yang sangat berat propinsi tapanuli harus terbentuk lae

  42. Februari 8, 2009 pukul 12:10 pm

    Oooaaalah… wong propinsi jadi pecah, lebih kecil, kog disebut mekar??
    dasar bdak negrti bahasa…. ini sich cuma mau ngabisin duit rakyat…. mbayari lebih banyak pegawai dan pengeluaran rutin lain……

    • erik
      Oktober 19, 2009 pukul 4:02 pm

      nama loe aja xxxxxx,pantas otak loe kayaK xxxxxx..
      selama ini medan aja yang berkembang…Protap harus berdiri.
      yang penting bukan duit loe yang habis, ASU.
      HIDUP PROTAP….

  43. JuaraTua
    Februari 8, 2009 pukul 11:19 pm

    Sebenarnya kalau ingin mengetahui aspirasi rakyat yang terkait dalam pembentukan Protap ini ya turun langsung kedaerah bersangkutan dan cermati pernyataan mereka. Saya sendiri selaku putra Sibolga tidak menentang pembentukan Propinsi Tapanuli tetapi tidak dengan menyeret Sibolga masuk kedalam wahana tersebut. Hal ini didasari alasan-alasan sbb:
    1. Penyeretan Sibolga utk bergabung dengan ProTap hanyalah utk memenuhi kuota minimal persyaratan terbentuknya propinsi baru, jadi bukan untuk kepentingan masyarakat Sibolga sendiri.
    2. Aspirasi yang membawa Sibolga bergabung kedalam ProTap bukanlah berasal dari rakyat Sibolga, melainkan dari segelintir pejabat daerah Sibolga dan yang berkepentingan.
    3. Rakyat Sibolga melalui wakil-wakilnya yang duduk di DPRD Sibolga, telah menyatakan menolak untuk bergabung dengan ProTap.
    4. Dan alasan-alasan lain.
    Mungkin ini pendapat saya pribadi yang tidak terlepas dari unsur subjektif, tetapi utk lebih jelasnya silahkan turun dan rasakan amarah rakyat Sibolga apabila ditanya tentang pemaksaan bergabungnya Sibolga kedalam Propinsi Tapanuli. Horas.

  44. Thy
    Februari 9, 2009 pukul 8:10 am

    Hidup perjuangan Prop Tapanuli! Masalahnya sekarang kan, mereka sudah mengantongi surat persetujuan dari DPR RI dan Presiden dan bahkan Gubsu jg kabarnya telah menyatakan persetujuannya atas pemekaran ProTap. Nah, kok DPRD SU menghalang2in? Ada apa dengan DPRD SU? Cekk….cekk….

  45. E.N. Thomas
    Februari 9, 2009 pukul 3:03 pm

    Dalam mewujudkan demokrasi salah satu jalannya adalah desentralisasi kekuasaan. Bentuknya adalah otonomi daerah. Banyak dari kita berpikiran negatif bahwa otonomi daerah (pembentukan provinsi dan kabupaten baru) hanya ajang bagi-bagi kue dan konflik saja. Elit politik akan diuntungkan dan masyarakat akan larut dalm konflik. Permasalahannya sebenarnya bukan terletak pada “bagi-bagi kue dan konflik” akan tetapi bagaimana desentralisasi keuasaan itu tidak hanya terkonsentrasi pada elit yang ada di provinsi dan kabupaten saja. Selama ini power terkonsentrasi pada segelintir elit saja sehingga welfare sulit tercapai. Sangat diperlukan fragmentasi elit agar kekuasaan itu terbagi. Konsekuensinya memang akan terjadi perdebatan politis yang sengit. Hal ini memiliki sisi positif karena memungkinkan lahirnya beberapa “dirijen” pembangunan.
    Pemekaran sangat diperlukan karena mendekatkan masyarakat pada power, pelayanan dan pemerintah. Jika masyarakat telah memiliki power maka akan dapat memaksa pemerintah untuk lebih responsif.

  46. joneldi
    Februari 9, 2009 pukul 4:37 pm

    ketakutan yang berlebihan datang dari Dprd Sumut karena: Putera/i daerah Non Porotap pada umumnya tak sepintar dan seulet Putera/i Protap mereka melihat apabila Protap terbentuk mereka tak kuat melihat kemajuannya dimasa yang akan datang..alias dirasuki dengki..bayangin aja gak ada lagi ini medan bung..orang mereka penakut semua

  47. mfaqihtrg
    Februari 9, 2009 pukul 4:43 pm

    Bukan orang batak namanya kalau tak banyak taktik. Semua orang tahu begitu sulitnya mencari pekerjaan di sumut. Dan pekerjaan apapun bisa dimakelarkan disana. Untuk menjadi pembersih WC pun anda harus bayar uang sogok.
    Saya tak heran jika mendengar dari beberapa warga disana yang belum apa2 sudah di iming-imingi sebagai pegawai negeri dlsbnya jika protap berdiri.
    Para elt batak tak peduli apakah daerah itu maju atau tidak nantinya. Yang penting berapa keuntungan yang bisa diambil.
    Jadi tak usah banyak omonglah. Anda bisa bilang prov. Babel, Gorontalo, dlsbnya karena perlu dicatat kultur dan sense of belonging mereka jauh lebih baik dengan kita yang batak. Orang batak di sumut itu seperti iklan “jeruk makan jeruk”. Tak ada yang mau dia beri kalau tak ada imbalan/maksud. Bahkan saudaranya sendiripun bisa di “makannya”.
    Kalau gak percaya tinggal saja disana beberapa bulan. Anda pasti akan bisa membuktikannya.

  48. syariffuddin hutabarat
    Februari 10, 2009 pukul 3:48 pm

    Horas…
    persatukan orang batak dengan budaya batak,baik batak toba,karo,simalungun,pakpak,dairi dan lainnya jangan dengan budaya orang lain atau agama !!!
    Orang batak bisa mendirikan sebuah negara karena simbol-simbol negara seperti bendera,tatanan hukum,wilayah sudah ada sejak Raja Sisingamangaraja dan orang jaman dulu sudah menyebutnya dengan bangso (bangsa) batak dan itu merupakan fakta sejarah.Karena satu nasib selama penjajahan belanda dengan wilayah yang lain di nusantara sekarang indonesia,para pejuang bangsa khususnya orang
    batak mau bergabung dengan proklamator bung Karno dan Hatta.Dalam perjalanannya masa Sukarno adanya ketimpangan pembangunan timbullah pemberontakan PRRI / PERMESTA,dalam masa orde baru pemberontakan tidak ada tapi pembangunan tidak sehebat di pulau jawa,masa reformasi sudah ada perobahan sedikit dengan pemekaran kabupaten. Yang banyak di sangsikan orang-orang yang bermukim di luar sumut khususnya di tapanuli mampukah atau sanggupkah orang batak secara sumber daya manusia??? dari hasil penelitian banyak orang batak yang pintar tinggal bagaimana mengatur dan memberdayakan (umumnya orang batak sulit di atur ).
    Dari sumber daya alam sanggupkah menghidupi ??? sawah -sawah yang menghampar,danau toba,tambang batubara di siborong-borong dan dolok sanggul,tinggal bagaimana mengelola dan mengembangkan.
    Dari segi pengalaman aparatur itu tinggal bagaimana belajar dari propinsi yang sudah ada.
    Letak permasalahannya di mana???
    Kerusuhan demo di DRPD Sumut adalah efek negatif dari demonstrasi,pertanyaanya kenapa orang sampai beringas di luar batas kewajaran??? apakag ada yang salah dengan polisi dan intelijen polisi sehingga tidak bisa mengantisifasi demonstrasi anarkis.
    Hukum orang yang berbuat anarkis tapi jangan melupakan subtansi pembentukan propinsi tapanuli.Buat rekan -rekan yang tinggal di bonapasogit (kampung halaman) buatlah berupa dokumen foto atau film fakta-fakta ketertinggalan pembangunan di tapanuli untuk di muat di website lae mula harahab untuk sebagai bahan pembanding dengan daerah lain,karena banyak orang yang di perantauan tidak tau apa yang sebenarnya terjadi di bonapasogit,setelah itu orang akan melihat kebenaran atau kebohongan,karena alasan utama pemekaran propinsi tapanuli adalah ketertinggalan pembangunan.
    Salah satu contoh untuk ngurus pensiun guru di tarutung harus ke pematang siantar,coba bayangkan waktu yang di tempuh 4 – 5 jam sekali jalan ,berapa ongkos yang dibutuhkan sementara uang pensiun tidak seberapa, anda bisa membayangkan!!!
    Dengan luas wilayah propinsi sumatra utara apakah merata dalam anggaran pembangunan yang jumlahnya sedikit,tidak lebih efektifkah dengan luas wialayah yang sempit dengan anggaran yang sedikit untuk biaya pembangunan sarana dan prasarana dengan catatan TIDAK DI KORUPSI ???
    Untuk orang – orang tapanuli yang pintar dan kaya di perantauan pedulilah akan kampung halaman semboyan mantan gubernur sumut “masi pature hutanabe”
    HORAS TANO BATAK

  49. Sahat Sihombing
    Februari 10, 2009 pukul 5:28 pm

    Saudaraku yang terkasih khususnya warga Tapanuli,
    Kita jangan terlalu gampang/mudah termakan hasutan dari orang-s yg punya kepentingan pribadi yang notabene utk mengejar falsafah Batak ” Hamoraon, Hagabeon, dan HASANGAPON”. Dimana utk mengejar falsafah yg terakhir mereka menghalalkan segala cara.

    Saya ini awam dalam hukum ketatanegaraan, Undang-Undang Otonomi daerah, dll. Sebagai seorang awam saya berpendapat, kenapa…. pemekaran kabupaten di Tapanuli dan sekitarnya yg sudah berjalan, itu dulu dibenahi (kab. Samosir ibukotanya Pangururan, Kab. Tobasa ibukotanya Balige, Kab. Humbang Hasundutan Ibukota Doloksanggul).” I NA ADONG, I MA DIPARHANALOMPON”
    Akhir Tahon 2008 lalu saya pulang ke Bona PAsogit (note. Hutaku di Sipultak , Siborong-borong). singgah ke Dolok Sanggul terus ke Tele dan jalan ke Samosir. dan sempat singgah tu hutani hula-hulai PARSOBURAN.
    Dari Perjalanan saya pulang tsb, saya melihat 3 kabupaten yg telah dimekarkan tsb BELUM ada yg signifikan pembangunan disana yg berdampak positif terhadap masyarakat setempat( Masyarakat Tapanuli).
    Yang ada adalah kantor Bupati yang sangat megah.

    Jadi sekali lagi, kita rasional sajalah dan mendukung pemekaran 3 kabupaten itu saja dulu dibenahi.
    Sekalai lagi “I NA ADONG, I MA DIPARHANALOMPON”

  50. dino
    Februari 10, 2009 pukul 10:10 pm

    pembentukan sebuah wilayah dalam demokrasi adalah wajar dan itu merupakan instrumen dari tidak berfungsinya wakil rakyat yang ada di DPRD harusnya sumatra melihat kembali sejarah bangsa dimana ada 1 provinsi yang dibentuk berdasarkan undang undang darurat propinsi itu adalah kalimantan tengah yang dipelopori oleh GMTPS.

  51. Februari 12, 2009 pukul 8:32 pm

    propinsi tapanuli………..????
    wajarlah dimekarkan tapi sesuai dengan prosedurlah.kalaupun ada konflik itu wajar di dalam alam demokrasi.karena memiliki banyak perbedaan.

    NAH permasalahannya konflik terjadi karena:
    apabila kesombongan/jual mahal dan kebodohan/jual murah tidak bersatu.tapi sebenarnya semua itu adalah 0 alias dikalikan 0.

    kalau pun hal-hal itu terjadi mari kita berpikir dan bersikap sama dengan 0.
    artinnya kita serahkan kepada tuhan semuanya.dimana kita manusia jangan berlandaskan sesuai dengan pemikiran kita tapi berlandaka dengan kitab-kitab kepercayaan kita kepada tuhan yang maha kuassa.agar semuanya dapat diluruskan.
    Nah sekarang perjuangan belum berakhir artinya mari kita serahkan semuanya kepada tuhan yang maha kuasa.

  52. twocee
    Februari 13, 2009 pukul 10:07 am

    demokrasi kok anarkis ya? awalnya aja nggak baik gimana kalo udah jadi.ntar kalo protap udah jadi isinya ntar para ..maaf preman gitu. atau apa emang orang yang mau jadiin protap didominasi oleh orang yang gitu ya.atau juga yang anarkis itu(para pendemo yang kata nya “dibayar” itu )udah dijanjikan jabatan tertentu kali ya?…moga2 dengan adanya kasus diatas menjadi pelajaran bagi kita semua…

  53. Mesak Aleksaner Untung
    Februari 14, 2009 pukul 7:31 am

    Saya bukan orang batak yang tidak bersinggungan secara langsung dengan kepentingan pembentukan provinsi Tapanuli.
    Kita memang amat berduka atas meninggalnya Ketua DPRD Sumatera Utara. Ini merupakan pembelajaran demokrasi yang amat mahal. Saya amat memahami mendukung kerinduan saudara-saudara di sana yang ingin mendirikan protap jika memang esensi tujuannya adalah untuk memajukan dan mensejahterakan rakyat. Namun menurut saya apakah pembentukan protap itu menjadi alat satu-satunya untuk mensejahterakan rakyat. Aku berpikir alangkah lebih dahsyatnya untuk kesejahteraan rakyat kita usung semangat Marsipature Hutanabe lebih kuat sehingga kesejahteraan rakyat benar-benar dapat dirasakan.

    Mauliate, Jahoba mamasu-masu

  54. Roland sibutar-butar
    Februari 14, 2009 pukul 10:15 pm

    I like this

  55. Ko Golenk
    Februari 14, 2009 pukul 10:16 pm

    I like Batak Girlss, ouch… yeah

  56. Ko Golenk
    Februari 14, 2009 pukul 10:18 pm

    Batak Girlss Yeach…good yeach

  57. Ko Golenk
    Februari 15, 2009 pukul 12:03 am

    Batak Girlss yeah..ouchhh… yeah…, Ko doyan bgt

  58. risman simanjorang
    Februari 16, 2009 pukul 12:57 pm

    yang perlu dipikirkan adalah “apakah masyarakat suda sanggup menerima perubahan ini? dan apakah persyaratan untuk menjadi provinsi sudah terpenuhi?

    kalau hal di atas sudah terjawaqb dengan dengan baik maka kita bisa ambil kesimpulannya
    ]
    trimakasi

  59. cana
    Februari 17, 2009 pukul 11:39 am

    mari jadikan Indonesia rumah damai bagi seluruh anak bangsa. jangan menambah sekat-sekat perbedaan di antara kita. Indonesia tanah air bagi semua suku dan agama. cauvinistis merupakan awal dari kehancuran kita.

  60. el
    Februari 20, 2009 pukul 12:16 pm

    sangat disayangkan apabila pembentukan propinsi tapanuli dikaitkan dengan agama tertentu, saya rasa itu tdk benar. lihat saja tapanuli selatan yg mayoritas islam diajak bergabung oleh daerah tapanuli lain. kalo pembentukan propinsi tapanuli berdasarkan agama kristen, maka sudah pasti tapanuli selatan tdk diajak bergabung. kenapa msh saja ada pihak yg melontarkan isu sara? padahal pemekaran di maluku yakni maluku utara yg sudah jelas berdasarkan pengelompokan agama islam tdk pernah disinggung2. ada apa dg bangsa ini? aspirasi pemekaran tapanuli ini sudah berlangsung lama, kenapa pemekaran di wilayah lain begitu cepat seperti maluku utara yg didukung kelompok islam. ini karena ada pihak islam tertentu yg alergi apabila mayoritas kristen diwilayah tertentu menuntut hak otonomi daerah sendiri. apa mereka khawatir dakwah islam tdk bisa berkembang di daerah non muslim, sehingga islamisasi di wilayah tersebut gagal? agama itu sifatnya private, kenapa jadi ajang dagangan dg berebut umat?

    • niels
      Agustus 3, 2009 pukul 5:30 am

      Seru… Aku jadi merinding membacanya huisss saya juga orang batak(karo) mendukung berdirinya propinsi tapanuli tapi maunya kab karo diajak gabung dong… Kitakan sama sama batak dan sama sama mayoritas makan daging B1 dan B2 kenapa tidak diajak gabung ??? Sejarahkan masa lalu dan segalanya kan bisa dirubah dan berubah yang penting ada kemauan dan usaha mewujudkan kemauan tsb rintangan yg ada pasti menjadi tidak berarti… Semoga berhasil ya propinsi tapanuli dan pendirinya juga harus tulus ya karena malaikatTUHAN berkemah disekeliling orang benar dan rancangan yang baik Akan membuahkan damai sejahtera.amien

  61. MP Haloho
    Maret 6, 2009 pukul 12:34 pm

    Saya sangat setuju dengan propinsi tapanuli.
    Sebagai orang yang lahir di samosir dan mengenyam pendidikan SD di pangururan, SMP di Siantar dan SMA di jakarta.. Saya merasakan betul ketertinggalan Tapanuli dibandingkan daerah lain yang saya jalani. Hal ini perlu saya tekankan karena saya punya konotasi seperti : sulit menerangkan kepada orang lain bagaimana rasanya bila kita lapar sementara yang menerangkan itu tidak pernah lapar.

    Menurut saya, permasalahan yang paling krusial bagi orang batak adalah sesama orang batak sering susah untuk bersatu dalam berpikir serta bertindak (apalagi kaum intelektualnya) dibandingkan bila orang batak menjadi satu tim dengan suku lainnya.

    Salah satu solusinya menurut saya adalah orang batak harus diinjak injak oleh suku lainnya (istilah kerennya “dizalimi dulu”) baru kemudian bisa bersatu.
    Apa yang terjadi sekarang ini adalah proses penzaliman itu.
    Mudah mudahan setelah ini kita bisa bersatu….
    Hidup Protap

  62. guns
    Maret 9, 2009 pukul 12:30 pm

    Kita tdk usah melihat sejarah buruk masa lalu dan jangan dihubungkan yg berbau SARA sudah tidak jamannya lagi Bung! mari kita membuat yang lebih baru dan penuh harapan.

    Setelah pulang dari perantauan 10 tahun saya melihat daerah kampung saya tapanuli tambah bobrok, danau toba tidak seramai dulu lagi jalan kearah tapanuli sangat menyedihkan lebih menyedihkan daripada zaman Belanda, tidak ada lagi yag dibanggakan dari daerahnya.

    Sampai saat ini solusi utk memajukan Tapanuli dari Pemda Sumut tidak ada malah lebih condong dianak tirikan, jadi apa solusi yg harus dibuat pada daerah Tapanuli saat ini! Yakinlah saudaraku 100 tahun lagi kalo Protap tidak dibentuk maka kesejahteraan masyarakat Tapanuli akan tetap seperti saat ini. Sedangkan jika Protap terbentuk maka harapan utk lebih baik ada!

    Masa kita kalah dari Propinsi Gorontalo yg terkenal karna jagungnya.

    Believe! Yes We Can

  63. Maret 13, 2009 pukul 8:49 pm

    Horas Provinsi Tapanuli

    Semua Bebas Mengajukan Pendapat Setuju Untuk Propinsi Tapanuli, semua bebas menentang Propinsi Tapanuli, Sepenuh – penuhnya hanya untuk Proses pendewasaan Demokrasi, Bagus itu.

    Kontra – (Positively Mindset)
    Jika semua mendukung dalam arti tidak ada tantangan dan mulus tanpa disadari maka ideallah pendapat pendapat yang kontra menyatakan bahwa itu ladang cari proyek, cari kesempatan, dan propinsi Homogen tak bermakna, propinsi preman, propinsi begulantuk dan tetek bengek lainnya, propinsi tersebut akan berdiri seperti sekejap mata, tak teruji dan meminjam istilah saudara kita orang sunda (sekendap bae), semua surat – surat rekomendasi dibeli dengan uang, orang – orang yang memperjuangkannyapun sitakkal tabu minim sosialisasi, tanpa melewati proses – proses dan tahapan berarti, nah dengan demikian wahai saudara yang kontra propinsi Tapanuli “Terimakasih banyak” untuk statement yang masuk akal dan beretika, meskipun pada kenyataanya yang Kontra Popinsi Tapanuli lebih banyak mempelajari wacana Pemekaran ini dari segi yang Negatif (dan itupun Terimakasih banyak jg untuk anda) dari wacana anda melalui koran, Tv, Internet ditemukan nilai positif yang sangat bermanfaat, melalui booming – berita miring dan berita berita lainnya sedikit banyaknya telah membantu dalam mensosialisasikan propinsi tapanuli (negative campaign as a positive result) di huta ini tahu banyak dengan apa nanti kelemahan yang harus diatasi setelah Propinsi ini terbentuk, menjadi masukan yang berarti jika sudah di paripurnakan di DPR RI Tahun 2010 ini, maka kutipan – kutipan unbased the fact and reality tersebut juga menjadi Tolok ukur yang dapat menyeimbangkan keputusan – keputusan dan cara berfikir masyarakat yang ada di desa desa (melalui koran, Tv, Internet) karena meskipun tanah batak katanya gudang orang miskin tetapi bukan gudang orang bodoh, diharapkan juga kritik – kritik yang membangun lainnya sehingga di desa – desa tahu cara berfikir yang baik, sehingga cara – cara berfikir bukan orang batak itu dapat kami tinggalkan, dengan membangun cara berfikir kebatakan yang hakiki.

    Pro (On the Track Action)
    Pendapat – pendapat yang membangun bahkan cenderung tajam dan lugas mengingatkan penulis dengan kemampuan orang batak membaca pikiran lawan berbicara, kemampuan untuk membaca situasi yang berkembang dan cenderung menomor duakan resiko ( papudi uhum pajolo gogo)
    dengan sangat menyesal saya sebagai Orang Batak Cenderung memandang kematian Azis Angkat (batak Pakpak) itu tidak perlu dan bahkan diluar konsep Panitia Pembentukan Propinsi Tapanuli , jadi saya rasa dalam forum ini keyword azis angkat, Sara, kata kata kotor, dll tidak relevan dalam wacana Pembentukan Propinsi Tapanuli, yang perlu ditelusuri adalah bagaimana cara Propinsi Tapanuli Bisa cepat terbentuk? Bagaimana memajukan Propinsi Tapanuli, Apa yang ketahui tentang Propinsi Tapanuli, Sosok Yang pantas memimpin Propinsi Tapanuli, Bagaiman Kebebasan Beragama di Propinsi Tapanuli, bagaimana perkembangan kebudayaan lain di Propinsi Tapanuli, Sudah siapkah Propinsi Tapanuli Menjadi majemuk? Hakikat Pembentukan Propinsi Tapanuli?
    Karena hal itu akan menggali intelektualitas kita sebagai orang batak, bukan hanya mampu menjadi intelektual berleher tegang dengan mata melotot.

    akh… kurasa cukup lah sudah, udah pada mengertinya saudara – saudara intinya :
    1. Dengan adanya Pro Kontra, Propinsi Tapanuli Cepat Tersosialisasi
    Kedaerah – daerah (capaian 70 %)

    2. Dengan Adanya Pro Kontra, Semua mata Tertuju ke Bangso Batak, Siapa?
    Apa? Bagaimana? kenapa? Ternyata.

    3. Semua Hasil Pro Kontra semuanya mengarah ke Percepatan pembentukan
    Propinsi Tapanuli, Seberat apapun itu.

    4. Tak Ada Gading yang tak retak.

    Dan itulah Demokrasi.

    hotpangidoan@gmail.com, http://www.hotpangidoan.co.cc

  64. Manat
    Maret 19, 2009 pukul 3:10 pm

    Protap kok dibenci?
    Bagi anda yang membenci anjuran saya: pergilah berkunjung ke desa nun terpencil disana. Tempatnya tidak terlalu jauh dari Kota Kabupaten Tobasa, Balige. Desa itu namanya Parlombuan. Di sana masih ‘natural bangat’. Kakus ngak punya. Maaf di dalam rumah panggung ukuran 3×4 m2 ada bagian ‘penting atau bahkan teramat penting’. Lantai yang terbuat dari papan, di bagian tengahnya dilobangi, dibuat ukuran yang ‘pas’ untuk sekali lagi maaf beol. Di bawahnya sudah menanti sejak dari tadi segerombolan babi dan b1. Setiap kali ada ‘prek…prek ….prek’ gerombolan binatang tadi riuh, lahap makan kotoran.
    Saya minta maaf bila uraian saya ini tidak sehat, namun begitulah kenyataannya. Kajian ilmiah yang disebut sebut itu tentu tidak sampai menganalisa sedalam masalah ini. Pembentukan propinsi tapanuli bisa menaikkan tingkat peradaban itu……
    HIDUP PROTAP…….

  65. Asharuddin Nasution
    April 8, 2009 pukul 11:46 am

    Sdr. Teguh… anda jangan membawa2 masalah agamp dalam hal Protap, karena Protap tidak ada harganya dibandingakan agama. Tahu apa anda soal Islam? Jangan komentara yang macam-macam lah!

  66. Asharuddin Nasution
    April 8, 2009 pukul 11:51 am

    Silahkan kalian semua berkomentar macam-macam tentang Protap kalian itu, tapi jangan coba-coba memantik api dengan menjelek-jelekkan Islam duan Tapanuli Bagian Selatan. Protap kalian tidak jalan karena kalian sendiripun bertengkar satu sama lain, jadi jangan menyalahkan orang lain kalau Protap sampai sekarang gagal berdiri. Kalau masalah Sumut yang di-Jawa-kan, bagaimana pula dengan Riau yang di-Batak-kan? Mau kalian semua orang Batak di usir dari Riau dan Jawa? Makan apa kalian di Protap itu? yang ada cuma pohon Tusam dan kol.

    • TUMBUR SIANTURI
      Oktober 13, 2009 pukul 11:50 am

      salam buat bung Nasution dan yang lainnya,…
      Forum ini akan lebih sangat berarti bagi kita semua dengan mengemukakan pikiran dan pandangan pandangan kita tentang keuntungan dan kerugian pembentukan protap, tidak perlu saling menyudutkan. Saya yakin banyak pendapat yang berbeda karena sudut pandang yang berbeda. Pada dasarnya kita orang batak ingin lebih baik dari keadaan sekarang, trims

    • erik
      Oktober 19, 2009 pukul 4:46 pm

      to : Asharuddin Nasution, anda gak usah ikut gabung kalo ngompor2in, yang saya tau anda batak dallle.
      jadi loe gak usa pake marga kalo gak dukung orang batak,
      jangan asal ngomong mau ngusir,liat dulu kapasitas mu kalo mau ngomong.emang kau siapa….mukamu aja cam teroris ku tengok.

    • hh
      Oktober 20, 2009 pukul 8:39 am

      Hehehe, kawan.

  67. arif sandy
    April 14, 2009 pukul 5:26 pm

    Syalom,,,,,,,,,,
    saya sebagai pemuda dari Etnis BATAK,
    khususnya Batak TOBA/tapanuli,
    ingin agar Propinsi Tapanuli cepat trbentuk,
    supaya orng Batak tidak melarat,bodoh dan terbelakang!!!!!

    HORAS,,,,,,,,,,,,

  68. Tobing
    Mei 9, 2009 pukul 4:59 am

    he Asharuddin Nasution, jangan banyak cerita kau. ga ada urusanmu ARAB di sini. pembicaraan tentang protap hanya khusus buat orang batak saja. ga ada urusan orang arab disini.

  69. Senra
    Mei 14, 2009 pukul 4:04 pm

    Kalo masalah etnis dan agama terlalu di besar-besarkan kita siap-siap untuk membeli senjata dan menunggu perang antara saudara. kenapa kita tidak bangga dengan kebersamaan yang telah di jalin selama ini. protap dibangun kalo itu yang terbaik kenapa tidak, tapi kalau belum siap mendingan bangun dulu sampai maju baru buatlah provinsi.

  70. aspin debataradja
    November 22, 2009 pukul 5:01 pm

    kalau tdk dimekarkan mau gmnan lagi tetap aj tidak ada perubahan mungkin lebih baik dimekarkan biar semua dapat bagian …hehehehe org yang membawa 2 agama dalam politik biasannya pemahaman yg dangkal orang yg tidak nasional… jdi anak 2 kecil yg selalu ingin diperhatikan …. mungkin bgitu pemahaman saya tentang kawan kawan horas

  71. chippoker
    April 2, 2010 pukul 9:58 pm

    bang afwan ridho, silahkan bermimpi tentang kekhalifahan, yang jelas anda jangan berpikir bahwa orang2 batak kristen (entah itu toba, karo, dairi, mandailing maupun simalungun) akan menurut begitu saja kalau mereka dipaksa menuruti islam. anda bilang islam rahmatan lil alamin, tapi kok kami ini dikafir2kan hingga terasa jadi warganegara kelas dua, mau bangun gereja dipersulit, gereja2 dirusak, ditutup dsb. saya lebih melihat kalian sebagai bencana lil alamin.

  72. phastop
    Juni 30, 2010 pukul 4:57 pm

    HORAS DIHITA BANGSO BATAK,

    Molo nijaha angka email ni angka lae/iboto niba, sangat mencengangkan saling mengejek satu sama lain “KENAPA TIDAK ADA DAMAI” timbul SARA. Pertanyaannya: “boasa pembentukan propinsi tapanuli dipersulit….??? APAKAH DITAKUTIN BILA PROPINSI TAPANULI ITU DISETUJUI (diTAKUTin NANTInya menJADI PROPINSI KRISTEN) TIDAK DISETUJUIPUN, MUSLIM di TAPANULI SUDAH ADA, jadi dihamu angka anggota DPRD SUMUT, didokhon hamu dirimuna sebagai DPRD tapi BAGI saya ANDA bukan DPRD, DPRD SUMUT TAKUT SEBELUM BERPERANG, Jago dikandang aja (GEDUNG DPRD) padahal ANDA hanya 5 tahun saja jadi DPRD sooooknya bukan main.
    COBA KALIAN DPRD SUMUT LIHAT TUH JALAN DARI TARUTUNG KE SIBOLGA, jalannya lumayan bagus berlobang-lobang sana-sini, AI BEHAMA ANTTONG AI SODIBERENG MATAMUNA DALANI MANANG NA BEHA KEADAANNA.

  73. ZIPPO
    September 24, 2010 pukul 5:44 pm

    PROPINSI TAPANULI TIDAK AKAN TERBENTUK JIKA MASIH ADA NKRI BUNG. MAKANYA ORANG BATAK ITU SUDAH SEPATUTNYA REUDI SEPERTI TAHUN 1958. OKE

  74. September 27, 2010 pukul 6:18 pm

    Saudara-saudara,
    Apakah saudara-saudara pernah mendengar dan melihat berita tentang tragedy 03 Februari 2009 di DPRD SU?? yang menjadiakan 70 orang batak jadi tersangka dan dijebloskan ke penjara??
    Apakah saudara-saudara betul-betul mempelajarinya??
    Apakah saudara-saudaraku orang batak juga ikut-ikutan menhujat para tahanan PROTAP sama halnya orang lain yang menyatakan orang batak sebagai TERORIS??
    Saudara-saudara, terlepas dari ada orang yang mempunyai kepentingan kekuasaan di daerah Tapanuli bila terbentuk Propinsi Tapanuli, tetapi sesungguhnya orang batak memimpikan kesejahteraan. Dan bila kita peduli, kita harus siap menggandeng perjalanan Tapanuli kedepan.. Saya sepakat dengan Lae Ferdinand de Lessep. Kita harus optimis, harus berani bermimpi.
    Saya adalah Eks.Tahanan PROTAP, saya sudah merasakan sakitnya penzoliman, jangan lah saudara-saudaraku orang batak juga saling menzolimi. Kita lihat, ada kekuasaan politik yang besar yang slalu menghadang pergerakan orang batak, mereka itu KUAT. Kita jugak harus mempersiapkan barisan..!
    Tapanuli kedepan adalah tanggungjawab kita. Bersatulah orang BATAK sedunia..

  75. deddy
    Desember 14, 2010 pukul 12:19 pm

    saya sendiri sudah lihat tapanuli ga maju2,padahal banyak potensi disana
    saya sadar bahwa ada saudara2 yang muslim tidak setuju karena faktor SARA
    tapi itu jangan dijadikan alasan untuk menghentikan PROTAP,
    berfikir jernih saja jgn keruhkan pemikiran kita dengan hal -hal yg negative.
    Hidup Protap, Hidup NKRI…….

  76. Maret 19, 2011 pukul 10:12 am

    Provinsi tapanuli harus jadi, tapanuli memiliki kekayaan alam yang sangat berlimpah, mulai dari laut, hasil hutan, pertanian, dan peternakan. Tetapi kadang kala masyarakat kurang kompak, itu terlihat dari komentar-komentar saudara-saudara di atas. Mari kita melihat jauh kedepan, mari bergandengan tangan untuk kemakmuran tanah batak. HIDUP TAPANULI. HORAS3x

  77. April 13, 2011 pukul 2:31 pm

    horas..
    Batak itu seperti cicak
    happ.. Langsung ditangkap.
    Yeank ada didepan matamu saja kau makan
    jangan melakukan hal bodoh

  78. ZIPPO
    April 15, 2011 pukul 4:59 pm

    Biar jadi Protap, memang sangat pantaslah AK.47 berdetum di Tapanuli…………….Hidup Protap Always..Titik

  79. ZIPPO
    April 15, 2011 pukul 5:06 pm

    Kepada Laeku yang membuat weblog ini. Ada yang kurang lae. Sebenarnya akar muasal Protap tidak terealisasi adalah gara2 tahun 1958. Percaya atau bukan Up to you lae…….hahahhahah.

    Harry: Makasih buat komentarnya lae, sangat korektif

  80. Gibson Parlindungan
    Juni 24, 2011 pukul 9:18 pm

    ya.. udah percepat saja provinsi Tapanulinya atau jangan itu namanya sumatera utara, barat, selatan sudah ada mana sumatera Timur.
    dari pada kita berbicara konflik bagaiman kalau kita memikirkan solusinya?

    saya pingin cepat-cepat mau jadi Gubernur Pertama disana

    dan saya punya agenda yang cukup menarik

    menjadikannya sentral riset dan pengembanga maju kopi indonesia

    sentral pendidikan

    sentral ekowisata/Tapanuli Excellent Hotel & International Convention Center

    bagaimana setuju ga? pasti banyak setuju ya. sebuah keoptimisan akan melahirkan kekuatan kedamaian

    salam maju Sumatera Timur atau Tapanuli

  81. Juli 11, 2011 pukul 11:57 am

    Damailah bos…Memang benar di tapanuli ketimpangan pembangunan sangat dirasakan, kesempatan berkembang bagiputra/i batak disumut belakangan ini sangat susah, contohnya masuk pns dsb sulit akibat faktor xxx, Beri kesempatan untuk memajukan kampung halaman mereka (bangsokki), jgn bawa-bawa SARA (disana juga banyak kok saudara2 kita yang non kristen), dan pemerintah bisa mengevaluasi, kalau memang setelah beberapa tahun tidak ada pembangunan yg kondusif silahkan diingrasikan kembali ke prov induk, clearkan..

  82. Parsaoran Hutabarat
    Agustus 25, 2011 pukul 9:58 am

    Kesan yang saya dapat dari postingan teman-teman adalah kalah sebelum berperang.
    Bagaimana bisa kita tau potensi seseorang kalau tidak diberi kesempatan berbuat ? saya yakin Tapanuli dengan SDM nya yang fighter bisa memajukan Tapanuli jika jadi Provinsi.

  83. kohir dasopang
    Maret 9, 2012 pukul 3:42 pm

    Aspirasi pembentukan Propinsi Tapanuli sudah pasti akan menuai pro Kontra dan itu wajar sebagai negara demokrasi, namun sangat tidak bijak jika aspirasi yang tulus dari masyarakat Tapanuli justu dikomentari oleh orang-orang yang tidak tau tentang tapanuli apalagi selalu mengaitkannya dengan sara, sebaiknya komentar yang demikian kita jadikan musuh bersama dalam pembangunan bangsa. Perlu diketahui bahwa cepat atau lambat pembentukan propinsi Tapanuli itu akan terjadi. sebab sudah melalui proses sesuai dengan persyaratan undang-undang
    Dan bila itu yang terjadi bagi masyarakat Tapanuli hanya perlu membuktikan bahwa omongan sinis selama ini ternyata salah,,,
    dan buktikan bahwa masyaraka Tapanuli itu penuh kasih dan toleransi tidak seperti yang diopinikan selama ini, memang perjuangan Masyarakat tapanuli membutuhkan pengorbanan lebih dibanding daerah lain yang telah terlebih dahuli dijadikan Propinsi baru, itu wajar. tetapi yakin lah bahwa hasil yang diraih dengan pengornanan dan perjuangan yang lebih susah akan mendapat hasil yang lebih baik.
    Bagi saudara 2x yang sinis mulailah belajar menghargai aspirasi orang lain karena dengan demikian lah anda dapat dihormati orang lain, mari belajar dari masyarakat yang keseringan mengumbar kutukan , malah mereka tidak bernah dipandang dan dihormati orang (negara) lainnya,

  84. Agustus 24, 2013 pukul 6:35 pm

    Mari…. saudara2ku dr Tapanuli kita tdk perlu lagi memperdebatkan hal ini, kenepe….kenapa…kenapa terus.
    Saran saya mari kita bersama sama membangun daerah kita ini, terutama saudara2 kita yg di Rantau dengan membuat suatu memberi sumbangan setiap bulannya Rp.50.000,- saja per KK saya kira Tapanuli bisa mengejar ketertinggalan.
    Kita nggk usah memikirkan harusnya ini Tanggung Jawab Propinsi Induk karena memang mereka sengaja mengkondisikan Tapanuli seperti itu, entah dengan tujuan apa.
    Ayo mari semua berbuat, dirikan saja sebuah Yayasan untuk menampung dana Rp.50.000,- per KK, oke…. semoga ada yang tergerak.
    Tuhan Memberkati, Amin

  1. Oktober 20, 2008 pukul 2:34 pm
  2. Februari 12, 2009 pukul 2:49 pm
  3. April 17, 2011 pukul 11:57 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: